Waalaikumsalam w.w. pak Sutan Lembang Alam, Sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas penjelasan ini, yang mudah-mudahan dapat menjadi pegangan bagi kita semua menghadapi gejala yang sudah lama ada di tengah-tengah kita ini.
Kalau boleh saya menambah sedikit saja, izinkanlah saya menghimbau agar: 1) integrasikanlah nilai adat Minangkabau dan agama Islam itu secara utuh, sesuai dengan rumus ABS SBK yang sudah kita terima bersama, sehingga tidak ada celah yang dapat dimasuki fihak lain; dan 2) jadikanlah Islam itu benar-benar rahmat bagi semua, bukan hanya secara rohaniah, tetapi juga secara lahiriah, sehingga menjadi seorang muslim juga berarti menjadi seorang kuat imannya dan sejahtera kehidupannya. Wassalam, Saafroedin Bahar --- Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu > > Atas permintaan pak Saaf untuk menulis dalam bahasa > Indonesia postingan dengan judul 'Adiak Buya Hamka, > ka dipangaakan baliau', berikut ini saya tulis ulang > dengan judul yang sedikit dimodifikasi. > > Allah Ta'ala berfirman bahwa, 'Siapa saja yang > ditunjuki Allah hatinya maka tiada siapapun akan > sanggup menyesatkannya, dan barangsiapa dibiarkan > sesat oleh Allah, tiada siapapun akan sanggup > menunjukinya. 'Man yahdilLahi falaa mudhillalahu, wa > man yudhlilhu fa laa haadiyalahu.' Kalau begitu apa > yang harus kita lakukan? Akankah kita pasif saja? > Kita tunggu saja biar Allah memasukkan setiap kita > kemana saja yang dikehendakiNya? Tentu bukan > demikian. Kita diberi bekal oleh Allah berupa otak > (pikiran) serta hati (keimanan) dan perasaan (hawa > nafsu). Begitu banyak contoh ditunjukkan Allah untuk > meyakini kebenaran yang datang dari Allah. Namun > kita mesti berusaha mencari dan memahami ayat-ayat > Allah tersebut dengan mempergunakan akal budi yang > kita miliki. Allah itu Maha Tunggal. Lalu ada > manusia mengatakan bahwa Allah itu berserikat. Coba > gunakan akal pikiran. Bisakah masuk di akal bahwa > Allah itu bersekutu? Alam raya ini diciptakan Allah > sendirian, sejak jaman yang hanya > Dia saja yang tahu kapan tepatnya, entah berapa > milyar tahun yang lalu jika diukur dengan takaran > waktu manusia. Adalah Allah sendiri yang menciptakan > alam raya yang luas langitnya berlapis-lapis. Lalu > ada orang mengatakan bahwa sejak sekian ribu tahun > yang lalu, hanya sekian ribu tahun dari kurun waktu > penciptaan Allah yang tidak berhingga waktunya, > tiba-tiba Allah jadi berserikat. Allah mempunyai > anak. Cobalah gunakan akal, mungkinkah logika > seperti itu masuk dan diterima akal? > > Namun kita juga menyadari. Memang ada orang yang > dijadikan Allah tertutup pintu hati mereka terhadap > kebenaran yang datang dari Allah. Memang Allah > mewahyukan kepada sebagian manusia sehingga manusia > itu dekat kepada ketakwaan. Sebaliknya ada yang > Allah biarkan sehingga mereka dekat kepada > kekafiran, kebodohan, ke fasikan, 'Fa alHamaHa > fujuraHa wa taqwaaHa' (maka Dia mengilhamkan jiwa > itu kefasikan dan ketakwaan). (Asy Syams (91) ayat > 8). Ada saja bergetar dihati manusia keinginan untuk > berbuat baik atau berbuat jahat. Selalu saja seperti > itu. Tapi ada manusia yang yang bisa menguasai gerak > hatinya. Ada yang mampu mengalahkan gerak hati yang > ingin berbuat jahat atau kefasikan sehingga dia > tidak jadi berbuat jahat atau fasik. Tapi ada pula > yang tidak mampu mengerjakan kebaikan sesuai dengan > yang tergerak dihatinya lalu bahkan berbuat > kebalikannya yaitu kejahatan. Begitulah manusia. > > Dan kita tidak bisa mengelompokkan atau > menggeneralisir manusia sesuai dengan suku dan > bangsanya ke dalam satu kategori saja. Tidak bisa > kita mengatakan bahwa semua orang Arab adalah > orang-orang beriman belaka. Atau seluruh orang > Minangkabau adalah orang-orang Islam yang baik > belaka. Tidak bisa kita mengatakan demikian. Begitu > pula sebaliknya tidak bisa kita mengatakan bahwa > seluruh orang Eropah adalah orang semua. Atau semua > orang Batak Toba adalah orang Kristen semua. Tidak > bisa demikian. > > Sama tidak bisanya kita mengatakan bahwa disekitar > orang alim pasti hadir orang alim semua. Anak > seorang ustad pasti orang faham agama semua. > Bukankah sudah dicontohkan oleh Allah putera Nabi > Nuh yang bernama Kan'an. Ternyata dia adalah seorang > yang ingkar atau kafir. Dia menolak kebenaran yang > datang dari Allah melalui Nabi Nuh yang adalah > ayahnya sendiri. Begitu juga dengan istri Nabi Nuh > dan istri Nabi Luth. Kalau Allah membiarkan mereka > berada dalam kefasikan atau kesesatan tiada seorang > jua yang dapat menunjuki mereka. > > Jadi bagaimana kita menyikapi kalau ada orang > Minang yang dibiarkan sesat oleh Allah?Sehingga dia > menjadi kafir atau murtad masuk agama lain selain > Islam? Atau bahkan jadi orang yang tidak percaya > dengan keberadaan Tuhan? Atau yang berprilaku fasik > atau jahat? > > Menyikapinya adalah dengan menyampaikan dakwah > kepada mereka. Sampaikan dan ingatkan mereka agar > kembali ke jalan Allah dengan segenap kemampuan yang > ada pada diri kita. Ketika kita melihat kemungkaran > di dekat kita, entah berupa kemurtadan, atau > kefasikan atau yang lain-lainnya, sebaik-baiknya > dicegah dengan tangan atau kekuasaan kita. Kalau > tidak sanggup dengan tangan, kalau kita tidak > mempunyai kekuasaan untuk memperbaikinya, lakukan > dengan lisan. Sampaikan dakwah dengan kata-kata. > Kalau inipun tidak sanggup lakukan dalam hati dengan > doa kepada Allah, meski yang terakhir ini menurut > sabda Rasulullah adalah yang selemah-lemahnya iman. > > Dan yang lebih utama lagi adalah berusaha > memelihara iman kita secara berkesinambungan. Lalu > sesudah itu memperhatikan pula anggota keluarga kita > sendiri untuk senantiasa diingatkan agar tetap dalam > iman kepada Allah. Lalu kaum famili kita juga > diperhatikan. Dan orang sekampung kita juga > diperhatikan, begitu seterusnya. > > Terakhir sekali, seandainya kita sudah berusaha, > namun 'mereka' tetap juga ingkar. Tetap juga dalam > kekafiran mereka atau dalam kefasikan mereka, maka > bolehlah kita menjaga jarak dengan batas yang tegas > dengan mereka. Mereka tidak lagi jadi saudara kita, > tidak lagi menjadi kerabat kita. Ini sesuai pula > dengan contoh yang ditunjukkan Allah dengan pristiwa > putera Nabi Nuh. Ketika Nabi Nuh berseru, 'Ya Allah > yang sedang hanyut itu adalah anakku', Kata Allah, > bukan. Dia bukanlah anggota keluarga engkau lagi. > Bacalah di dalam surat Huud ayat 45 - 46. > > Mudah-mudahan bermanfaat. > > Wassalamu'alaikum > > > St. Lembang Alam > http://lembangalam.multiply.com > http://360.yahoo.com/stlembang_alam > > > > --------------------------------- > You snooze, you lose. Get messages ASAP with > AutoCheck > in the all-new Yahoo! Mail Beta. > > > ____________________________________________________________________________________Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware protection. http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan email yang terdaftar di mailing list ini. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
