----- Forwarded Message ----
From: Andi - science <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; cino <[EMAIL 
PROTECTED]>; melli <[EMAIL PROTECTED]>; Rini <[EMAIL PROTECTED]>; bambang 
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, June 15, 2007 8:58:25 AM
Subject: [Alumni FMIPA Unand] Vika Cikita, Putri Tukang Parkir yang Meraih 
Nilai UN Terbaik se-Sumbar


Kerap Jalan Kaki dari Jati Rumah Gadang ke Sekolah. Kemiskinan sangat
dekat dengan kebodohan. Tapi hal itu tak berlaku pada Vika Cikita, siswa
SMA 1 Padang, yang ternyata anak seorang tukang parkir di kota ini. Vika
mampu membuka mata siapapun, bahwa kemiskinan keluarganya bukan halangan
baginya menggapai nilai fantastis di sekolah. Vika berhasil meraih nilai
ujian nasional (UN) terbaik se-Sumbar.

Sebuah rumah kayu dan berlantai kayu di Jati Rumah Gadang No VII
Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur, ternyata menyimpan mutiara. Jika
berkunjung ke kediaman Ridwan dan Indrawati-orangtua Vika-memang cukup
sulit menemukannya. Maklum, kita harus berjalan kaki ke lokasi yang
disebut warga sekitar Jati Rumah Gadang itu. Rumah itu ditempeli stiker
keluarga miskin. Tak ada ruang tamu. Hanya sebuah beranda dilengkapi
tiga sofa usang. Jika anda tamu, di sofa usang itulah anda bisa melepas
kepenatan. Ridwan dan Indrawati akan menyambut dengan senyuman. Tulus.
Disusul kemudian Vika keluar dari kamar. 

Di sinilah, Vika Cikita, 17 tahun, anak pertama Ridwan, tinggal dan
belajar setiap hari. Vika menceritakan hampir setiap hari dia ke sekolah
berjalan kaki. Jika ada ongkos dari bapaknya yang menjadi tukang parkir
di kawasan Bioskop Raya Teather Padang, Vika terkadang tetap jalan kaki.
Rute Vika jalan kaki ke sekolahnya di SMAN 1 Padang melalui jalan kecil
tembus ke Universitas Dharma Andalas di Jalan Perintis Kemerdekaan,
lanjut ke Jalan Sudirman melalui belakang rumah Gubernur, dan langsung
menuju ke SMAN 1. Ukuran waktunya lebih kurang 45 menit, bahkan satu jam
perjalanan. 

Walaupun berasal dari keluarga yang tak mampu, dari kecil Vika sudah
terlihat cerdas. Itu berkat air susu ibunya. Sang ibu juga tak
menyangka. Karena menurut Indrawati sejak kecil Vika makannya tidaklah
yang mewah-mewah. Terpenting bernilai gizi, seperti tempe, tahu, telur,
dan sayuran. Vika Cikita pun bukan tipe manja dan mudah berpatah arang.
Cita-cita digengamnya kuat penuh semangat. Inilah pemicunya. Vika selalu
berhasil membuktikan hal itu sejak SD dan SMP. Bahwa ia harus mampu
membuat bahagia orangtuanya, walaupun tanpa merengek-rengek ikut les,
seperti kebanyakan anak-anak berada. 

"Bagaimana mau les, ke sekolah saja Vika berjalan kaki karena tidak ada
ongkos. Walaupun begitu Vika tetap harus sekolah, karena dengan
pendidikan itulah kita dapat mengangkat derajat kita," ujar peraih
peringkat pertama nilai UN tingkat Sumatera Barat ini kepada Padang
Ekspres, sembari meletakkan segelas air putih.Kamu tentu sangat bahagia?

"Iya, Vika langsung sujud syukur pada Allah SWT saat mendengar
pengumuman itu.Jujur, Vika tidak menyangka kalau Vika meraih peringkat
satu UN. Karena, yang terpenting bagi Vika bagaimana Vika bisa lulus
dengan nilai yang baik," ujar Vika yang lantas membenahi jilbabnya.Yang
membuat Vika was-was saat ini adalah apakah ia lulus dalam SPMB atau
tidak nantinya dan biaya kuliahnya, walaupun begitu Vika sangat berharap
ia dapat kuliah. Hal inilah yang menyebabkan orangtuanya mati-matian
mengumpulkan uang agar ia bisa ikut bimbel SPMB.

"Hanya untuk mencari uang Rp250 ribu untuk bimbel SPMB, ayah Vika
benar-benar harus banting tulang mencari uang. Makanya Vika benar-benar
serius agar lulus, doakan ya, Kak," tuturnya. Ketika masih kecil, Vika
bercita-cita menjadi dokter karena ia ingin membantu orantuanya yang tak
mampu. Ayah Vika berpropesi sebagai tukang parkir sedangkan ibunya hanya
ibu rumah tangga.Tetapi setelah masuk ke bangku SMA, Vika mulai
menyadari keadaannya. Keinginannya untuk masuk Fakultas Kedokteran
terasa jauh dari dirinya. "Darimana uangnya, Kak, untuk biaya sekolah
ini saja Vika dibantu oleh sekolah,. Jadi, tidak mungkin rasanya jika
Vika mengikuti keinginan Vika. 

Lalu Vika dianjurkan guru di sekolah untuk berkuliah di UNP dengan
harapan agar Vika langsung menjadi guru.Makanya ketika ada program
Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Vika lalu memilih jurusan Fisika
UNP.Tetapi sayang Vika tidak lulus di sana padahal untuk beli formulir
PMDK saja Vika dibantu guru-guru," keluhnya dengan mata
berkaca-kaca. Ketika ditanya ke depan ia ingin memilih jurusan apa jika
hendak kuliah Vika menjawabnya dengan bingung, bukan karena tak tahu
jawabannya tetapi karena ia takut biayanya akan memberatkan
orangtuanya. "Yang terpenting Vika ingin cari jurusan yang kuliahnya
sebentar dan biayanya murah," tukasnya. 

Pergaulan Vika di Sekolah 

Guru-guru di sekolah Vika mengaku, perilaku Vika sama sekali tak berbeda
dari anak-anak lain. "Tidak ada minder sedikit pun berteman walau kadang
ia tak jajan, tak terlihat ia mengeluh pada siapapun. Teman-temannya pun
tak melihat sebelah mata pada Vika, mereka malah membantu Vika jika
terlihat Vika belum makan atau jika ada acara-acara sekolah, tak
segan-segan temannya membantu," ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan,
Drs.Ramadansyah. 

Alumni SMP 5 Padang ini memang sangat rendah hati sekali, walau banyak
media yang ingin mewawancarainya. Ia tetap mengatakan bahwa ia takut
dibilang terlalu diekspos karena ia belum apa-apa dibanding teman-teman
lainnya. Bahkan, ia sangat menghargai teman-temannya yang selama ini
membantunya. "Teman-teman Vika sering membantu Vika, jika Vika tidak ada
uang jajan. Makanya, Vika tak ingin mengecewakan teman-teman, " tutur
Vika. Saat mengetahui keberhasilan Vika, orangtua Vika senang tetapi tak
terlalu kaget karena memang dari kecilnya Vika termasuk anak yang cerdas
dan kreatif. 

"Ketika kecil, Vika sering diundang menyanyi di pesta pernikahan atau
acara-acara kelurahan. Dandanannya pun tak kalah dibanding
penyanyi-penyanyi cilik lainnya.Tetapi, hobi Vika ini terhenti saat ia
mulai SMP mungkin karena ia tahu keadaannya," tutur ibu Vika, Indrawati
(41).Ibu Vika sangat berharap agar ada pihak nantinya yang membantu
biaya sekolah Vika. "Jujur, saya tak mampu membiayai kuliah Vika
nantinya. Tapi, saya tak pernah mematikan harapan dan keinginan anak
saya.Mudah-mudahan ada jalannya," tutur Indrawati. 

Wako Ulurkan Kasih 

Saat berita ini ditulis, Padang Ekspres mendapat telepon dari Wali Kota
Padang, Drs. Fauzi Bahar, M.Si. Subhanaullah, ternyata kabar luar biasa
datang dari orang nomor satu di Kota Padang itu, Fauzi Bahar menyanggupi
untuk membiayai kuliah Vika hingga ia tamat. "Dimanapun Vika nantinya
kuliah, saya akan membiayainya hingga ia menamatkan kuliahnya. Silahkan
Vika ingin kuliah di mana," tegas Fauzi. (***)

Aryandi K92

Science Dept - BIS Jakarta

021 745 1670 ext 256 

[Non-text portions of this message have been removed]


__._,_.___ 
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
Alumni FMIPA Unand
http://www.alumnifmipa-unand.net.tc

UNTUK DIPERHATIKAN:
- Email akan didistribusikan dalam bentuk teks
- Jika mereply, hapuslah bagian yang tidak perlu
- Jagalah agar besar posting maksimum 100 KB
- Menforward atau mengirim attachment akan ditolak sistem 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity
 1New Members
Visit Your Group 
SPONSORED LINKS
Call indonesia
Yahoo! Music
Pepsi Smash
Your top artists
behind the scenes.
Yahoo! Avatars
Express Yourself
Show your face in
Messenger & more.
Yahoo! Mail
You're invited!
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta. 
__,_._,___


 
____________________________________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time 
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke