Wa'alaykumussalam wr.wb
Ikut nimbrung nih,
Persoalan da Riri itu manuruik ambo bukanlah persoalan IT, tetapi
lebih cenderung pada management sistem informasinya.
Di lembaga-lembaga kepemerintahan memang banyak yang mubazir,
pembelian alat yang tidak terpakai, yang manfaatnya tidak jelas,
atau salah sasaran.
Uda Riri sendiri merasa ada yang 'lucu', ketika melihat
masing-masing daerah memiliki aplikasi software yang tidak
seragam sehingga tidak nyambung ketika hendak dikonsolidasi di
pusat.
Hal itu bukan salah aplikasinya, tetapi salah membeli jenis
applikasi nya karena tidak sesuai dengan kebutuhan.
Ketika hendak melakukan pembelian tentulah telah menetapkan
tujuan untuk apa 'tool' itu dibeli, apa yang hendak diambil
manfaatnya, sehingga bisa memilih yang tepat sesuai dengan
kebutuhan tersebut.
Kalau butuh sistem yang terintegrasi dengan pusat, maka pusat
yang merencanakan dan memilih aplikasinya, daerah tinggal
diberikan training pemakaiannaya.
Kalau cukup yang independen maka diserahkan masing-masing daerah,
cuma untuk bahan konsolidasi maka diminta pada masing-masing
daerah membuat format laporan yang sama atau jenis file
keluarannya bisa dibuat jenis seragam misal 'txt' sehingga bisa
diakses oleh pusat.
Dalam pembuatan suatu aplikasi prinsipnya sama yaitu
input,proses, ouput. Input dan output ditentukan oleh prinsipal
(yang memerintahkan), dalam aplikasi keuangan maka yang
mengetahui input dan outputnya adalah bagian keuangan itu
sendiri. Jadi dalam pembuatan suatu aplikasi pastilah ada
kerjasama, bisanya seorang programmer membuat aplikasi administrasi
sebuah rumah sakit padahal ia sendiri tidak tahu seluk beluk rumah
sakit , disebabkan karena bekerja sama dengan pihak rumah sakit.
Oleh karena itu dalam pembuatan aplikasi maka yang berperan
sebetulnya adalah prinsipal, dalam hal ini pihak IT hanya
berperan sebagai tukang saja.
Arnoldison
Tuesday, April 17, 2007, 5:25:14 AM, you wrote:
RMC> Assalamualaikum wr wb.
RMC> Sekarang ada juga yang agak mirip2 begitu, tentang aplikasi
RMC> pengelolaan keuangan daerah. Itu malah gratis dari developer.
RMC> Pemda tidak perlu membeli aplikasi tersebut, tapi "cukup"
RMC> membiayai staff nya developer untuk memberikan "training" dan
RMC> "pendampingan".
RMC> Saya pikir, mungkin krn latar belakang saya beda dengan orang2
RMC> "IT", bahkan sepertinya kadang2 bertentangan.
RMC> Saya akuntan, banyak yang bilang akuntan itu terlalu konservatif,
RMC> sebaliknya "orang IT" (saya beri tanda kutip, karena ini mencakup
RMC> orang IT dan orang "IT", nah tanda kutip lagi) katanya jauh maju
RMC> kedepan. Katanya akuntan itu "sampilik kariang", sedangkan untuk
RMC> "kemajuan" kan perlu biaya.
RMC> Mungkin karena perbedaan ini, saya kadang-kadang melihat hal2
RMC> yang 'ngga nyambung' dengan otak saya. Contohnya tentang sistem
RMC> pengelolaan keuangan daerah.
RMC> Keuangan Daerah diatur dengan PP, selanjutnya diturunkan melalui
RMC> Keputusan/ Peraturan Mendagri. PP nya satu, Kepemendagrinya satu.
RMC> Daerah di Indonesia 400 lebih. Setiap daerah "merancang" (pake
RMC> tanda kutip) sendiri aplikasinya. Logika saya, kenapa ga bikin
RMC> rame2 aja, apa ga lebih murah?
RMC> Lalu karena bikinnya sendiri2, tiap daerah juga macam2
RMC> aplikasinya. Ada yang untuk anggaran sendiri, untuk pengeluaran
RMC> sendiri.
RMC> Yang "lucu" - tetapi ini menurut saya yang bukan orang IT -
RMC> Informasi Keuangan Daerah secara nasional kan dikompilasi oleh
RMC> Depkeu. Ternyata Depkeu tidak mudah mengkompilasi output
RMC> dihasilkan dari aplikasi yang sangat beragam di 400an daerah
RMC> tersebut. Ujungnya? Depkeu mencoba mengkonversinya ke Excel, atau
RMC> kalau tidak bisa (dan ini banyak) terpaksa diketik ulang.
RMC> Tahun 2005/6 keluar PP baru dan Permendagri nya. Saya coba
RMC> bandingkan dengan peraturan sebelumnya (dengan kacamata akuntan
RMC> tentu saja), saya tidak menemukan banyak perbedaan prinsipil di
RMC> proses bisnisnya. Asumsi saya yang non IT, tentunya tentu
RMC> arsitektur sistemnya ga beda jauh. Eh tapi, kenyataannya, Pemda
RMC> perlu aplikasi baru lagi tuh.
RMC> Riri (45)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---