Maaf .... dari ambo daulu agak sajamang.............

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of dutamardin umar
Sent: Sunday, May 27, 2007 6:32 PM
To: [email protected]
Cc: jamaludin mohyiddin
Subject: [EMAIL PROTECTED] Mohon bantuan Manjaok Tanyo


Asslaamu'alaikum sanak ambo.,
 
Kalaulah buleih ambo dibantu manjaok tanya sanak Jamal
dibawah.
 
Tarimokasih banyak yo...sanak
 
Wassalam
ajoduta

jamaludin mohyiddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Bang Duta,
         

        1.      Bang Duta meminta saya memperbaguskan lagi artikal About
West Sumatra-Indoneisa. 
        2.      Saya setuju artial ini rengkas tetapi padat dan
informative dengan the essential Sumatra. Walaupun begitu kita perlu
membuat satu poster(penulisan) sehubung dengan marketing of tourism of
West Sumatra. Dalam context ini saya ingin membuat satu revisi. 
        3.      Idzinkan saya bertanya beberapa relevant questions:

         A apa ma'ana Sumatra. Samudra? Lautan nan luas? Saya ingin
membawa pelawat dan pelancung asing mengerti sejarah ini 
        Sumatra dari Suwarna Dwipa.............Pulau Emas ??
         Tercatat emasnya waktu itu  dari Salido Painan.
        Selain itu ada juga julukan pulau Perca karena menghasilkan
sejenis karet/getah perca.
         
        B apa ma'ana dagang dalam pengertian "merantau dan berdagang".
Saya ingin memasar/marketing aspek berdagang dan berrantau" dalam
keperiwasataan Sumbar 
         
        Generasi muda dianjurkan terlebih dahulu memperluas wawasannya
dengan meninggalkan kampung mencari penghidupan dinegeri orang.
Diharapkan nanti dapat membantu kampung halamannya. Sekurangnya membawa
lagi saudara atau kemenakannya untuk ikut merantau.
         
        Kiriman baik berupa uang atau barang untuk saudara di kampung ,
merupakan bukti tanggung jawab para perantau untuk saudara dikampung.
Ini dibuktikan banyaknya kiriman menjelang Hari Raya
        Jadi berbeda dengan orang Batak yang merantau, selama ini mereka
dianggap kurang peduli dengan kampungnya. Sehingga ada gerakan
Marsipature Hutanabe untuk peduli kampung halaman bagi mereka.  Karena
selama ini banyak para Opung ini hanya tulang belulangnya yang dikirim
pulang kampung dan dibikinkan anak cucunya tugu yang mewah dan mentereng
full ceramic, walau masih banyak rumah mereka yang berlantai tanah/
tiang tinggi tanpa MCK, karena langsung disantap babi. Tapi kalau untuk
persatuan bagi para perantau diperantauan mereka rata-rata lebih unggul
dari orang Minang .
         
        Juga beda dengan orang Cina yang merantau sehingga istilah :
Rantau Cina. Walaupun mereka masih mempertahankan adat-istiadatnya, tapi
kepedulian terhadap tanah leluhur agak berkurang. Ini mungkin disebabkan
dulu banyak mereka merantau karena tekanan politik . Semenjak ada
pembaruan di Cina baru mereka invest lagi dikampungnya.
         
        Begitu juga suku lain yang banyak merantau seperti Banjar dan
Bugis yang banyak membentuk enclave tersendiri dalam perantauannya
dijaman Belanda dulu.
         
        Pola merantau orang Minang adalah yang lebih poluler  sebagai : 
         
        Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Mereka diminta
menyesuaikan diri dengan komunitas lokal bukan untuk membentuk enclave
tersendiri.  
         
        Karatau madang daulu, babuah babungo balun.
        Karantau bujang daulu, dirumah paguno balun
         
        Kok jadi sanak ka lapau
        Hiyu bali balanak bali
        Ikan panjang bali daulu
        Kok jadi sanak marantau
        Ibu cari dunsanak cari
        Induak samang cari daulu
         
        Jadi dengan ungkapan diatas tampak "induak samang" atau boss
yang menjadi supplier barang dagangan dicari dulu. 
        C apakah essensi political anthropoly of minang people.
Menukilkan kepada pelawat tentang keunikan dan keprogresifan masyarakat
matrilinear  Minang yang membuat mereka berwisata ke land of the Minang.

         
        Sayang sekarang contohnya sudah mulai berkurang.
        Dulu tampak sekali  peran dan tanggung jawab mamak terhadap
kemenakan. Sedangkan Bapak hanya sebagai Rang Sumando yang bagai abu
diatas tungguk. Setiap saat bisa berangkat, karena dia juga berperan
sebagai mamak bagi kemenakannya sendiri.
         
        D apakah uniknya landscaping of Sumbar. Bagi saya beberapa
istilah yang mengambarkan rupabentuk dan senirupa alamnya. Jelaskan
istilah cagar alam dan keanikaragaman hayati(bio-diversity) Sumatra
Barat. Bagaimana dengan alam fauna dan flora di alamnya .
         Selain wisata budaya yang sudah lazim , secara insidental ada
bunga Rafflesia yang mekar di sekitar Palupuh 
        E dimana letaknya kemajuan masyarakat minang. Kemajuan yang asli
dan tidak berlandaskan westernization adalah satu bahan tarikan
berwisata ke Sumbar. Essensi keperiwasataan Bali adalah faktor ini .
        Yang banyak menarik perhatian diantaranya handy-craft  baik
sulaman/bordir, perak bakar, anyaman dll 
        F dimana letaknya dinamika interaksi dan kejayaan local orang
minang. Pelawat asing begitu tertarik dynamism ini. Kita patut tonjolkan
dimensi ini.  
        Enterpreneurship yang cukup tinggi dibandingkan dengan suku
lain. 
        Kalau suku lain dalam merantau menyatakan untuk cari kerja. tapi
orang Minang adalah mencari"pitih"
        Sekurangnya dengan membuka warung nasi yang bertebaran sampai
dipelosok Indonesia
         
        G jelaskan faktor penyesuaian Islam ke dalam kedaerahan Minang.
Interaksi dan asimilasi antara agama dan budaya dan alam Minang bagus
menjadi bahan tarikan keperiwisataan Sumbar.  
         
        Interaksi Islam dengan Minang adalah : Minang identik dengan
Islam. Bukan orang Minang kalau dia tidak Islam.
        Diantara contoh fanatisme ini antara lain diawal orde-baru :
        PPP dibandingkan Golkar banyak mendulang suara dari kelompok ini
karena adanya fanatisme ini. Walau sejumlah  orang Minang ada  yang
pareman/pemabuk/penjudi, tapi kalau rasa keMinangan dan keIslaman itu
terusik oleh kelompok lain mereka secara spontan akan bangkit
menunjukkan jati dirinya sebagai orang Minang yang Muslim. Jadi
bagaimanapun parewanya urang urang Minang, mereka tidak  sudi dianggap
dia sudah bukan orang Islam. Walau perilaku sehari-hari mereka jauh dari
tunjuk ajar  ajar agama tsb . 
        Lihatlah dibeberapa pasar ikan di Sumbar-Riau, yang namanya
pareman pasa ikan. Mereka cukup cepat dapat dimobilisir dan punya rasa
kepedulian terhadap kelompok yang tinggi. Dan tidak sudi dianggap tidak
beradat  maupun tidak beragama.
        H.  Dalam beberapa ayat jelaskan keanikaragaman hayati makanan
Minang (Minang food diversity) 
         
        Khas makanan ini rasa pedas dan bersantan,  lebih banyak berasal
dari daging serta bagian dalam tubuh hewan ( jeroan, hati, jantung,
limpa,dll).  
        Sayur manis/tumis kurang dominan.
         
        Bahkan kalau indak makan " nan anyia"  rasonyo belum di
wong-kan.
        Kecek inyiak ambo dulu samo jo makan "urang kuntarak"  ( koeli
kontrak)


        dutamardin 








--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke