Kalauhlah ditanya kepada saya tentang mimpi apa yang saya senangi perihal Sumatra Barat maka saya akan jawab mimpi bila Sumatra Barat menjadi sentra pendidikan Indonesia dan dunia.
Apakah sumatra barat memiliki potensi seperti itu ? Modal dasarnya adalah budaya masyarakat dan konsep ABS-SBK yang saling mendukung , dengan salah satu filosofi budaya yang unggul yaitu alam takambang menjadi guru. Peningkatan pendidikan akan membangkitkan sumber daya orang minang, dengan cara mendirikan banyak sekolah, universitas-univesitas di tiap kota provinsi bahkan kabupaten, menggalakkan masyarakatkan gemar belajar dan membaca. Dengan tersedianya fasilitas pendidikan yang bermutu orang-orang minang tidak perlu merantau untuk belajar kedaerah lain, bisa belajar di ranah sendiri dan sekaligus menghemat devisa, bahkan orang minang yang dirantau akan cenderung mengirim anak-anaknya belajar, yang berarti pula ada pemasukan daerah. Juga mengurangi 'brain drain' dikalang anak-anak dan pemuda minang yang memiliki potensial agar tidak perlu lagi belajar keluar, sehingga bisa membangun negerinya sendiri. Dengan mempunyai penddikan yang tinggi bagi masyarakatnay akan membentuk ketahanan budaya dan moral, tidak mudah menjadi sasaran penetrasi budaya asing. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan menghasilkan 'multiplier effect' di sektor lain, meningkatkan kemampuan menciptakan lapangan kerja, memiliki kemampuan pengelolaan wilayah, sehingga bisa memimpin dan tidak sekedar menjadi pelayan atau pegawai orang lain. Walaupun tidak secara perhitungan statistik tetapi tampaknya orang-orang minang di rantau telah banyak melakukan prestasi-prestasi dan banyak berpendiikan tinggi, sehingga dengan adanya misi menjadikan sumbar sebagai sentra pendidikan akan banyak menarik perhatian para perantau. Sebagai sentra pendidikan maka sumbar bisa menjadi wisata pendidikan dan ruhani, berbeda dengan bentuk wisata lainnya maka para pendatang (turis) akan datang dengan rasa hormat, karena mengunjungi masyarakat yang berbudaya dan berpendidikan tinggi. Menjadikan sumbar sebagai pusat kajian-kajian keislaman nusantara, hal ini dimungkinkan karena secara historis telah banyak ulama-ulama yang lahir di tanah minang. Saya rasa ide ini bakal lebih menarik perhatian khususnya bagi para perantau. Arnoldison --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
