Assalamu Alaikum W. W.

Saya menceritakan kejadian yang terjadi dikampung saya. Sebuah desa yang
jaraknya dari Payakumbuh kira-kira 18 km.  Waktu menumpas PRRI tahun
1961/1962 desa kami ini dijadikan basis oleh tentara pusat dengan membuat
box (benteng) dan lengkap dengan Tugu Pembebasannya. Maka berkeliaranlah
tentara-tentara Pusat tersebut dikampung dan banyak yang mengawini
gadis-gadis desa kami.  Ada yang menikah dengan orang Batak ada dengan orang
Indonesia bagian Timur dan ada pula yang  menukar agamanya menjadi Kristen.
Waktu itu orang-orang desa takut karena mereka berkuasa. Sebab waktu itu tak
ada hukum tentara tsb. main pukul saja dan mereka tidak bisa dijangkau hukum
sampai terus ke zaman orde baru. Waktu tentara Batak tersebut pensiun
perempuan itu  memutuskan pulang kekampung dengan memboyong anak-anaknya.
Jadilah ada sebuah keluarga Yang merayakan Natal dan bertanda salib
dikampung kami tsb.  Sebelumnya selama dunia terkembang belum ada didesa
kami yang beragama selain Islam.  Baru-baru ini perempuan tsb. meninggal dan
dia minta dimakamkan didepan rumahnya (maaf dikampung kami belum ada pandam
pekuburan). Jadilah sekarang kalau anda datang berkunjung kedesa saya anda
akan menemukan sebuah kuburan yang bertanda salib (+) dipinggir jalan desa.

 

Yang ingin saya tanyakan kepada pemangku adat, pemangku agama, dan perangkat
desa mungkin kepada bapak Azmi Kasim atau siapa saja yang dapat memberikan
jalan keluarnya persoalan yang terjadi dikampung kami yaitu sbb:

1.      Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah orang yang memeluk
agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi?
2.      Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan harus menghormati
agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan keluarga tsb. beribadat
menurut agamanya.
3.      Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat Nagari) yang terdiri
dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya jangan dimakamkan didesa itu
orang yang beragama selain Islam? Apakah akan dikatakan melanggar HAM?
4.      Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama secara berangsur akan
ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena anak-anaknya akan menikah dan
ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke Islam.
5.      Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi ras dan multi
religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari) rasanya kok belum
diterima.  

 

Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,

Hayatun Nismah Rumzy (68+)

 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=49678/*http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p
=BESTDEAL> 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke