Adat Salingka Nagari
Aku kadang terkejut membaca beberapa tulisan
Ketika ku amat-amati
Ku peroleh beberapa kelompok
1. Kelompok yang dibesarkan di tengah persukuan dan merasakan indahnya adat
2. Klmpk yang dibesarkan di tengah persukuan tetapi tidak merasakan indahnya
adat
3. Klmpk yang tidak dibesarkan di tengah persekutuan, tapi usil dengan adat
4. Klmpk yang tidak dibesarkan di tengah persukuan, tapi pingin tau tentang
adat.
Ku perhatikan
yang termasuk kelompok 2 dan 3,
cendrung untuk jadi pahlawan
Pahlawan ???
Aku heran
Kenapa hal ini terjadi ?
Apa karena ADAT SALINGKA NAGARI ?
Lain Nagari, lain Adatnya
Adat dikampungku
Jelas disesuaikan dengan ajaran Islam
Kalau terjadi penyimpangan
Bukan Adat yang salah, karena adat babuhua sentak
Mungkin karena kaum Alim Ulama yang gagal berkiprah
Mungkin masyarakat kehilangan hidayah
Mungkin ....
Aku juga heran
Kok kaumku (perempuan)
Tak pernah protes tentang kedudukannya dalam adat ya?
Belum pernah ku dengar demo tentang itu di Ranah
Kanapa ya?
Salam
Hanifah
Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Martin Luther pernah berselisih paham
hebat dengan seorang tokoh lain penentang utama kepausan Roma. Padahal kalau
berdasar teori musuh dari musuhmu adalah sekutumu, tak seharusnya mereka
berselesih sebegitu hebatnya. Mereka menjadi berkelahi sebegitu hebatnya hanya
karena tidak sepakat soal pengandaian roti dan anggur. Padahal semua orang
tahu, roti ya roti, anggur ya anggur.
Saya tak hendak menjadi seorang Martin Luther dalam adat minang. Tak perlu
nama ini terpaku dalam sejarah peradaban minangkabau ini. Saya hanya ingin
menjadi paku kecil saja. Tentu sebagian kita pernah membeli secara knock down
sebuah rak buku atau rak TV bermerek Olympic dan sejenisnya di toko serba ada.
Ketika merangkai kembali potongan-potongan rak tersebut di rumah, kita akan
berhadapan dengan sekrup dan paku-paku. Baik besar ataupun kecil. Biasanya
bagian terakhir yang kita pasang dan paling gampang pula adalah triplek penutup
sisi belakang. Direkatkan ke bingkai-bingkai utama dengan paku-paku kecil.
Itulah mimpi saya: menjadi sebuah paku kecil di belakang itu.
Kembali soal adat dan estetika, bagi saya memang sudah begitu. Soal hormat
kepada orang tua, membantu yang susah, apalagi memandang air selalu mengalir ke
tempat yang lebih rendah, tak menjadi minang pun seyogyanya kita memang sudah
harus begitu. Saya yakin dan percaya, masyarakat aztec atau suku inca juga
punya nilai yang sama.
Tapi ini soal lain.
Ini soal ulayat, tata cara mengalokasikan tanah garapan oleh mamak kapalo kaum.
Kebiasaan acara baralek, batagak pangulu atau tata cara berdukacita dan
seterusnya. Apalagi hanya acara barundiang salasai makan, bajalan salapeh
arak, soal tempat duduak urang sumando, induak-induak yang hanya mengurus
hidangan saja. Lalu ketika keputusan sudah bulat, mamak kepala kaum berteriak
ke induak-induak menyuarakan hasil keputusan. Disanalah ia menjadi estetika.
Disana juga ia menjadi taplak meja dan pot bunga. Model rumah juga bisa.
Kalau masih senang, silakan dipakai. Kalau tak senang lagi, cari model baru.
So.. biar diskusi ini tidak berkepanjangan. Apalagi sampai membuat marah yang
tua-tua. Juga para "urang lamo" di milis ini. Topik ini tidak usah kita
teruskan di milis ini. Kecuali ada lampu hijau bagi kita semua untuk
membukanya, dengan tuntas tentunya pada sebuah kesimpulan. Walaupun hanya
berisi kesepakatan untuk berbeda.
Salam
UBGB
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---