SEBUAH MAKNA MENCINTAI....
Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan
menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar
sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong
sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. kemudian ia
duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada
tungkainya.
Setahun sudah lewat sejak Susan tidak bisa melihat dunia yang indah ini,
Gara-gara sebuah kecelakaan dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia
yang gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa kasihan pada diri sendiri.
Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan
yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya dan menjadi beban bagi
semua orang disekelilingnya.
Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa ke
kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi
ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun
tempat kerja mereka terletak dipinggir kota yang berseberangan.
Mula - mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa
melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal
paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu
keliru membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik
bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi, baru berpikir untuk
menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak.
Kemudia Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama
Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.
Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan seragam
militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia
mengajari Susan bagimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama
pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi
dengan lingkungan yang baru.
Mark membantu Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan
menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Setiap pagi mereka berangkat bersama -
sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya. Meskipun pengaturan itu
lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal
waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal.
Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu
seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang
pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya
berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark.
Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi kearah
yang berlawanan.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis .... Setiap hari dijalaninya dengan sempurna.
Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja
tanpa dikawal. Pada hari Jum'at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat
kerja.
Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata :"wah,
aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau
tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang
tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup?
Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, "Kenapa kau bilang kau iri
kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijaga
seperti itu".
Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya."Apa
maksudmu?"
Lalu sopir itu menjawab...
"Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam
militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia
memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus
sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat
ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung". kata sopir itu.
Air mata bahagia membasahi pipinya, meskipun secara fisik tidak dapat melihat
Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung,
karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan,
hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri -- hadiah
cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.,
Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---