salam niat dipasang, namun realitas indak mungkin dibendung, Pak Doktor. biaya memang faktor utama, selain benturan waktu karajo. ambo mendoakan, semoga sukses, sehingga tiada benturan lagi antara adat dan agama. tentang tetangga ambo itu namanya elsa, anak betti. kakak elsa itu namanya lisa dan dores. walaupun kami sudah pindah, kami masih silaturahmi. lisa dan elsa sering berkunjung ke rumah. urang rumah ambo pun sering berkunjung ke rumah elsa. salam sutan iwan soekri munaf
"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Waalaikumsalam w.w. Sanak Iwan Soekri,dulu Kok indak bisa pai kini, lain kali malah. Asa niat dipasang, insya Allah dikabulkan Allah swt pado suatu wakatu nanti. Tipak di ambo, memang bukan kini juo ambo ka pai dalam rangka 'wisata nagari balega' ko. Di sampiang karajo masih banyak -- sampai akhir Agustus 2007 nanti -- juo biaya alun cukuik tasadio. Tapi niat alah dipasang. PS: sia namo ponakan ambo nan di Bekasi, nan tingga dakek rumah Sanak dulu tu ? Wassalam, Saafroedin Bahar --- iwan soekri wrote: > salam, pak Doktor! > saya kenal anda secara 'kenal' lewat ponakan anda > yang mengantarkan sejumlah buku anda ke rumah saya > di bekasi. ponakan anda itu, ibunya semula kawin > dengan orang padang, kemudian setelah brcerai (hidup > atau mati, saya tak tahu), kawin dengan lelaki jawa. > ponakan anda itu jadi tetangga saya di kalimalang, > dulu. > saya cukup senang atas undangan tersebut, walau > pasti agak sukar bagi saya untuk mengajak keluarga > saya (istri saya bukanlah orang minang, anak saya > juga pasti tidak punya suku di minang, kalau tour, > mereka senang dengan teman-temannya daripada > pergaulan 'bokap' yang kurang bisa dimangarati dek > mereka). > di dalam 'perut saya', saya termasuk yang > mengatakan sebaiknya tidak lagi ada yang menyebutkan > "adat bersandi syara, syara bersandi KITABULLAH'. > karna marga (suku) diambil dari ibu dan juga soal > 'uang jemputan'. > saya memang memproklamirkan di dalam 'perut saya' > agar 'adat bersandi mufakat masyarakat pemangku > adat' dan syara bersandi pada KITABULLAH. > jadi kalau saya bersuku Koto dari ibu, karena saya > sepakat dan mufakat dengan kesepakatan dan > kemfakatan 'perut saya' itu. ketika syara bersandi > ke kitab Allah, ya saya mengikuti karena Allah SWT > adalah Tuhan saya. > itu sebabnya, ketika ada yang berpendapat adat > hanyalah estetika, saya setuju buanget, gitu lho! > apakah dengan demikian saya sekuler? antahlah. > mungkin saya amat terlalu atau keterlaluan > pendapat saya itu, jika dipandang 'orang minang' > yang masih bersikutat mau mencampurkan kesepakatan > pemakai adat yang dapat berubah setiap saat, dengan > ketentuan Allah yang sudah pasti. > kembali ke soal tour, terimakasih sebelas dengan > kepala saya haturkan. sibuknya pekerjaan dan > berbagai alasan yang sulit saya kemukakan, selain > alasan yang saya utarakan di bagian depan surat ini; > kemungkinan saya tak bisa ikut pada acara 'kita' > kali ini. > entahlah kalau lain waktu. > terimakasih. > tabik. > sutan iwan soekri munaf > > > "Dr.Saafroedin BAHAR" wrote: > > Assalamualaikum w.w. Sanak Taufiq Rasyid jo Sanak > Iwan > Soekri, > > Lai buliah ambo manyalo ? Sambia malanjuikkan > badiskusi soal adat ko, baa kok sanak baduo langkok > jo > keluarga sato dalam program wisata kuliliang nagari > nan digagas dek MAPPAS, supayo kito caliak bana baa > kaadaan adat kito kini. Pelaksanaan teknis antaro > lain > dek Tigo Balai Tour dan lain-lain operator wisata. > > Ambo basamo jo anak cucu alah lamo marencanakan > untuk > ikuik 'homecoming tour' ko, karano ambo kan lahia > dan > gadang di kota, indak banyak marasokan baa lamaknyo > iduik di nagari. > > Sambia taruih bedebat kito bawisata alam dan sisata > budaya, nan sacaro indak langsuang sato pulo > mambantu > sanak kito di Ranah. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > --- "Rasyid, Taufiq (taufiqr)" > wrote: > > > Dek karano hanyo sabanta iduik dikampuang. > > Ambo memaklumi kalau sanak hanyo menggunakan > logika > > dan berbagai > > pendekatan ilmiah dalam memahami adat iko. Apo lai > > menyatakan adat itu > > misalnyo hanyo untuak ditonton wisatawan > > > > Tapi kalau soal adat istiadat ko, indak cuma milik > > urang Minang. Suku > > dan bangsa lain juo sangat memperhatikan adat > > -istiadat sebagai > > identitas mereka. Caliak lah rang Batak, Jawa atau > > Cino sekalipun. > > Mereka tetap menjalani berbagai rutinitas dan > > pernik-pernik yang telah > > turun temurun dilaksanakan para tetua mereka. > > > > Sasuai jo statemen sanak dan nan tercantum dalam > > ilmu sosiolologi. > > Memang adat itu cuma merupakan kesepakatan para > > pendahulu yang masih > > diakui dan diikuti para warganya sampai saat ini. > > > > Bahkan kalau ado yang ingin kalua atau tidak ingin > > memakai adat > > tersebut rasonyo tidak ada masalah baik bagi > > masyarakat Minang maupun > > para petinggi adat yang lain. > > > > Cuma mungkin mereka akan mempertanyakan : Bagi > > mereka yang tidak > > mengakui kesepakatan itu apakah masih termasuk > > kelompok mereka ??? > > > > Walau disini katanya sanak masih menghargai adat > itu > > . Seperti adanya > > berbagai wacana dalam Sako & Pusako , anda juga > > punya hak pribadi untuk > > mengemukakan berbagai wacana mengenai > adat-istiadat > > ini . > > > > Hanya nanti apakah hal ini dapat diterima oleh > > komunitas Minangkabau > > itu secara keseluruhan atau belum tentu akan kita > > tunggu pula hasilnya. > > Kalau dianggap perlu mungkin diadakan semacam > jajak > > pendapat mengenai > > hal ini. > > > > Kalau untuk kasus uang jemputan itu juga merupakan > > kesepakatan dinagari > > tertentu saja (adat salingka nagari ??). Sedangkan > > uang mahar adalah > > suatu keharusan dalam perkawinan menurut Agama > Islam > > yang juga diakui > > dan dilaksanakan oleh semua warga Minangkabau. > > Atau ada bukti baik para Sutan/Sidi/ Bagindo di > > Pariaman atau Sutan jo > > Marah di Padang yang jadi urang jemputan tidak > > memberikan mahar pada > > perempuan yang jadi istrinya sewaktu menikah ??? > > > > Wass > > > > > > ________________________________ > > > > From: [email protected] > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > > Behalf Of iwan soekri > > Sent: Saturday, June 30, 2007 11:02 PM > > To: [email protected] > > Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Adat Hanyalah Estetika > > > > > > wah, ini pula! > > adat itu bagus, untuk komoditi pariwisata, > misalnya, > > seperti di bali > > atau tempat-tempat lainnya. > > namun ketika membenturkan, dan memaksakan bahwa > adat > > bersendi syara, > > sedangkan syara itu bersendi agama dalam aretian > > Islam, di sinilah > > masalahnya! > > adat hanya kesepakatan dan mufakat manusia semata > > yang memakai adat itu. > > buktinya, jika adat tak bersendi ke hukum islam > > (syariat), adalah marga > > atau fam atau suku, bukan dari bapak. kemudian, > > dalam islam lelaki > > memberi mahar pada perempuan, bukan perempuan > > 'menjemput' lelaki. > > ah, kok putar-putar di situ pula. > > saya ingat seorang kawan di kota Padang pernah > > mengatakan: > > setinggi-tinggi terbang bangau, > > lebih tinggi terbang apolo. > > mungkin kawan haris effendi tahar bukan sekadar > > 'bagarah' dalam > > melantunkan pantunnya yang medekontruksi pemikiran > > saat itu, yang saya > > rasa masih relevan untuk saat ini. > > dalam artian tadi, saya tak menentang adat. saya > > menghargai adat. > > namun janganlah kita memaksakan adat kita itu > Islami > > dengan statement: > > adat bersandi syara, syara bersandi KITABULLAH. > > biarlah statement menjadi: > > adat bersandi mufakat, syara bersandi KITABULLAH. > > sebagaimana hal saya tak setuju vox populi vox > dei. > > seyogianya statementnya menjadi: Suara Rakyat > adalah > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz Image by FlamingText.com --------------------------------- Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2. ========================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
