Assalamu'alaikum wr.wb.

Kato-kato untuak mancuci otak nan pernah ambo baco dan ambo danga (waktu
seminar, sharing, baraja, dari pituah-pituah pengusaha, dll).
Untuang-untuang baguno bagi yang kito sadonyo umumnyo dan ambo pribadi
khususnyo (nan masih berencana dan alun barani mamulai MELAKUKAN)

1. Jika kita melakukan sesuatu karya dengan cara A, maka hasil yang akan
didapat adalah A (tidak akan pernah menjadi B selama kita melakukan dengan
cara A)
Jika kita ingin mendapat hasil B, maka lakukan dengan cara B
Misalkan cara A dengan kerja di kantor : hasilnya adalah pendapatan
yang jumlahnya A
Jika ingin mendapat hasil lebih dari A, 2xA, 3xA, dst nya harus dilakukan
dengan cara B misal berdagang.
2. Rezki itu datang bukan hanya dengan berdo'a dan berdo'a saja, tapi
dijemput dengan *MEMULAI* melakukan suatu karya dengan *menambah nilai suatu
objek sehingga mempunyai nilai jual dan cita rasa* yang berguna bagi
penggunanya (orang banyak). Misal : Batang bambu dijadikan furniture bambu,
kerajinan seni, dll.
3. Kebanyakan orang Indonesia kurang bisa mengembangkan potensi dirinya,
sehingga potensi Sumber Daya Alam yang kaya di Indonesia belum bisa
dioptimalkan karena kurangnya kreatifitas dari anak bangsa. Dikarenakan
sistem pendidikan yang belum tepat, lingkungan (keluarga, sekolah dan tempat
tinggal) yang kurang mendukung, dan lemahnya motivasi (dari dalam diri dan
dari luar diri) untuk mengoptimakan potensi diri sehingga menjadi lebih
kreatif dan bisa menghasilkan suatu karya yang punya nilai tambah dan punya
nilai jual.
Soalnya kebanyakan orang tua-orang tua selalu menekankan pada anaknya dari
kecil hingga usia sekolah : Belajar yang rajin, supaya nilainya bagus, dan
bisa bekerja di tempat yang bagus dan gajinya bagus, kalau dapat jadi
Pegawai Negri yang punya pensiun. Jadi di dalam memory otak kita sudah
melekat kuat kata "belajar yang rajin agar bisa bekerja supaya dapat gaji."
4. Adanya penafsiran yang kurang tepat bahwa bisnis itu adalah bakat, bawaan
dari keluarga dan takdir diri. Padahal bakat itu bisa ditumbuhkan dengan
Afirmasi positif, melakukan dengan rutin, berkarya melakukaan inovasi dgn
kreativitas, dan yang utama LAKUKAN dulu, masalah hasil adalah proses dan
pembelajaran menuju kesempurnaan. Intinya menambah nilai sesuatu objek
adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar, parameter kualitasnya selera
konsumen.
5. Kebiasaan dari kebanyakan kita menganggap dengan sekolah yang tinggi baru
bisa diciptakan kesuksesan. Padahal jika dilihat dari jumlah pengusaha yang
ada di Indonesia, paling banyak 30% saja (menurut saya) yang punya latar
belakang pendidikan yang bagus, sisanya 70% (menurut saya) latar belakang
pendidikannya malah boleh dikata paling tinggi tamatan SMA, tapi mereka
berani memulai MELAKUKAN dan MELANGKAH PERTAMA dari 0 (nol) dengan kerja
keras, doa dan selalu belajar dari kegagalan sehingga "Tuhan membuka jalan
rezki yang tiada batas" untuk mereka.

dll

wassalam
Reza

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke