Aku Cuma bisa berdo'a, didepan ruangan operasi dimana dokter sedang berjuang 
menyelamatkan istriku dan bayi kami. Detak jam didinding ruang itu menunjukkan 
pukul 4 sore.  
  "Tuhan ..., tolonglah...selamatkan mereka berdua", rapalku diantara do'a-do'a 
panjang, hal terakhir yang bisa kulakukan, dan akan kulakukan sebaik mungkin.
  Sejak awal kehamilannya, istriku yang terlampau bahagia tidak pernah 
sekalipun mengeluh walaupun setiap pagi selalu mengalami mual dan muntah yang 
cukup hebat. Perempuan berhati kuat yang telah mendampingiku selama lebih dari 
4 tahun usia pernikahan kami, tetap berusaha menelan makanan-makanan bergizi 
yang sebagian besar akan kembali dia muntahkan, tapi istriku tidak pernah 
menyerah memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan anak kami didalam kandungnya.
  Diantara kesibukanku bekerja lembur demi membiayai ongkos melahirkan istriku 
nantinya, aku selalu berusaha menemaninya kontrol kehamilan ke puskesmas. 
Sampai pagi tadi keadaan istriku baik-baik saja. Senyum yang indah masih 
menghiasi mukanya yang cantik saat melepasku kekantor. Kehamilan istriku  telah 
menginjak usia 37 minggu.
  Sekitar jam 11 siang, istriku menelfon dengan suara yang lemah dan bergetar. 
Aku langsung merasa ada yang tidak beres begitu mendengar suaranya.
  "Bang, cepat pulang. Aku..., aku mengalami perdarahan....aku takut.."
  Bagaikan kesetanan, aku langsung memacu motorku, setelah sebelumnya menelfon 
kakaku yang rumahnya tak jauh dari rumah kami untuk melihat keadaan istriku dan 
sekaligus mencari kendaraan roda empat untuk membawanya ke rumah sakit. Aku 
berusaha konsentrasi memperhatikan lalu lintas yang ramai menjelang makan 
siang, mengenyahkan hal-hal buruk yang menari-nari dalam pikiranku.
  Aku sampainya dirumah tepat saat itu istriku sedang digendong menuju mobil 
kakak yang diparkir didepan rumah kami. Istriku dengan wajah yang pucat 
lalngsung memanggilku. Aku bergegas menghampirinya.
  "Tadi aku sedang masak, tiba-tiba darah keluar begitu saja. Aku takut.., bayi 
kita...", kata-katanya tersendat diantara isak tangisnya.
  "Tenang. Sayang..."
  "Bang, bayi kita...", kata istriku diantara isak nya
  "Bayi kita akan baik-baik saja..". Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. 
Didepan istriku yang cemas dan pucat, aku harus bisa tenang. Darah masih 
mengalir membasahi kain panjangnya. Warnanya merah segar. Aku semakin cemas 
tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
  Sesampai dirumah sakit, dokter langsung memeriksa istriku. Mereka memasang 
infuse dilengannya dan melakukan donor darah. Dokter menanyakan, apakah istriku 
pernah mengalami perdarahan sebelumnya. Istriku menjawab dengan gugup, setelah 
sebelumnya menatapku takut-takut.
  "Pernah dok, waktu kehamilan saya masih 30 minggu, saya mengalami perdarahan 
jumlahnya sedikit. Saya memeriksakannya kebidan. Dan menurut bidan saya harus 
membawa kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, saya melakukannya. Waktu 
itu setelah di USG, saya sudah tahu kalau saya menderita plasenta previa.
   
  Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com 

       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke