rahyussalim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ... Saya yakin harga obat tidak berpengaruh significant akibat perilaku dokter macam ini (karena jumlah dokter mapan seperti ini tidak banyak, mungkin hanya 1% dari jumlah dokter Indonesia saya gak punya datanya). ... ... [deleted] Dugaaan saya pengaruhnya tidak ada (kalau ada mungkin tidak bermakna). ... [deleted] Selain itu kalau tidak salah sekitar 10 sd 20% harga obat memang dikembalikan untuk menunjang kegiatan ilmiah dan semacamnya Dalam posting saya sebelumnya saya pernah menulis: biaya promosi dan "biaya promosi" (pakai tanda kutip). Waktu ditugaskan mengaudit dulu saya memang tidak pernah menemukan satu barispun catatan perusahaan tentang adanya pengeluaran biaya untuk Tuan X agar ybs menggunakan obat kita" Saya juga tidak punya angka persis mengenai besaran biaya untuk "menunjang kegiatan ilmiah dan semacamnya" tsb. Tetapi buat perusahaan, ini tetap kategorinya biaya promosi (ataupun dengan judul lain - ini masalah accounting treatment). Tentang berapa proporsi biaya ini yang benar2 menunjang kegiatan ilmiah, saya lebih tidak punya angka lagi. Ini sedikit lebih rumit, Cerita saya berikut tentunya kasuistis, dan mudah2an satu2nya di Indonesia. Saya pernah dihubungi seorang teman yang suami istri berprofesi sama, bekerja di suatu kota di Sumatera; dia minta tolong dicarikan informasi tentang hotel bagus - berikut ratenya - di sekitar Bunderan HI - dan dia tegaskan: yang dekat mall baru; jadwal penerbangan dan harga tiket kelas bisnis dari kotanya - Jakarta - Palembang, pp; dan ongkos carteran mobil Jakarta - Bandung pp. Saya tanya, kok tumben dia jadi orang kaya. Jawabannya adalah: "Ngga, suamiku mau mengikuti seminar di Palembang. Kebetulan orang perusahaan yang jadi sponsor seminar ini baik sekali dan sudah seperti saudara sendiri.... jadi katanya - karena kebetulan pas liburan sekolah, aku dan anak2ku bisa ikut sekalian ..." Agak menyimpang sedikit, saya jadi ingat tentang "independensi" di profesi audit. Waktu itu dosen saya bertanya menanyakan komentar isi kelas tentang masalah independesi suaru unit kerja di institusi kami, yang hampir sepanjang tahun mengaudit di salah satu BUMN (yang memang sangat besar). Tim audit diberikan ruangan khusus dengan standar perusahaan (yang jauh lebih nyaman di banding kantor kami), makan siang di sana dsb dsb oleh BUMN yang baik hati tersebut. Sebagian dari mereka ikut jemputan kantor sana. Seorang teman yang memang berasal dari unit tersebut dengan tegas menjawab: "Walaupun mereka baik, tetapi kami kan profesional yang bisa menjaga independensi, dan perusahaan itupun sangat menghargai hal ini, sehingga mereka tidak pernah berusaha mempengaruhi independensi kami. Apa tanggapan pak dosen?: "menerima kebaikan pihak lain yang bisa - walaupun belum tentu - mempengaruhi independensi anda itu sebenarnya buruk; setidaknya "in-appearance" anda sudah tidak independen lagi. Tetapi kalau anda sudah menerima kebaikan mereka, dan anda tetap independen, itu bukan hal yang buruk, tetapi "tidak tahu di untung ..." (Dosen saya ini - skrg almarhum - bukan orang Minang, tetapi sangat rajin mempelajari kebudayaan dan peribahasa Minang). Riri . Tapi ... Namun saya kira harga obat bisa diregulasi dengan mudah oleh pemerintah (depkes dan instansi terkait), asal pemerintah mau. Kasarnya berapapun harga obat sangat tergantung kepada pihak pelaku bisnis farmasi dan pemerintah, si praktisis kedokteran tabao rendong se nyo... kenapa??? mau diresepin ataupun gak di resepin harga obat itu tetap segitu. Mau ada kerjasama atau tidak kerjasama harga obat tetap segitu. Selain itu kalau tidak salah sekitar 10 sd 20% harga obat memang dikembalikan untuk menunjang kegiatan ilmiah dan semacamnya. Barangkali ini komponen yang sering menimbulkan kecemburuan dikalangan orang awam, dan masyarakat non kesehatan yang tidak mengetahui permasalahan dan sering menjadi omongan. Sedikit komentar saya mengenai 10 sd 20% ini; saya tidak tahu persis darimana angka ini dulu turunnya, namun semua farmasi memasukkan komponen ini dalam salah satu harga obat baik itu obat PMDN, mau pun obat dari PMA. Kalau tidak salah (lagi2 saya tidak punya datanya) ide komponen ini adalah untuk menunjang keberlangsungan proses pendidikan, penelitian dsb yang menyangkut perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran. Pelaksanaannya seperti apa, masing2 praktisi kedokteran di berbagai negara memiliki cara masing2. Wallahu a lam. Demikian rahyussalim
No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.8/800 - Release Date: 5/11/2007 7:34 PM --------------------------------- Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with theYahoo! Search weather shortcut. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan email yang terdaftar di mailing list ini. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
