Ntar dulu, saya lagi bingung, yang dimasalahkan Pemerintah Indonesia (dan 
disetujui Malaysia) ini penggunaan KATA  Indon atau PERSEPSI dari kata Indon 
tersebut?
   
  saya tidak tinggal di Malaysia, tapi beberapa kali baca dan denganr Indon ini 
sering juga diartikan negatif, contohnya saya baca di 
http://abemuha.blogspot.com/2005/07/tips-menghalang-kecurian-polis-diraja.html
   
  Kalau dengan menghapus kata Indon dari bumi Malaysia itu sama artinya dengan 
menghapus persepepsi negatif terhadap Indonesia, ya saya sangat berterimakasih 
ke pemerintah.
   
  Tapi kalau cuma menghapus kata saja sih ..., repot amat ...
   
  Barusan saya telpon seorang teman, dia bilang itu sudah "kemenangan besar 
buat kita".
   
  Cuma, tadi saya bilang ke kawan itu, saya akuntan, ada pepatah dari niniak 
mamak kami yang bunyinya: "substance over form". isi itu jauh lebih penting 
dari bentuk luar atau judulnya.
   
  Nah, kalau keberhasilan kita hanya menghapus kata, bukan makna atau persepsi, 
dulu ada kawan saya yg sering bilang begini: "nak kojo dipakojo, dibari kojo 
mancilobia ..."
   
  Riri

Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Menteri Informasi Malaysia Larang Penggunaan Kata "Indon"

Jumat, 25 Mei 2007 

Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin akhirnya menyetujui
keberatan Indonsia untuk tidak menggunakan kata "Indon" 

Hidayatullah. com--Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin
mengatakan sudah melakukan imbauan kepada warganya dan media Malaysia untuk
tidak menggunakan kata "Indon" dalam penyebutan kepada orang Indonesia.

"Saya sudah memberikan imbauan agar tidak mengeluarkan sebutan-sebutan yang
memiliki potensi besar merenggangkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia
yang sudah terjalin dengan amat baik," kata Datuk Seri Zainuddin ketika
ditemui dalam konfrensi AMRI (ASEAN Ministers Responsible for Information)
ke sembilan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Malaysia mengerti bahwa perkataan "Indon" amat menyakiti
perasaan orang Indonesia, sehingga pada hari Rabu kemarin (23/5) pihaknya
telah mengarahkan agar kata tersebut tidak kembali digunakan.

"Kami hanya memberi arahan dan tidak memberikan sanksi hukum bagi mereka
yang masih menggunakan kata "Indon" tersebut,"

Karena, lanjutnya, di Malaysia banyak sekali nasehat-nasehat serta
rambu-rambu larangan yang sifatnya tidak memaksa tetapi amat tegas dan
berlaku dalam dunia pergaulan masyarakat Malaysia.

"Jika mereka masih melanggar arahan tersebut, tentu akan kami panggil dan
beri peringatan kembali," ujarnya.

Pelarangan yang sifatnya arahan tersebut, ujar dia, merupakan sebuah langkah
yang diambil oleh pihaknya ketika mendapat masukan dari jajaran kabinet di
Malaysia.

"Semoga saja imbauan resmi dari pihak Kementerian Informasi Malaysia ini
dapat menjadi pengingat tegas, karena selama ini pihak pemerintah Malaysia
sendiri tidak pernah menggunakan kata yang seringkali digunakan dalam bahasa
pergaulan di Malaysia tersebut," tambah dia. [ant/cha/www. hidayatullah. com]

Source : http://hidayatullah .com/index. php?option= com_content
id=1> &task=view&id= 4765&Itemid= 1

[Non-text portions of this message have been removed]







       
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke