Ini ada artikel menarik mengenai kedisiplinan, Belajar dari Kedisiplinan Semut Oleh ZEILY NURACHMAN
BISA dipastikan bahwa Bandung dan kota-kota besar lain tanpa hari tanpa kemacetan. Kondisi ini diperparah dengan ego pengendara yang tidak mampu mengedalikan emosi, ingin menang sendiri, dan memaksa menerobos sehingga keadaan berubah menjadi macet total. Berbeda dengan semut. Walau keadaan ramai dan jumlahnya sangat banyak, mereka tidak pernah ingin menang sendiri. Dalam keadaan berdesakan, semut-semut pekerja mencoba mencari penyelesaian masalah untuk mengendalikan rekan-rekannya di daerah kemacetan. Pada saat menghadapi kemacetan lalu lintas, semut-semut lebih suka menyeret rekan yang lain keluar dari jalan tersebut dan memaksanya untuk mengambil rute alternatif. Strategi ini memungkinkan semut-semut menghemat waktu untuk mengangkut makanan. Semut-semut pekerja meninggalkan jejak berupa isyarat bau yang memungkinkan rekan-rekannya mengikuti rute antara sarang dan sumber makanan. Semakin banyak semut mengikuti jejak tersebut, rambu-rambu kimia ini makin diperkuat dan menjadi lebih atraktif. Rute ini dipakai untuk berangkat dan balik. Hal menarik adalah kejadian kemacetan lalu lintas semut tidak pernah terjadi. Demikian hasil riset Vincent Fourcassii dan timnya dari Universitas Paul Sabatier di Toulouse, Prancis. Untuk menghindari kemacetan, semut mendorong satu sama lain keluar dari jalan utama dan mencari jalan alternatif baru. Semut hitam (lasius niger) diteliti untuk mencari sumber gula, yang hanya bisa dicapai melalui sebuah jembatan yang dibagi dua cabang dengan lebar sama. Bila lebar masing-masing cabang 10 mm, lalu lintas dua arah hanya terkonsentrasi pada satu dari dua cabang itu. Ini menunjukkan bahwa semut-semut lebih suka mengikuti rute yang ditandai dengan baik. Namun, bila cabang dipersempit (6 mm atau kurang), aliran semut sepanjang dua rute cabang lebih seimbang. Ini karena semut yang meninggalkan sarang untuk mencari gula bertemu dengan semut yang balik dengan membawa gula, dan mereka beradu sehingga mengakibatkan semut yang akan mencari gula ini memilih mengambil jalan cabang lain. Padahal setelah beradu kepala, semut-semut yang berangkat diharapkan berbalik dan pulang kembali ke sarang. Namun, kenyataannya tidak dan mereka menemukan solusi lebih baik untuk mengatasi masalah melalui pencarian rute baru. Strategi ini membuat semut-semut memelihara aliran balik yang sama bila keadaan mulai macet. Proses serupa di atas ternyata juga dipakai mengendalikan lalu lintas jaringan sarang semut di terowongan bawah tanah. Pelajaran yang dipetik dari kelakuan semut di atas adalah kemacetan lalu lintas diatasi melalui kedisiplinan. Di sini tampak bahwa semut yang berangkat tidak memaksa untuk menorobos arus dan mereka tahu diri untuk memprioritaskan arus lalu lintas bagi rekannya yang balik membawa makanan. Sementara itu, agar tidak memacetkan, semut-semut itu mencari jalan alternatif baru. Refleksi dari semut untuk mengatasi kemacetan lalulintas adalah penyediaan jalan-jalan alternatif, yang tidak harus berukuran besar namun layak untuk dilewati. Jalan-jalan kecil di Kota Bandung jumlahnya banyak, namun kondisinya sangat memprihatinkan sehingga tidak layak dilewati. Adapun yang kondisinya baik, mereka terpaksa ditutup dengan portal dengan alasan keamanan. Kalaupun dapat dilewati, banyak warga memasang ranjau darat berupa polisi tidur. Itu sebabnya jalan-jalan alternatif itu tidak optimal fungsinya, sehingga kebanyakan kendaraan tumpah ke jalan-jalan utama sehingga kemacetan tidak terelakkan. Kelakuan semut-semut menyeret rekan yang lain keluar dari kemacetan dan memaksanya untuk mengambil rute alternatif, dapat diterjemahkan sebagai pengaturan lampu lalu lintas kota terintegrasi. Rambu-rambu ini untuk mengarahkan dan mengendalikan aliran kendaraan di waktu-waktu sibuk. Belajar dari semut, seharusnya kemacetan kota dapat diminimalkan dengan cara pedisiplinan pengguna jalan, penyediaan sarana jalan yang layak, dan pengaturan sistem pengaturan lampu lalu lintas kota yang terintegrasi. Pelajaran dari semut di atas tampaknya dapat diterapkan juga untuk aliran data seperti sistem jaringan telefon. Kelakuan semut ini juga memberikan inspirasi bagaimana merancang sistem komputer yang mampu menghindari kemacetan jaringan. Caranya adalah melalui penyediaan rute-rute jalan kecil dengan jumlah lebih banyak.*** Penulis adalah Guru Biokimia, Kimia ITB Monday, May 7, 2007, 6:51:21 PM, you wrote: >> >> Assalamu'alaikum wr.wb. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan email yang terdaftar di mailing list ini. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
