Sulitnya mencari lagu/siaran berbahasa Minang jg saya rasakan waktu bekerja di 
Padang thn 84-87. Sehari2pun banyak yang lebih suka "berbahasa jakarta".
Namo nagari Pandai Sikek lah manjadi Pandai Sikat

Tentang orang yg sering mengucapkan okey, i think, ummm - kalau manuruik buku 
behavior - banyak kemungkinan penyebabnyo, bukan cuma krn grogi.

Nah kalau nak mandanga siaran minang tanpa okey okey, bisa cubo RRI BOGOR, ado 
Bandaro Labiah disitu

Z. Rky. Mulie wrote: 
> Okey deh! Next... Okey, Requestnya Ntar Aja
> Mati den, co iko bana, raso di Mall Semanggi wak mandanga radio Padang
> ko, alah tu, matianlah lai," seorang wartawan mengumpat panjang
> pendek, dua malam lalu. Radio Padang memang sudah 'tak di Padang
> lagi'. Kantornya di sini, desah dan dialek penyiarnya jauh di sana ,
> nun serasa di Jakarte.
> Kita simak saja:|
> "Mau request lagu apa nih, Mala...."
> "Lagu apa ya..."
> "Mala maunya lagu apa?"
> "Lagunya Agnes aja deh, terserah judulnya apa,"
> "Okey... Mala dari Tabing baru saja bergabung bersama kita malam ini.
> Okey yang lagi ngerumpi, yang lagi bete , yang lagi sedih ditinggal
> pacar bergabung bersama kita di.... Okey, ada penelepon yang masuk"
> Kring...kringgg...
> "Okey selamat malam, siapa?"
> "Aku Rina."
> "Rina di mana?"
> "Di Indarung,"
> "Okey Rina di Indarung, gitu dong bergabung bersama kita. Apa susahnya
> sih mutar telepon, wow...."
> "Okey, sih, dong," apa susahnya. Kata orang Piaman, "aa saghik e,
> namambah oke, sih jo dong je nye."
> Kata-kata "okey" telah menjadi pelarian bagi pembawa acara yang
> tiba-tiba kehilangan kata-kata untuk menyambung kalimat sebelumn-ya.
> Tanpa ia sadari, tiap sebentar terdengarlah kata-kata 'okey-okey'
> Bahasa radio seperti bermanja-manjakan awak. Dan, tentunya,
> bajakarte-jakarte-an awak. Seorang teman wartawan dari Jakarta ,
> sempat mendengar suara penyiar radio Padang di atas mobil, ketika
> berkunjung ke kota ini beberapa hari lalu.
> "Wow, gue kira ini Padang , kirenye Jakarte , tapi agak medok dikit, "
> katanya terkekeh. Bahasa gaul dan bahasa pembawa acara di radio,
> memang telah menjadi fenomena akhir-akhir ini. Sebuah penelitian
> menyebutkan, banyak bahasa lokal yang punah, seperti bahasa Lampung
> gara-gara 'intervensi' dialek Betawi ke daerah-daerah.
> "Okey, sebuah tembang manis dari Agnes Monica berikut ini, akan
> menemani malam-malam Anda."
> Dan sebuah lagu terdengar dari sebuah radio swasta di Padang . Tak
> lama kemudian penyiar/pembawa acara terdengar lagi berbicara. "Okey,
> bagi Anda yang masih setia bersama kami, silahkan telpon atau juga
> bisa sms, buat yang ingin request lagu dan juga menya-lamin temen atau
> curhat juga boleh. Okey, kita baca sms dulu dari siapa ini ya? Okey,
> iya dari Siska, katanya mau request lagu Des-r'ee dong dengan judul
> It's Okay , spesial buat yang lagi nyiar aja, okey next sms , ada dari
> Mima di UK, mau nyalemin temen-temen di UBH Akuntasi 2003 aja ,
> spesial buat Ridho. Okey deh pendengar, gue mau break dulu, setelah
> jeda nanti gue bakal puterin request -annya satu per satu, okey deh
> jangan ke mana-mana!" sebut sang penyiar itu digenit-genitin.
> Menanggapi hal ini, Armand (samaran) salah seorang penyiar radio
> swasta di Padang , mengatakan, pengucapan kata-kata okey tersebut
> lebih banyak disebabkan oleh faktor refleks, atau secara tidak sadar.
> "Kadang suka refleks aja sebutin kata okey. Bisa dibilang, kata okey
> adalah kata yang paling cepat diingat oleh penyiar, jika kehabisan
> bahan. Ada sih kata-kata lain, cuman yang ini lebih populer dan otak
> sepertinya sudah tahu betul apa yang harus diucapkan mulut di saat
> genting. Masalah ini juga mengarah pada faktor pengawasan dari
> produser siaran. Zaman sekarang ada radio yang rutin mengadakan
> evaluasi siaran kepada penyiarnya setiap minggu ada pula yang tidak,
> tergantung radionya mendidik para penyiarlah," sebutnya serius.
> Permasalahan ini juga dinilai oleh Armand bermuara kepada kemam-puan
> penyiar dalam berimprovisasi dan beradaptasi. "Selain pengawasan,
> masalah ini juga terletak kepada kemampuan berimprovisasi dan
> kematangan dalam variasi kalimat. Banyak penyiar sekarang yang variasi
> kalimatnya parah, alias standar belum lagi ditambah dengan skill
> improvisasi yang stagnan karena kurang membaca dan bergaul dengan
> lingkungan di luar dunia kepen-yiaran. Akhirnya ya gitu , bahasa itu
> ke itu saja, pengetahuan juga sulit bertambah, akibatnya rekonsiliasi
> kata-kata bahkan kalimat sering terjadi saat siaran. Jelas mengganggu
> audiens menurut saya," begitu ia menanggapi dan mencarikan solusi
> terha-dap permaslahan ini.
> Meski demikian ia memaklumi rekan-rekannya masih terdengar ber-siaran
> seperti itu. Dikatakan pria yang hampir lima tahun jadi penyiar radio
> ini, hal tersebut cenderung dilakukan oleh penyiar baru. "Penyiar baru
> kebanyakan kayak gitu , maklumlah demam panggung akhirnya speachless ,
> dan sering nyebutin kata-kata okey. Pada tahap ini wajar, karena kata
> okey sudah jadi bahasa sehari-hari anak muda di Padang . Tapi kalau
> sudah senior, perlu perhatian khusus, karena kitapun juga malas
> mendengarkan kalimat yang itu ke itu saja kan , apapun kosa katanya,"
> tambahnya mengakhiri. kj/ricki
> Sumber : http://www.hariansinggalang.co.id/18juli_utm_oke.htm
> 


 
____________________________________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate 
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke