Ass Wr Wb Adinda Ronald,

InsyaAllah yo Nal,kito mulai dengan Niat Yang Tulus dan Ikhlas Karena Allah,
karano kito berbuat ko untuak kemajuan kampuang halaman awak yang Tercinta
juo,semoga ado nilai amal ibadahnyo dari karajo ko hendaknya,Amin
yarrabal'alamin.

InsyaAllah, nanti akan kito follow up karajo Gadang ko dengan mengadakan
Presentasi IT ko kepada Elit2 Sumbar dan Sekolah2 di Sumbar dalam rangka
membuka fikiran dan menggugah hati2 Para Elit2 Sumbar tu dan para2 Kepala
Sekolah2 serta Guru2 Sekolah di Sumbar nantinyo,agar mau membuka diri untuk
memanfaatkan kecanggihan teknologi IT  kiniko.

Problem IT ko sabananyo salamoko lebih kepada Sosialisasi,karano masih
banyak sabananyo Urang awak nan di Ranah tu yang belum tersentuh akan
informasi tentang IT ko sabananyo.Apo tu IT ko? Untuak apo gununyo? Apo
manfaatnyo untuak anak sekolah? dsb...dsb...
IT ko salamoko seakan2 sebagai barang aneh dan sangat2 exclusive bagi
mereka.

Samolah analoginyo kiro2 jo disaat kito2 dulu mandanga kemajuan teknologi
HandPhone pada tahun 90-an awal,dimana HandPhone saat itu belum begitu
memasyarakat seperti saat ini.Rasonyo waktu itu kalau alah maliek urang baok
HandPhone,pakai jas dan tas jenjeng,alah cando Bisnismen gadang bana rasonyo
urang tu maso itu. Tetapi kini semuanya telah berubah akibat sosialisasi
yang gencar dari Para Providernyo,sampai2 sopir Mersi dan tukang jua dagiang
di pasa bawah se alah mambaok HandPhone pulonyo ka pasa.....

Sosialisasi dari Kemajuan IT ko itulah "Key word" nyo menurut ambo.Semakin
kito sosialisasikan IT ko kepada Masyarakat luas,semakin banyak nan tahu dan
akhirnya semakin banyak yang butuh...

Ibaraik Kato Rang Gaduik "Nothing is impossible as long as you're trying to
make it possible"

Wassalam,
Kurnia Chalik
  -----Original Message-----
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of Ronal Chandra
  Sent: Thursday, April 19, 2007 2:03 PM
  To: [email protected]
  Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Perlu Peranan Swasta/Perantau dalam Pendidikan 
&
Telekomunikasi Sumbar.


    Asyik da kurnia ikutan,...

    Da sepertinya beberapa dari kita sudah sepakat tentang Kemajuan
Teknologi Informasi ini dan ingin melakukan percepatan perkembangannya di
Sumbar terutama dibidang Pendidikan.

    Nah da untuk presentasi yang lengkap dan comprehensive ini mungkin perlu
apa kata da Riri "Duduk Baselo lapiak nan samo". Ambo insya allah full
support tapi untuk kini ambo iyo fokus ke pemberdayaan potensi dan
memberikan ide ide untuk grass root bisa keluar dari masalahnya dibidang
teknologi ini.

    Teringat diambo beberapa dunsanak sudah mencoba melakukan hal ini
dilevel pemimpin, seperti upaya Da Herman Jambak dan beberapa dunsanak
lainnyo tapi tampaknyo alun berhasil atau kemauan nan alun ado dari Pemda
atau hal lainnyo...

    Kito karajo samo baa da ? uda nan dari ateih ambo nan dari bawah. Ambo
nan dibawah mencubo melakukan interkoneksi seluruh institusi pendidikan yang
belum tersentuh teknologi internet seluruh Sumbar dan dimulai dengan basis
kota atau kabupaten dengan biaya murah tapi bukan murahan, teknologi yang
dikembangkan bisa menjadi alternatif income bagi pendidikan itu sendiri.

    Parabek alah welcome untuk implementasi, alah ado pulo keceik uda tasril
radio sebagai sarana penunjang, fasilitas lab. Nan ambo butuhkan tinggal
ciek yaitu melobi pimpinan Indosat di Sumbar untuk bisa memberikan diskon
khusus bagi Bandwidth Pendidikan samo sedikit keliling keliling melihat
topografi wilayah sambil liburan.

    Ambo mengundang Uda dan Dunsanak lainnyo untuk ikut terlibat dan bisa
bantu sosialisasi nantinyo. Insya Allah program nan seperti iko bukan yang
pertama buat ambo dan pastinya bukan yang terakhir (cie kayak lagu).

    Da carito sedikit,..

    Di Papua ada wilayah namanya Keerom (sekarang sudah menjadi kabupaten
baru), murid muridnyo sekolah tanpa alas kaki dan harus berjalan kaki 1-3 km
untuk menuju sekolah (teringat carito apak dan amak ambo pai sekolah dulu).

    Waktu itu teknologi wifi belum legal masih sangat listed tapi waktu itu
pemda setempat full support. Jam 20:00 (wit) atau jam 18:00 (wib) ambo
didatangi orang dengan kulit hitam legam 5 orang dengan perawakan tinggi (yh
kita bisa lihat postur orang papua kan).

    Mereka pikul 5 unit komputer dan berjalan 1-3 KM untuk bisa sampai di
mess saya. Mereka bilang ini kah komputer dan mereka tidak sabar untuk
menunggu hari esok demi melihat apa itu kereta api lewat internet yang saya
janjikan (dipapua gak ada kereta api).

    Dicupak (solok) ado SMU 1 Gunung Talang, disolok SMU iko terkenal top.
2th lalu saya menjemput adik yang habis Ebtanas, saya termangu waktu ambo
tanyo pada teman2 adik ambo, kemana rencana kuliah dan dijawab tidak tauu,
kuliah mahal dan tidak ada biaya.

    Saya sampaikan masuk saja ke sekolah sekolah pemerintah seperti STIS
(Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) dan STAN, akademi rontgen  yang gratis. Nah
mereka tidak tauu

    Kita punya potensi, kita punya keunggulan dan kita punya sejarah yang
membanggakan.Tapi.......?

    Duh jadi kepanjangan and curhat sama da kurnia, maaf kalou kepanjangan
dan kurang berkenan

    Regards
    Ronal Chandra



    Kesimpulan

    Jadi sebaiknyo kito perkenalkan bana lah kepada mereka,apa dan bagaimana
kemajuan dunia IT saat kiniko dan bagaimana kemajuan suatu komunitas akan
dapat dipercepat dengan kemajuan IT nya.Sebaiknya disiapkan sebuah
presentasi yang komprehensive baik masalah teknisnya,manfaat serta
management IT itu sendiri.
    Disinilah sebetulnya kesempatan dan tantangan kita untuk mengoptimalkan
PERAN PERANTAU MINANG ko menuruik ambo,kalau memang kito2 ko ingin
berpartisipasi dalam memajukan dunia IT dan komunikasi di Sumatera
Barat.Karena posisi ini masih kosong sejauh pengetahuan Ambo sampai saat
kini,belum ado IT specialist lai di Pemprov Sumbar,baik di Kantor
Gubernur,maupun di tingkat Kotamadya maupun Kabupaten barangkali (Mungkin
paralu di cek secara detail per Kota/Kab barangkali).

    Kalau ado proyek2 pengadaan dan usulan mengenai IT tu,tentunya mereka
akan memberikannya kepada pihak ketiga (Konsultan IT) serta IT
providernyo.Nah Kalau peran pihak ke tiga ini, baik Konsultan IT maupun IT
Provider  tu bisa digantikan oleh PERAN Awak2 Perantau Minang yang mengerti
masalah IT tu,tentunya ini akan jauh lebih baik lagi,paling tidak akan bisa
mengurangi beban biaya APBD buat konsultan IT tu sahinggo kito2 perantau
Minang ko tidak hanya sekedar,mengkritik, bateori dan berkonsep sajo.Tetapi
juga bisa berbuat nyata di lapangan.Untuk itu sebaiknyo diawali dulu dengan
presentasi IT ko kepada PEMDA Sumbar dulu (Pemprov/ Kota/Kab).Yakinlah,nanti
tabukak bana tu mah,apo ado kesulitan yang sedang mereka hadapi sekatang dan
solusi IT seperti apo yang mereka butuhkan sabananyo.

    Wassalam,
    Kurnia Chalik


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke