Pak Sawir Pribadi dari Singgalang (apokah lai Pak Sawir ko member RN ?), Walaupun diakhir tulisan saudara tertulis suatu pertanyaan yang tak perlu dijawab, maka saya sebagai seorang pecinta RN merasa tergelitik juga ingin menambahkan bahwa hal yang sama juga terjadi di Bumi Sriwijaya dengan kedatangan rombongan SNY ke arena Penas KTNA di desa Sembawa Banyuasin. Jalan Lintas Timur antara Palembang - Jambi di tutup lebih dari 6 Jam pada hari sabtu pagi tgl 7 Juli 2007 yang lalu. Macet dan gerutuan seperti yang diceritakan Pak Sawir juga terjadi di sekitar Terminal Alang-Alang Lebar KM 12 Palembang. Semua kenderaan besar kecil tertahan disana mulai dari subuh sampai selesai zohor. Tapi acara di Penas KTNA sendiri berjalan mulus, tidak terjadi pengibaran bendera separatis disana. Pak SBY dan Ibu sempat singgah di anjungan Sumbar nan indah dan elok tersebut. Pak SBY sempat berucap kepada Ketua Umum BMKM Sumsel DR.H.Syahrudin Ismail Dt.Bagindo Malano rasa kebanggaan beliau melihat anjungan Sumbar ini "Saya juga orang Minang" kata beliau yang disambut Ketua Umum BMKM "Sudah tentu Pak, Bapak kan sudah dinobatkan menjadi Mamak urang Minang di Istano Basa Paguruyung dulu sebelum istano tersebut terbakar". SBY dan Ibu hanya mesem saja dan tersenyum bangga.
Itulah sekilas tentang Penas KTNA. Oya, dalam acara lomba penggemukan sapi, Prov.Sumbar mendapat hadiah nomor satu. Dan pada malam hari sabtu tersebut pada pembukaan perlombaan penampilan Kesenian dan Budaya, Prov Sumbar tampil dengan Paduan suara bersama 5 provinsi lainnya yaitu : Papua, Papua Barat, Sumbar, NAD dan NTB. Pada acara seni tari dan gerak lagu Prov.Sumbar diwakili oleh Sanggar Carano BMKM Sumsel dengan sebuah pagelaran sendra tari. Sampai saat ini belum diperoleh hasilnya. Wassalam, HM Dt.MB (50+) > Demi Wapres, 'Presiden' pun Terlantar > http://www.hariansinggalang.co.id/9juli_utama_demi.htm > Senin,9 Juli 2007 > PADANG - Siapa yang tak bangga daerahnya dikunjungi petinggi negara. > Apalagi, kalau yang datang itu adalah wakil presiden, pastilah banyak > masyarakat ingin melihatnya, bersalaman, lalu menyampaikan persoalan > seperti jalan yang belum beraspal, biaya pendidikan mahal, harga-harga > melambung dan segala macam tetek-bengeknya. > Akhir pekan kemarin, daerah Sumatra Barat dikunjungi Wakil Presiden > Jusuf Kalla. Masyarakat pun antusias ingin menghadiri acara demi acara > yang diadakan panitia. Hanya saja, sayang beribu kali sayang masyarakat > tak bisa ikut menyaksikan secara langsung, lantaran ketatnya pengawalan. > Bahkan, ketika peresmian Masjid Nurul Iman, Padang , masyarakat hanya > bisa mendengar suara Wapres lewat pengeras suara tanpa bisa menyaksikan > ekspresinya. > Terlepas dari kebahagiaan dan antusiasme warga itu, banyak juga yang > merasa kecewa. Mereka kecewa lantaran hak-hak mereka harus diputus buat > sementara oleh petugas. Seumpama para pemakai prasarana transportasi, > harus menahan diri dengan segala kekecewaan di tengah antrean panjang > kendaraan bermotor. Mereka tentulah orang-orang yang punya keperluan. > Setidaknya begitulah yang terjadi, selepas Wapres melakukan serangkaian > agenda di Padang , Sabtu (7/7). Ketika menuju Bukittinggi untuk > beristirahat tentulah menempuh jalan darat yang cukup jauh, lebih 90 km. > Selama perjalanan sejauh itu, tidak sedikit pengguna jalan raya yang > harus mengurut dada akibat terlambat dari agenda atau keperluan lain. > Mereka mesti parkir di pinggir jalan untuk memberi kesempatan kepada > Wapres dan rombon­gan lewat. > Satu hal yang lebih membuat kecewa warga adalah aturan yang diberlakukan > petugas. Walau iring-iringan kendaraan kendaraan Wapres masih belasan > atau bahkan puluhan kilometer lagi, namun jalan sudah di- off -kan yang > dalam istilah lain disebut juga dengan disterilkan. > Rombongan masih di Sicincin, awak di siko alah disuruah baranti dan > macet," gerutu salah seorang pengguna jalan raya yang mengaku bernama > Deddy. Lelaki itu bersama keluarganya baru saja berakhir pekan di > sejumlah objek wisata Bukittinggi. > Agaknya, gerutu Deddy itu bisa mewakili kekecewaan masyarakat lainnya > yang terjebak antre dan macet sepanjang jalur Bukitting­gi-Padang > akhir pekan kemarin. Malah, Presiden Padang Press Club (PPC), Khairul > Jasmi harus pula menahan diri dengan segala keke­cewaannya, > mengantre di kawasan Kapeh Panji, Kabupaten Agam. Presiden PPC itu baru > saja pulang dari menghadiri pesta pernika­han rekannya di bilangan > Lintau, Kabupaten Tanah Datar. > Lho, kok ke Bukittinggi? Ternyata pengakuan 'presiden', ia ke > Bukittinggi sehabis baralek wartawati Singgalang Melda Riani dan > wartawan Singgalang Eriandi. Keduanya menikah dan baralek di rumah Melda > di Lintau. Karena si Presiden taragak makan ampiang dadiah , rombongan > pulangnya lewat Bukittinggi. > Karuan saja, hanya lantaran Wapres mau lewat, Presiden PPC menja­di > terlantar. Bisa dibayangkan, ocehan dan garah pun meluncur dari sejumlah > 'pasukan' yang diosong Khairul Jasmi. "Iko kajadian langka. Gara-gara > Wapres, 'presiden' jadi talantar," ujar Widya­navies. Kontan saja, > ucapan itu membuat ketawa sebagian besar rombongan yang dibawa Khairul > Jasmi. > "Iko namonyo presiden randah hati. Di Pilpres isuak ko paralu dicari nan > bantuak Aden," ujar Khairul tak kalah bergarah pula. > Agaknya begitu derita orang kecil, tatkala ada pejabat negara mengunjungi > negeri ini. Raungan sirene dan lampu kedap-kedip di punggung kendaraan > petugas ditambah menyalanya lampu gadang ketika membawa pejabat itu telah > membuat warga kecut. Mereka secara otomatis menepi, bahkan harus > tapepe-pepe ke pinggir jalan. Tak peduli lagi ada lobang atau harus > menggeser kendaraan lain. Sampai kapankah kenyataan seperti ini akan habis > di negeri ini? (Pertanyaannya tak untuk dijawab). Sawir Pribadi --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2. ========================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
