Disadur seperlunya dari milis sebelah

Oleh : Budi Dewobroto

Kalo berdasarkan pengelaman dan pengamatan, ada 4 hal yang kurang dimiliki
anak muda Indonesia untuk mengembangkan potensi jadi entrepreneur, yang
harus dibuatkan program yang holistik :
1.      Pendidikan bisnis
2.      Lingkungan yang mendukung
3.      Networking
4.      Regulasi
Alasan kenapa 4 hal diatas yang ditulis, Pertama pada kenyataanya memang
kurang sekali pendidikan bisnis diberikan.  Kurikulum pendidikan indonesia
dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi lebih mendidik lulusan sekolah
kita jadi karyawan.  Itupun tidak lengkap.  Makanya selalu timbul
*gap*antara lulusan pendidikan tinggi dan industri, atau istilah
kerennya tidak
ada *link and match*...wuiiihhh.....  Lulusan pendidikan kejuruan juga
diarahkan jadi tenaga kerja terampil..., dicatat..*tenaga kerja*.   Jadi
harus diakui bahwa pendidikan yang mendorong terciptanya pebisnis dikalangan
pemuda lumayan minim..., dalam hal ini yang gampang-gampang aja deh,
pendidikan keuangan....kalo kata Robert Kiyosaki...melek keuangan atau
bahasa Jawa-nya *Financial Literacy. *Yang namanya keuangan itu sangat
jarang disentuh di banyak fakultas non ekonomi, kalaupun ada yah paling 2
semester ..bener gak? Terus yang cukup penting adalah Pemasaran
Strategic...bukan sekedar gimana cara melakukan pemasaran...4P untuk barang,
7P untuk jasa plus STP dan turunannya seperti yang diajarkan Kottler.
Banyakkan
kasus UKM yang punya produk bagus, harga bersaing tapi gak bisa
jualan...jangankan *sales*, *marketing* aja bingung, mau di lempar kemana
produknya....ya karena itu tadi.  Nah yang paling penting nih masalah *Mind
Set* and Paradigma...anak sekolah di Indonesia sudah dibentuk *mindse*t-nya
oleh sekolah, lingkungan dan keluarga bahwa lebih aman, nyaman dan sejahtera
kalo cari kerja yang bagus dan jadi karyawan yang rajin, biar cepet naik
gaji dan *munggah jabatan...yo opo tho*?.  Jadinya, begitu lulus ya ngelamar
kerja di perusahaan, kalo bisa *Multi National Company*.  Makanya lumayan
susah menumbuhkan jiwa *entrepreneurship* dikalangan masyarakat.  Yang kedua
itu Lingkungan.  Karena *Mindset* karyawan itu tadi, maka masyarakat yang
mencoba terjun jadi pengusaha itu pada banyak kasus tidak didukung oleh
lingkungan, yang paling dekat aja, keluarga.  Mungkin ada juga yang
keluarganya mendukung, tapi rata-rata yang dapat dukungan dari keluarga itu
yang memang datang dari latar belakang pebisnis, besar ataupun kecil.
Ketiadaan
*network *juga jadi hal yang cukup menghambat, ditambah lagi ketiadaan akses
untuk mengembangkan networking,...keciaaann deh.  Yang terakhir Regulasi,
maksudnya apa?  Maksudnya ketidaktahuan akan regulasi, peraturan dan
prosedur yang diperlukan untuk berbisnis ini cukup membantu dalam
menciptakan stagnasi perkembangan kualitas dan kuantitas pengusaha di
Indonesia.  Termasuk didalamnya pengetahuan tentang perijinan, aturan kredit
dari perbankan, pajak, dokumen-dokumen, prosedur ekspor, merek, lisensi dan
lain-lain masih banyak lagi.  Oleh karena itu, perlu dibuat suatu cara agar
ke empat hal diatas dapat difasilitasi dan masyarakat bisa memiliki akses
untuk mendapat 'ilmu'nya.
.
Tinggal dibuat suatu rangkaian program yang integral dan memiliki benang
merah dengan mengadakan gathering dan sharing antara pengusaha yang sukses
dengan calon pengusaha.  Dengan program ini 4 hal yang disebut diatas akan
dengan sendirinya terpenuhi. Pendidikan bisnis dengan pola dari dan untuk
peserta yang lebih berbasis pada pengalaman dan kasus bisnis yang dihadapi
sehari-hari akan lebih terserap dan mudah di adopsi para peserta dalam
menhadapi permasalah bisnis masing2.  *Networking*, jelas, visi
*networking*-nya
akan tercapai dengan sendirinya.  Bayangkan 20an pengusaha bertemu dalam
suasana santai, saling belajar dan berkenalan, melontar dan menangkap ide,
kalo gak terjadi *networking*...ya salah pesertanya sendiri dong ah.  Nah,
biasanya masalah yang paling bikin sedih kalo mau jadi pengusaha, apalagi
waktu *start-up* bisnis biasanya timbul pada perasaan sendirian, gak punya
temen, bingung...kalo ada masalah tanya kesiapa, mau curhat sama siapa, cari
nasihat yang jitu ke siapa...hiks.  Dengan program ini, paling nggak kan
para pengusaha ini, baik pemula ataupun yang sudah maju tidak merasa
sendirian, ada lingkungan yang bisa membantu, mendapat support, merasa
terdukungi-lah...halaah.  Sebaiknya ya dibuat suatu komunitas, OTB dan
non-partisan, jadi suasananya bisa lebih akrab dan tulus...semogaJ.  Terakhir,
ya pengetahuan akan regulasi dan perpajakan sih harusnya bisa saling dibagi
juga disini, ya nggak?.


   1. Mindset, Paradigam dan motivasi seorang entrepreneur
   2. Peluang usaha, ide bisnis dan Perencanan Bisnis
   3. Business law, termasuk perijinan, prosedur dan pajak, kalo perlu
   HaKI sekalian.
   4. Networking dan komunikasi bisnis termasuk negosiasi dan persuasi
   5. Manajemen usaha secara umum
   6. Perencanaan dan manajemen keuangan, bisa personal atau juga bisnis
   7. Pemasaran strategik, penjualan dan saluran distribusi
   8. Investasi dalam bisnis, termasuk hubungan dengan pemodalan bank dan
   non bank
   9. IT dan e-commerce, termasuk internet business and marketing
   10. Creative business
   11. Bisnis Entertaintment
   12. Franchise dan life style business termasuk resto, café dll
   13. dan lain-lain kalo masih ada

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke