Saya beberapa tahun kerja di perusahaan Korea di Indonesia,
    sedikit banyak mengenal watak 'garlic people' ini, sebutan yang
    dinisbatkan oleh orang Jepang kepada mereka karena
    pengkonsumsi banyak bawang putih.

    Saya  hargai kedisiplinan orang-orang seperti mereka, meskipun
    mereka suka mabuk, dan pulang dini hari namun sampai ditempat
    kerja tidak terlambat dan tetap tegar seolah-olah semalam tidur
    nyenyak.

    Tipe  orang  yang  pekerja  keras,  dengan  jam kerja yang relatif
    panjang,   loyalitas  yang  tinggi  terhadap  perusahaan  hingga
    memiliki perasaan hutang budi thdp perusahaan, memiliki sifat malu
    bila melakukan kesalahan, menghormati orang yang lebih tua.

    Cuma sayangnya, memandang rendah kinerja orang Indonesia, dengan
    doktrin  merasa bangsa lebih maju, padahal awal-awal 60-70 an
    bangsa ini setaraf dengan bangsa kita.
    
    Dari  beberapa  percakapan  dengan  mereka  ,  ternya lebih senang
    dengan  korea  bersatu, mereka berpendapat karena politik penguasa
    dan tekanan negara luarlah yang menjadikan mereka berpisah.

    Menurut  saya  ada  banyak  kesan dari warga bangsa-bangsa didunia
    yang  senada yang tidak suka peperangan dan membenci segala bentuk
    penjajahan atas suatu bangsa, namun karena dunia ini dikuasai oleh
    segelintir  orang  yang  menguasai sumber (resources) alam, media,
    persenjataan   (militer),   tekonologi,  sehingga  membuat  mereka
    menjadi  berkuasa.  Dengan  perkakas  tersebutlah  mereka mengatur
    dunia   sesuai  keinginan  (hawa  nafsu)  mereka,  yang  cenderung
    menggunakannya  untuk  memupuk  kekuasaan  dan kekayaan bagi dirinya
    sendiri.

    Untuk  merubahnya  dibutuhkan  kembangkitan  kesadaran warga dunia
    dengan  melakukan  pengawasan an tidak membiarkan sekelompok orang
    berkuasa  membawa  dunia  kedalam  tatanan  kehidupan  yang saling
    menghancurkan.

    Arnoldison
    
Sunday, April 15, 2007, 11:09:41 PM, you wrote:

MS> Menelusuri dinginnya kota.  Menuju Stasiun Doksan.  Satu kilo rasanya tidak 
terlalu jauh.  Dulu waktu SMP, aku biasa berjalan 4 kilo sehari dari dan menuju 
sekolah.   Disini, orang lain juga
MS> banyak yang berjalan kaki.  Malah banyak yang pakai dasi dan jas pula.  
Beruntung, tempat umum ada huruf latinnya.  Bertanya pada penduduk, sering 
percuma.  Sedikit yang mau berbahasa Inggris. 
MS> Entah karena tidak bisa, atau karena malas.




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke