Wassalamu'alaykum wr.wb

     Dalam agama Islam sudah sangat jelas tentang tidak bolehnya
     seseorang memaksakan kehendaknya untuk menjadi penganut agamanya.
     Namun tidak berarti pula bagi seorang muslim untuk membiarkan
     saudara-saudaranya dipalingkan aqidahnya ke ajaran lain.
     Oleh karena itu kalau kita membicarakan kristenisasi maka
     semangat yang ada adalah bagaimana upaya melindungi
     saudara-saudara kita dari upaya tersebut, jauh sekali dari
     pengertian melakukan pelarangan ibadah terhadap agama lain.

     Demi menjaga konflik antar agama sebetulnya pemerintah melalui SK
     telah mengatur agar penyebaran agama tidak ditujukan kepada orang
     yang telah memeluk agama.
     Tentu saja larangan ini tidak berlaku apabila seseorang dengan
     melakukan kesadaran sendiri berpindah dari satu agama keagama
     lain.
     
     Yang  menjadi  problem  adalah cara penyebaran agama , kadangkala
     kita  bertanya  apakah  sedemikian mudah seseorang bertukar agama
     karena  sekedar  menerima  bantuan  sembako, atau sekedar bantuan
     kesehatan.?  Ada baiknya juga bertanya apakah mereka mau bersedia
     memberi bantuan secara cuma-cuma tanpa memiliki keyakinan bahwa orang yang
     dibantu tersebut akan mengikuti agama mereka ?
     Karean dengan cara yang sistematis maka lambat laun usaha ini akam
     membuhakan hasil
     
     Kalau  mengukur dengan orang-orang  yang ekonominya mapan,
     dengan intelektualnya memadai maka cara-cara seperti itu
     (membagi-babikan sembako, kesehatan gratis) tentu saja tidak
     akan berhasil, untuk kelompok yang seperti ini sudah sda  cara lain
     dengan menyisipi fikrah-fikrih yang akan menjauhi agamanya.

     
     Kasus-kasus yang memperlihatkan seolah-olah ummat Islam melakukan
     intimidasi terhadap penganut agama lain misalkan pengrusakan
     tempat ibadah, pengusiran disuatu kampung, maka kasus-kasus ini
     haruslah dilihat dalam kronologis awalnya, jangan sekedar menilai
     dengan sebagian fragmennya saja (peristiwa perusakan).
     Karena awal dari kejadian-kejadian tersebut telah didahului dengan
     pemberitahuan dan peringatan dari masyarakat setempat yang
     keberatan namun tidak dipedulikan, ijin pendirian yang tidak
     sesuai, cara-cara penyebaran yang provokatif (mengajak
     anak-anak) dan penduduk sekitar yang miskin.

     Kadangkala   ada   unsur  kesengajaaan  dengan  tidak  menggubris
     peringatan-peringatan  masyarakat dengan satu skenario bahwa bila
     ummat  Islam  terpancing  melakukan  tindakan anarkis maka mereka
     akan  memblowupnya  dan menjadikan sebagai bentuk menarik simpati
     dunia luar dan mengumumkan bahwa mereka telah teraniaya, sehingga
     menimbulkan  kesan ketidak toleranan ummat Islam terhadap pemeluk
     agama lain.


     
     Saya yakin bahwa ummat Islam paling siap untuk hidup berdampingan
     dengan pemeluk agama lain.
     

     Arnoldison
     
     

Tuesday, May 8, 2007, 6:59:00 PM, you wrote:

   
bi>   Assalamualaikum
bi>   Bagi saya Kristenisasi harus dilihat dari dua belah pihak. Kristiani di 
indonesia adalah minoritas dan karena itu jugalah mereka melakukan dakwah 
secara berlebih lebihan. Barangkali sama dengan
bi> umat Islam di amerika dan eropa sana. Kita seringkali mengecam tindakan 
mereka di barat sana terhadap dakwah umat Islam yang seringkali diperlakukan 
tidak adil namun kadangkala kita juga
bi> seringkali melakukan hal yang sama terhadap umat mereka disini.

-delete
bi>   Salam
   
bi>   Ben




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke