Disepanjang aliran Batang SInamar masih ada beberapa..
berikut spesifikasi kincir air di jawa maupun disumbar
http://www.pu.go.id/balitbang/pusair/ungulan/ttg_air_kincir%20tipeII_baru.htm
Riri - Mairizal Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tadi, ambo "tapanciang" dek
positing tentang kincia ko. Ambo tamasuak urang nan suko kincia sajak ketek.
Kalau dicari diwebsite, kincia aia ko banyak model dan penggunaannyo. Untuak
panumbuak bareh tu biaso, untuak kapa sungai nan tanang pun banyak di dunia.
Tapi nan tadi ndak basuo di ambo adalah kincia untuak manaiakan aia (bukan
mengambil air dari tanah, tapi "mengangkat dari "banda" nan randah untuak
ditumpahkan ke banda nan labiah tinggi.
Waktu ambo ketek2, ambo pernah manampak ko di kampuang2 sekitar
Padangpanjang.
Kini ndak tau apokah masih ado atau indak. Padahal, dek karano model kincia
ko ndak ado di banyak websites tentang water mill, bukan tidak mungkin cuma
awak nan punyo kan?,
Mungkin ado dunsanak nan tau tampek2 dima kincia model ko masih ado?
Wassalam
Riri
benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Chaidir..kincir iko memang menarik, katiko urang dijawa masih manimbo
ayia pakai embe urang awak lah pakai kincia..
namun baa kini deklah jarang ambo raso bukan masalah otak urang minang. kincia
ayiako kan kagunoan dek urang awak umumnyo untuak manyauak ayia dari batang
ayia ka sawah, manumbuak padi dsb nyo. kiniko urang lah pakai irigasi untuak
maaliri sawahnyo jo ayia atau malah ado nan pakai masin pompa ayia kalau tibo
musim paneh. Baitu pulo manumbuak padi lah pakai heuler/rice milling nan labiah
praktis. akhianyo kincia ko ndak tapakai lai.
kalau di ulando kincia ko bukan kincia ayia melainkan kincia angin nan bisa
dimanfaatkan untuak generator listrik dsb nyo. angin memang banyak disinan jadi
mubasir bana kalau ndak dimanfaatkan, ambo caliak di chino dan timur tengah
lah mulai lo manggunokan kincia angin ko untuak pembangkik listrik dengan
kapasitas ribuan kilo volt.
Kincia ayia dengan pola yang sederhana namun hasil yang optimal ko memang suatu
invention yang bagus dan layak untuak dicatat sejarah sebagai hasil karya yang
brilian untuak masonyo...
salam
Ben
chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: dunsanakmantari sutan dan
para dunsanak
Kami di Bandung maadokan diskusi pariwisata Masalah kincia manjadi salah satu
topik Baa ko Balando mampu mempert5ahankan kincia mereka Bahkan
dikembangkanngan dimanfaatkan tidak hanyo pariwisata tapi juga komersial multi
guna
Katanya urang Minang OTAKnya jalan Itu kalabihan urang Minang Tapi kok indak
berkembang yo
Nampaknyo memang tidak hanya manunggu urang dikampuang Mambao pikiran ka
permukaan sebagai tahap awal Baa kelanjutannyo
Chaidir N Latief
----- Original Message ----
From: Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 4, 2007 10:20:54 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Kincir Air untuk Sawahku
===Bagian Seri Jejak Seorang Kampung nan Lagi Kampungan: UBGB===
Kami punya sebidang sawah di pinggir batang sinamar. Sebenarnya bukan sawah
kaum saya, itu adalah sawah kaum malayu. Cuma sudah sekian lama tapandam pada
kaum kami. Namanya sawah taruko, luasnya sekitar satu setengah hektar. Hanya
ada 3 petak sawah, untuk hamparan seluas itu. Di kampung saya disebut Lupak.
Yang terluas adalah lupak godang, luasannya sekitar satu hektar. Sisanya
adalah lupak muko bosuik dan lupak panjang.
Karena berada di pinggir sungai, tekstur tanahnya sedikit berpasir.
Akibatnya, air tak bisa bertahan lama di sawah. Merembes ke dalam tanah.
Sehingga demand sawah ini akan air sangatlah tinggi. Air banda tak pernah
cukup. Sehingga dibutuhkan irigasi tambahan untuk mengairi sawah. Beruntung
sawah ini terletak di pinggir sungai. Parumahan untuk kincirnya juga cukup
baik. Air deras, tebing lumayan curam, bisa dimasuki mobil pula walaupun
jalan tanah.
Aku sering menemani kakek memperbaiki kincir. Terutama ketika pulang kampung
disaat musim libur tiba. Kalau ketika libur tiba, pekerjaan di sekitar kincir
sangatlah menyenangkan. Karena banyak bermain airnya. Tapi ketika kami sudah
tinggal di kampung, pekerjaan ini terasa berat dan menjemukan. Bermain air tak
lagi indah.
Kincir air terdiri dari berbagai bagian. Cuma, tidak semuanya istilah
teknisnya saya bisa ingat lagi. Yang saya ingat hanyalah bosuik, amo-amo,
lantak, kabuang dan palanta kincia. Yang lain saya lupa. Bosuik adalah pipa
bambu yang mengaliri air ke sawah. Amo-amo adalah semacam jari-jari pada
kincir. Lantak, kabuang dan palanta saya rasa kita semua sudah tahu. Untuk
amo-amo ini aku punya cerita banyak. Setiap kincir biasanya akan mengganti
seluruh amo-amo ini setahun sekali. Masanya bagi kincir untuk over haul.
Amo-amo terbuat dari kayu, lurus berdiameter 5-7 cm. Kayu ini bukan kayu
biasa, haruslah kayu yang kuat. Dan jenis kayu amo-amo ini sudah tidak ada
lagi di tengah kampung. Mencarinya harus di hutan primer. Karena biasanya
kayu di hutan primer, lurus, teksturnya kuat. Mungkin karena efek kompetisi
memperebutkan hara dan sinar matahari. Tempat yang biasa kami kunjungi mencari
amo-amo ini adalah di sebuah bukit di pinggir kampung. Biasanya mamak-mamak,
urang sumando, anak pisang berkumpul pada suatu hari untuk mencari amo-amo.
Satu hari disisihkan untuk berangkat ke bukit. Membawa peralatan perang.
Mengambil amo-amo secukupnya. Diturunkan ke bawah bukit dan ditumpuk dipinggir
jalan. Dan nanti akan tiba mobil menjemput.
Setelah itu, amo-amo akan dipotong sama panjang sesuai jari-jari kincir yang
akan dibuat. Lalu direndam selama seminggu di sungai. Baru amo-amo siap di
pasang. Amo-amo akan dipasang di sebuah dudukan yang istilah teknisnya saya
lupa. Dudukan ini terbuat dari sebuah potongan kayu besar, sepelukan orang
dewasa. Dibuat bulat, tengahnya dibolongi buat bakal sumbu kincir, Bagian
luarnya akan dipahat berlubang petak-petak, tempat amo-amo akan ditancapkan.
Kakekku biasanya membuat sendiri dudukan ini. Kalau waktu mepet, beliau akan
meminta bantuan Angku Sulan dari kampung sebelah(Nama aslinya Ruslan). Aku
dan mamak-mamakku, memanggil Angku Sulan ini Profesor Kincir. Karena beliau
memang cukup mumpuni mengurusi kincir.
Seminggu amo-amo direndam, adalah waktu menyiapkan kabuang, palanta kincir,
basuik dan sebagainya. Aku hanya bisa mengerjakan pembuatan basuik. Bambu
dipotong-potong sepanjang dua meter. Lalu dibolongi, dengan dilantak pakai
suli. Trus ujungnya dipapat-papat agar bisa masuk ke potongan bambu lain. Tak
lupa, buku-buku di ruas bambu dihilangkan. Sebagai pencegah kebocoran di
sambungan, digunakanlah sabut kelapa.
Setelah semua selesai. Kincir siap ditegakkan. Pak Sulan pun tiba dari
kampungnya. Lalu mulai memasang amo-amo. Kabuang. Rotan pengikat ujung
amo-amo. Memasang anyaman bambu di sela amo-amo agar air bisa memutar kincir.
Ketika kincir mulai berputar, kabung mulai dipasang dan air bisa masuk ke bak
penampung di atas rasa cape langsung hilang. Tinggal kaji menurun memasang
basuik dan memastikan tak ada kebocoran sampai kesawah. Sawah mulai tergenang.
Buat lumpur dan benih pun siap disemai.
UBGB
Hari ini kincir itu masih berdiri
Bersela berputar seiring musim tanam
Menunggu masa tergilas peradaban
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail,
news, photos & more.
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---