Ass. Ngomong-ngomong soal lucu, apapun yang terjadi di Republik ini sarat akan kelucuan. yach..., lucu, lucu sekali. Jadi, Kalau ada orang yang tidak tertawa melihat kekonyolan-kekonyolan orang hebat, orang besar dan orang pintar di Negeri ini, maka sangat layak sekali orang ini untuk diperiksa ke ahli kejiwaan. Tapi kadang-kadang Negeri ini memang seperti Negeri dongeng (atau Negeri sinetron?), kenapa? lihat saja, begitu mudahnya orang-orang hebat itu mempermainkan hal-hal yang sangat riskan dan naif! memutar balikkan fakta seperti memutar balikkan bola matanya, mudah meloloskan diri seperti layaknya yang sedang bermain petak umpet, melengserkan orang yang dituduh dzalim untuk menggantikan posisinya! Berlagak moralis, berlagak penolong, berlagak bersih padahal mereka tidak lebih dari seorang kurcaci yang mulutnya busuk dan selalu menganga untuk menelan apapun yang ada dihadapannya. Semua ini sangat lucu, sangat-sangat lucu. Untuk itu, sebagai warga negara yang tidak punya kelas, yang paling mungkin untuk saya lakukan (kalau ada yang mau ikut silahkan) adalah tertawa sepuas-puasnya hati ketika menyaksikan prilaku warga negara berkelas itu. Mereka tengah menyiapkan batu nisan dan menggali kuburnya sendiri.
Salam tawa. --- Riri - Mairizal Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum wr wb. > > Tadi saya dan beberapa teman ngoborol tentang > macam2, termasuk cerita tentang "Buku Pinter" DKP > > Menurut saya, umumnya reaksi dari petinggi2 yang > nama partai, kelompok nya tercatat (dan disebut) > biasa biasa saja. Yg saya maksud "biasa" adalah > reaksi, seperti yang sudah2: diam, atau minta > buktinya, atau "yg disebut itu tidak mewakili kita". > > Ada juga yang baru seperti pak Amin Rais - > langsung confirmed, dan siap masuk penjara ... > (tentunya bareng2 dong dengan seluruh petinggi yang > nama partai atau institusinya tercatat di buku itu, > kalau ga bareng ...) > > Ada juga yang sebenarnya "biasa", bahwa itu > pinjaman kok, dan buat beli kambing kurban .... Cuma > yg ga biasa adalah, katanya pinjaman petinggi PKS > ini sudah dikembalikan, tetapi belum tercatat. > > Nah, yang saya merasa lucu Unand (sampai saat ini > kayanya baru satu2nya PTN yang masuk daftar). > > Tadi saya dapat lagi berita yang sama di MEtro TV > (copy di bawah). Ini sebetulnya sama dengan yang > sudah dimuat di koran 2 minggu yll (ini juga > kelucuan tersendiri, menurut saya). > > Iya, saya merasa lucu kalau Rektorat PTN tidak > tahu bahwa di Departemen manapun di republik ini > tidak ada pos di APBN untuk sumbangan sebagian > pembangunan gedung; apalagi yang mintanya pakai > proposal . Masa di rektorat tidak ada satu orangpun > yang ngerti sistem APBN? > > Kemudian ini menjadi lucu lagi, ketika "ternyata" > di pengadilan ini disebut dana non-budjeter - > kemungkinan hasil korupsi -, mereka merasa "nama > baiknya dicemarkan". > > Lucu juga, karena "sepertinya", ini akan > diselesaikan dengan "bersedia mengembalikan" ... > (walaupun saya ga clear, yg mau dikembalikan 25 atau > 125 juta - ini juga lucu). > > Eh, waktu saya masih "terkagum-kagum", seorang > teman saya ngomong: "untung KPK cuma mengusut kasus > ini dengan menggunakan UU TPK, coba kalau juga > mengarahkan tuduhan ke money laundering ... Ha ha, > teman saya memang asal ngomong,..., > > wassalam > > Riri > > > > > > > > > > UNIVERSITAS ANDALAS MERASA DICEMARKAN ROKHMIN > DAHURI > Sabtu, 26 Mei 2007 12:08 WIB > Metrotvnews.com, Padang: Bola panas dana > nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) > terus bergulir. Rektor Universitas Andalas Padang, > Sumatra Barat, Musliar Kasim, membantah pengakuan > mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri > soal dana DKP. Menurut Rokhmin, Musliar menerima > dana nonbujeter sebesar Rp 125 juta. Namun, menurut > Musliar, pihaknya hanya menerima Rp 25 juta. > Dana tersebut, kata Musliar, dicairkan pada awal > tahun 2004 lewat rekening Dekan Fakultas Pertanian > Rahmat Syahni. Musliar mengatakan, pihak rektorat > tidak mengetahui bahwa dana tersebut dana nonbujeter > DKP. Dana itu telah > dimanfaatkan untuk pembangunan Sekretariat > Kemahasiswaan yang baru 40 persen selesai. > Pihak Universitas Andalas, menurut Musliar, saat > itu meminta bantuan secara resmi kepada lembaga > resmi dengan memakai proposal. Pertanggung jawaban > dana itu pun lengkap. Lantaran itu, Musliar mengaku > nama baik Universitas Andalas tercemar karena > disebutkan menerima dana yang diduga hasil korupsi. > Pihaknya siap mengembalikan dana tersebut jika > pemerintah menariknya kembali.(DOR) > > > > --------------------------------- > Be a better Heartthrob. Get better relationship > answers from someone who knows. > Yahoo! Answers - Check it out. > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan email yang terdaftar di mailing list ini. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
