Adinda Ronald yang kami banggakan, Sebetulnya yang dbicarakan Pak Chaidir ini sebetulnya pada pada platform "Strategy" sebetulnya.Bukan dalam platform operational. Karena sebetulnya yang kita hadapi sekarang itu adalah para Birokrat-Birokrat,para Elit Pemerintah Sumbar,bukan masyarakat umum layaknya kita2 ini.Makanya kita perlu strategy,untuk menghadapi mereka-mereka itu.Untuk itu kita perlu "kompak",bersatu,dan punya strategy dalam menghadapi mereka2 itu.
Sebetulnya kalau birokrat2 ini mau melakukan tugasnya dengan baik dan sungguh2,perduli dengan Permasalahan Kereta Api yang akan ditutup karena merugi terus seperti sekarang ini, sudah tidak perlu lagi kita2 di MPKAS ini sebetulnya,karena sudah ada KADIVRE II di sana,sudah ada Kadinas Perhubungan Sumbar disana,sudah Ada DPRD di sana. Dan juga,sebetulnya kalau birokrat2 ini mau melakukan tugasnya dengan baik dan sungguh2,perduli dengan permasalahan2 di sektor Pariwisata Sumbar ini,MAPPAS juga tidak perlu sebetulnya,karena sudah ada Kadinas Pariwisata,seni dan budaya di sana,sudah ada ASITA di sana,sudah ada PHRI disana,dan di masing2 Kota/Kab juga sudah ada Dinas Pariwisata. Jadi,bukan awak samo awak nan kadipersoalkan do Nal...,Indak MPKAS melahirkan MAPPAS ko masalahnyo do....,bukan itu persoalannya....Persoalannya yaitu bagaimana strategy kita masyarakat Minang di Perantauan ini dapat kompak dalam menggugah Pemda Sumbar agar bisa membenahi sektor Perkereta Apian Sumbar dan Pariwisata Sumbar yang sangat potensial ini. Semakin kita kompak para perantau Minang ko,dalam menyuarakan inpirasi para perantau minang ini secara bersama2 lewat MPKAS kah..., lewat MAPPAS kah...,atau lewat GEBU Minang kah..,dsb yakinlah Pemda Sumbar akhirnya sedikit banyaknya akan gampang untuak kito gugah dalam memperbaiki sektor Perkereta Apian dan Pariwisata ini.Dan itu semua butuh Strategy,bagaimana supaya kita kompak dan suara kita jadi bulat terdengar oleh mereka,sehingga saran2 dan rekomendasi2 kita para perantau minang ini dapat mereka terima.Jadi ini hanya sebuah stretegy saja. Kita butuh membuat kebulatan pendapat dan opini publik yang kuat untuk mempengaruhi para birokrat2 itu. Demikian saja,semoga Adinda maklum adanya. Wassalam, Kurnia Chalik -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ronal Chandra Sent: Monday, April 16, 2007 1:46 PM To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: BAHAN DISKUDSI KA SUMBAR KE DEPAN "Surat Terbuka" Tanyo ambo ciek ? Baa caro nyo MPKAS melahirkan MAPPAS ? -------------------------------------------------------------------- Kemudian untuk masalah SK, ambo berharap Mappas tidak pernah dan jangan sampai mendapatkan SK dari siapapun kecuali SK organisasi Mappas sendiri. Untuk masalah SK yang dikeluarkan tanggal 02 januari 2007, ambo sebenarnya sedih membaca SK yang keluar tersebut, padahal di Pemda itu ada kepala dinas bidang hukum dan biasanya setiap SK yang dikeluarkan harus masuk departmen hukum terlebih dahulu untuk diperhatikan apakah SK ini bisa disetujui atau tidak. Hampir 10th saya bekerja dibidang konsultan Pemerintah Daerah, saya pun pernah merancang dan membimbing sampai SK dikeluarkan dibeberapa pemerintah daerah tapi jujur saya belum pernah lihat SK selucu sk tanggal 02 january 2007, saya tidak ingin berdebat disini tapi beharap masalah SK ini bisa selesai, tidak perlu lagi disebut sebut, kalau ingin dijalankan yh dijalankan tapi tolong jangan bawa2 Mappas yh :-) Pesan Khusus untuk Pak Chaidir,... "Pak Chaidir yang ambo hormati, Buat saya bapak adalah panutan dan idola. Sudah lama kita saling kenal dan bekerja bersama dalam banyak organisasi Minang. Saya berpikir pak masalah MPKAS dan MAPPAS tidak perlu dibuat sulit, tidak perlu kita membahas siapa melahirkan siapa karena menurut saya ini bukan masalah besar. Yang terpenting apa yang bapak dan semua yang kita cita citakan dapat berjalan baik dan membantu Sumbar keluar dari semua permasalahanya. Tidak ada maksud apapun dari surat terbuka saya ini, hal ini hanya sebagai upaya meluruskan banyak hal. Saya sempat terpikir dan termenung untuk menterjemahkan kata kata "MPKAS melahirkan MAPPAS ? Jujur saya katakan, ini potensial masalah dari dulu, menciptakan suasana siapa lebih berjasa. Bagi saya semua orang punya nilai dan perannya masing masing dalam melahirkan MPKAS, MAPPAS dan organisasi organisasi lainnya. Rantaunet, Orang Dapua, ajo duta yang mencetuskan Mappas, Beni, yos, saya sendiri, pak saaf, Mamak Darul, T7 Mappas dan ribuan orang lainnya yang terlibat diproses awalan ini. Semua berawal dari kecintaan kita terhadap Ranah, sekarang mari kita bahu membahu tanpa harus ada dusta diantara kita. Mohon maaf kalou ada yang salah. Regards ROnal Chandra --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
