bimbang memang...
   
  disaat yang baru datang, yg lama batagak pancang paku...
  disaat yang lama usang, yang baru pun tak lekang
   
  pahlawan tak datang karena disambut
  pa-lawan datang karena terancam sambit
   
  cagak datang dek dipuja
  puji hilang dek bacakak
   
  sapakek jo mufakek basamoan di ateh kain lapik
  mandakek ta sipak yo hilang dek tasapik
   
  bilo tasapik??
  mungkin bilo wak samo kato
  dek samo ka ilia
   
  -jabok-

hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Adat Salingka Nagari

Aku kadang terkejut membaca beberapa tulisan 
Ketika ku amat-amati
Ku peroleh beberapa kelompok

1. Kelompok yang dibesarkan di tengah persukuan dan merasakan indahnya adat
2. Klmpk yang dibesarkan di tengah persukuan tetapi tidak merasakan indahnya 
adat
3. Klmpk yang tidak dibesarkan di tengah persekutuan, tapi usil dengan adat
4. Klmpk yang tidak dibesarkan di tengah persukuan, tapi pingin tau tentang 
adat.

Ku perhatikan
yang termasuk kelompok 2 dan 3,
cendrung untuk  jadi pahlawan
Pahlawan ???

Aku heran
Kenapa hal ini terjadi ?
Apa  karena ADAT SALINGKA NAGARI ?
Lain Nagari, lain Adatnya
Adat dikampungku
Jelas disesuaikan dengan ajaran Islam
Kalau terjadi penyimpangan
Bukan Adat yang salah, karena adat babuhua sentak
Mungkin karena  kaum Alim Ulama yang gagal berkiprah
Mungkin masyarakat kehilangan hidayah
Mungkin ....

Aku juga heran
Kok  kaumku (perempuan)
Tak pernah protes tentang kedudukannya dalam adat  ya?
Belum pernah ku dengar demo tentang itu di Ranah
Kanapa ya?

Salam

Hanifah


Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Martin Luther pernah 
berselisih paham hebat dengan seorang tokoh lain penentang utama kepausan Roma. 
 Padahal kalau berdasar teori musuh dari musuhmu adalah sekutumu, tak 
seharusnya mereka berselesih sebegitu hebatnya.  Mereka menjadi berkelahi 
sebegitu hebatnya hanya karena tidak sepakat soal pengandaian roti dan anggur.  
Padahal semua orang tahu, roti ya roti, anggur ya anggur.

Saya tak hendak menjadi seorang Martin Luther dalam adat minang.  Tak perlu 
nama ini terpaku dalam sejarah peradaban minangkabau ini.  Saya hanya ingin 
menjadi paku kecil saja.  Tentu sebagian kita pernah membeli secara knock down 
sebuah rak buku atau rak TV bermerek Olympic dan sejenisnya di toko serba ada.  
Ketika merangkai kembali potongan-potongan rak tersebut di rumah, kita akan 
berhadapan dengan sekrup dan paku-paku.  Baik besar ataupun kecil.  Biasanya 
bagian terakhir yang kita pasang dan paling gampang pula adalah triplek penutup 
sisi belakang.  Direkatkan ke bingkai-bingkai utama dengan paku-paku kecil.  
Itulah mimpi saya: menjadi sebuah paku kecil di belakang itu.

Kembali soal adat dan estetika, bagi saya memang sudah begitu.  Soal hormat 
kepada orang tua, membantu yang susah, apalagi memandang air selalu mengalir ke 
tempat yang lebih rendah, tak menjadi minang pun seyogyanya kita memang sudah 
harus begitu.  Saya yakin dan percaya, masyarakat aztec atau suku inca juga 
punya nilai yang sama.  

Tapi ini soal lain.  

Ini soal ulayat, tata cara mengalokasikan tanah garapan oleh mamak kapalo kaum. 
 Kebiasaan acara baralek, batagak pangulu atau tata cara berdukacita dan 
seterusnya.  Apalagi hanya acara barundiang salasai makan, bajalan salapeh 
arak, soal tempat duduak urang sumando, induak-induak yang hanya mengurus 
hidangan saja.  Lalu ketika keputusan sudah bulat, mamak kepala kaum berteriak 
ke induak-induak menyuarakan hasil keputusan.  Disanalah ia menjadi estetika.  
Disana juga ia menjadi taplak meja dan pot bunga.  Model rumah juga bisa.  
Kalau masih senang, silakan dipakai.  Kalau tak senang lagi, cari model baru.

So.. biar diskusi ini tidak berkepanjangan.  Apalagi sampai membuat marah yang 
tua-tua.  Juga para "urang lamo" di milis ini.  Topik ini tidak usah kita 
teruskan di milis ini.  Kecuali ada lampu hijau bagi kita semua untuk 
membukanya, dengan tuntas tentunya pada sebuah kesimpulan.  Walaupun hanya 
berisi kesepakatan untuk berbeda.

Salam

UBGB





    
---------------------------------
  Pinpoint customers who are looking for what you sell. 




 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke