waduh kayaknya salah baca deh ane...
  tan malaka yg sosialis refer ke inggris.. kira2 katanya.. klo dengan sistem 
monarki seperti itu kedaulatan-kesejahteraan rakyat tercapai... alangkah 
baiknya seperti itu...
   
  klo bicarakan demokrasi dan sosialis trus... sama aja ribut di kulit, kayak 
debat (lebih mirip debat) yg di isukan PKI baru itu... hahaha isi nya orang 
padang semua... penggugat, jubir, pengamat... tau deh pembawa acaranya...
   
  sama dengan isu parpol kali ini... adakah solusi lain selain parpol... 
kayaknya blm...
   
  masalah isu etnis...
  masih ingat permasalahan imperalisme baru di irak dewasa ini... bahkan 
imperalisme baru dunia...
  klasifikasi masyarakat berdasarkan keinginan "sekelompok orang"
   
  ketika isu etnis ini dihilangkan, nah inilah korban demokrasi, korban sistem 
yg ada sekarang ini... pengkaplingan manusia berdasarkan pihak tertentu...
   
  yang ada hanya massa Golkar, PKS, PAN, Demokrat, PPP, dsb... lalu saya yang 
punya identitas minang masuk mana?? memilih menjadi warga negara salah satunya 
kah???
   
  atau kata "belum" menjadi lebih tepat...
   
  ibarat kata dalam biologi pertumbuhan, kita hanya menggembung [bertambah] 
kesamping... tapi tidak/kurang ada peningkatan...
   
  mungkin kritisi saya seperti itu...
   
  jabok
  partai minang
  

benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Duh Bok..bagi seorang khadafi, parpol apalagi demokrasi memang gak 
seksi...jauh sekali larinya ke sosialis..sama aja membandingkan FPI dengan 
Atheis..

tapi benar kata UBGB, bagi saya isu etnis ini sudah selesai..tapi memang kata 
kata saya sebelumnya ditujukan kepada orang/sekelompok orang yang lebih senang 
berkelumun dengan kain sarung ketimbang turun kelapangan dan memakai seragam 
lalu ikut mengejar bola yang sedang menggelinding.

tapi itu sebenarnya masih lebih baik daripada orang yang jangankan memakai 
seragam dan ikut bermain malah "ngasorake" orang lain untuk memboikot 
permainan. dan itu namanya Minang frustrasi...



jabok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    masalah seksi gak seksi kan tergantung 
siapa yg memakai... tul gak??
   
  dalam buku "green book" khadafi, isu parpol tuh dah usang... 
   
  sebesar apapun persentase bukannya menandakan eksistensi seseoarang...
   
  dalam opini khadafi mengatakan, sesama pedagang mempunyai minat yang sama, 
sesama dosen dll... artinya penggalangan suara tidak seharusnya dilakukan 
berdasarkan persentase tetapi berdasarkan kesamaan, disana ada dan bisa 
ditempatkan wakil dari orang2 miskin...
   
  nah bukankah kita tidak merasa jengah sistem demokrasi kita yang terhormat 
adalah masih buatan para tuan tanah yg dulu berkuasa di eropa dulu. dan 
perdata-pidana kita gak jauh beda ama hukum gereja yg diwajibkan kepada tiap2 
raja demi kepentingan vatikan... jd kaum dominan masih dan selalu bertindak 
sekehendak hati... walaupun mengatasnamakan agam...
   
  makanya muslim telah termakan isu poligami dengan mudahnya... dengan alasan 
melanggar... pdahal hukum nikah legal dinegara ini tak lebih dari hukum 
gereja...
   
  belanda adalah salah satu kerajaan2 dibawah pengaruh vatikan, inggris yang 
memerdekakan gereja dengan bishop independen mempunyai kewenangan tersendiri... 
jadi hukum kita?? ya gereja...
   
  jadi parpol... gak seksi!!
   
  salam,
  jabok
   


Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:           Bagi anda mungkin masalah 
etnis ini sudah kelar.  Termasuk sebagian alumni Lemhanas.
  Tapi bagi yang lain??  Belum boss.
   
  Ketika kita menanyakan suku bangsa seseorang belumlah seperti orang amerika 
menanyakan keturunan asal kawannya.  Kita masih mirip orang-orang di uni eropa 
sana, ketika menanyakan asal seseorang.  Intinya, saluang saja yang 
menyampaikan.
   
   
  

 
  ----- Original Message ----
From: benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 30, 2007 4:26:39 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Pilkada DKI sangat unik

Jangan terlalu bermain dengan isu dulu lah...isue etnis dalam menggalang massa 
sudah tidak populer lagi saat ini. dipilihnya militer aktif buat pendamping 
Foke bukan karena pertimbangan etnis melainkan bisikan dari gedung jaman 
kolonial di jalan Veteran itu...

Berkumpulnya parpol mendukung bowo jangan buru buru disimpulkan bahwa parpol 
ingin menghadang PKS. sejak 2-3 tahun yang lalu Foke sesungguhnya sudah mulai 
kampanye ke partai partai untuk mendukung beliau pilkada 2007 ini. jadi tak 
usah heran kelihatannya begitu gampang Foke meraih tiket ke pilkada.

mengenai fenomena kemenangan PKS di beberapa pilkada memang menunjukkan fakta 
bahwa massa PKS paling solid. kalau calon yang maju banyak dipastikan PKS 
menang tapi kalau calon hanya dua pasang maka PKS susah untuk muncul sebagai 
pemenang..lihat saja contoh bekasi dan daerah lain yang di menangi PKS.

komunitas minang golput ? saya malah khawatir lebih dari 50 % pemilih di DKI 
ini Golput...jadi susah juga memilih diantara mayoritas golput mana yang minang 
mana yang bukan...sebenarnya saya malas sekali membincangkan isue etnis 
ini..sedangkan amerika yang rasialis saja sudah memunculkan Obama yang berkulit 
hitam,..masak kita masih menghadap hadapkan antara minang dengan jawa, bugis 
dan lain-lainnya..gak seksi buat saya..apalagi kita ini mayoritas..








  
---------------------------------
  Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of 
spyware protection. 
  
---------------------------------
  Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.
  
---------------------------------
  Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who 
knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 




 
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
 with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke