Dakwah untuk Kaum Duafa
Oleh ASEP CANDRA ABDILLAH MASALAH kemiskinan adalah masalah yang krusial
dalam pembangunan di Indonesia saat ini, apalagi sejak terjadinya krisis
ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Alquran sendiri banyak membicarakan topik
kemiskinan. Paling sedikit ada 30 ayat yang membicarakan masalah yang berkaitan
dengan topik ini. Dengan kata lain, Allah SWT. memiliki perhatian yang sangat
besar kepada kelompok miskin ini. Sebagai umat Muslim yang harus menjalankan
semua perintah Allah, kita berkewajiban ikut memikirkan dan mencari jalan
keluar bagi terlepasnya manusia dari kemiskinan. Bukan cuma untuk kalangan
Muslim, tetapi umat manusia keseluruhan.
Setiap manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan yang harus dipenuhinya. Kita
harus memahami apa saja kebutuhan manusia itu. Telah banyak para ahli psikologi
yang mengajukan mengajukan pemikiran. Suatu teori yang cukup populer di
kalangan ahli psikologi dan ilmuwan lainnya adalah teori hierarki kebutuhan
(need-hierarchy theory) yang dikemukakan Abraham H. Maslow. Menurut Abraham
Maslow, kebutuhan manusia pada dasarnya bertingkat-tingkat, mulai dari
tingkatan yang paling bawah sampai ke tingkatan yang paling tinggi. Kebutuhan
pada tingkatan yang lebih tinggi tidak mungkin timbul sebelum kebutuhan yang
mendasar terpenuhi.
Secara sedikit lebih terperinci, tingkatan kebutuhan manusia yang dikemukakan
Maslow adalah sebagai berikut. Pertama, kebutuhan fisiologis. Kedua, kebutuhan
akan rasa aman. Ketiga, kebutuhan akan rasa kasih sayang. Keempat, kebutuhan
akan harga diri. Terakhir, kelima, kebutuhan akan aktualisasi diri.
Pemenuhan kebutuhan kaum duafa, fakir, dan miskin tidak sejauh tingkatan
kebutuhan yang terakhir seperti yang diungkapkan Maslow. Mereka masih diliputi
perjuangan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar yaitu makan, minum, dan tempat
tinggal. Jika ditinjau dari teori Maslow keinginan untuk taat beragama akan
sulit berkembang bila orang masih diliputi perjuangan untuk memenuhi kebutuhan
dasarnya. Kebutuhan untuk beragama menduduki peringkat kelima di dalam teori
kebutuhan Maslow yaitu tingkat aktualisasi diri. Kegagalan di dalam memenuhi
tingkat sebelumnya, dapat memberikan dampak psikologi yang sangat serius.
Dampak dari adanya kemiskinan ini pada seseorang setidaknya akan
mengakibatkan, pertama, rendahnya pendidikan. Kelompok miskin punya kesempatan
kecil untuk mengecap pendidikan apalagi mengecap pendidikan tinggi disebabkan
lemahnya potensi yang dimiliki juga biaya. Beberapa hasil penelitian menunjukan
angka kecerdasan sangat ditentukan oleh kualitas gizi yang dimakan dan
stimulasi yang diterima si anak. Kelompok miskin biasanya tidak dapat
memberikan makanan yang bergizi baik. Selain itu, stimulasi mental untuk
mengembangkan kecerdasan anak sangat minim.
Kedua, rendahnya aspirasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelompok
miskin memiliki aspirasi atau harapan yang rendah. Mereka tidak punya
cita-cita, pasrah pada nasib, dan menerima apa yang sudah menjadi suratan
nasib. Ketiga, munculnya rasa putus asa. Kemiskinan dapat membuat seseorang
menjadi putus asa, sesuai dengan hadis Rasullah saw. bahwa kemiskinan
mendekatkan seseorang kepada kekafiran. Orang mudah terpancing pada perbuatan
yang bertentangan norma-norma agama dan norma hukum.
Di dalam Alquran sendiri banyak sekali ditulis ayat-ayat yang mewajibkan
setiap Muslim yang mampu untuk mengurangi beban kaum miskin (duafa). Di
antaranya, "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan barbuat baiklah terhadap
ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin,, serta
ucapkanlah kata-kata yang baik pada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah
zakat" (Q.S. 2: 83).
Mengingat bahwa kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran, seruan dakwah harus
diintensifkan bagi orang-orang miskin. Agar dakwah itu berhasil dengan baik,
kita perlu mengenal kebutuhan-kebutuhan mereka dan melakukan strategi dengan
baik, inilah beberapa strategi dakwah yang bisa diterapkan pada orang-orang
miskin.
Pertama, karena masalah utama orang miskin adalah berjuang untuk memenuhi
kebutuhan dasarnya (makan, minum, istirahat), kegiatan dakwah harus diiringi
oleh fasilitas yang meringankan kebutuhan dasar tersebut. Sudah saatnya umat
Islam mulai bekerja keras menyediakan tenaga dan dana yang dapat meringankan
kelompok miskin. Untuk keperluan itu, kita perlu mendirikan suatu lembaga yang
bertugas mengumpulkan dana dari kalangan muslim, seperti halnya BAZIS (Badan
Zakat, Infak, dan Sedakah).
Kedua, melakukan pengerahan dana lewat yayasan nonprofit untuk menyediakan
beasiswa untuk kelompok beasiswa untuk kelompok miskin dengan imbalan si
penerima beasiswa akan menjadi juru dakwah di kemudian hari. Ketiga,
memperbanyak latihan siap kerja, siap pakai. Dakwah Islam diselipkan di antara
dan di dalam kegiatan tersebut. Keempat, menerjuni kegiatan-kegiatan yang siap
pakai dan memenuhi hajat orang banyak, misalnya penyediaan sumber air bersih,
teknologi tepat guna dan lain-lain bagi kelompok miskin, hal demikian telah
banyak dilakukan oleh kelompok LSM yang seringkali dimotori oleh tokoh-tokoh
agama non-Islam. Kelima, tentu saja kegiatan rutin lewat kegiatan ukhuwah
islamiyah seperti lewat pengajian, mengunjungi keluarga miskin, membayar zakat,
sedekah, dan lain-lain perlu dibina dan dikoordinasikan dengan dengan baik.
Keenam, melakukan dakwah dengan penekanan pada pemupukan jiwa optimistis,
tidak mudah putus asa, dan bekerja keras. Di dalam Alquran banyak sekali ayat
yang berkaitan dengan masalah tersebut. Hal yang demikian amat perlu dilakukan
karena kelompok miskin biasanya memiliki aspirasi hidup yang rendah, mudah
putus asa, dan pesimistis. Hal yang demikian sangat perlu dilakukan karena
dapat menimbulkan motivasi untuk bekerja keras. Sekaligus menunjukkan bahwa
dengan tumbuhnya keyakinan akan sesuatu dapat berubah ke arah yang lebih baik,
maka akan membuat orang lebih optimistis dalam menjalani hidup ini.
Kewajiban ini harus kita sebar luaskan kepada setiap Muslim. Mudah-mudahan
hal itu dapat meningkatkan kesadaran yang lebih besar untuk berbakti.***
Penulis anggota MIQRA, Manajemen Inspirasi Qur'an Realitas Alam
IKLAN
Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wa'alaikum salam wa
rahmatullaahi wa barakaatuhu
Dunia 'pareman' di nagari awak ko alah lamo sangaik umuano, dan dek
masyarakaik awak alah sangaik tabiaso jo dunia sarupo itu.
Katiko parantian oto masih di pasa Banto, di pintu pasa tu ado banyak urang
nan bamodalkan sorak jo batanyo, 'ka Padang ngku?, ka Padang ni? kecekno. Kok
ado tando-tando bahaso urang iyo ka pai ka Padang capek dieloanno jo caro kasa.
Sabab ano basigadu capek jo Tan Barain nan lain nan batanyo Padang ngku, Padang
ni, pulo. Nan surang agen oto ATOM nan ciek agen NPM. Cukuik jo maeloan urang
kaateh oto nan di ageni tu, dapeklah no komisi. Padohal panumpang bisa sajo
mamiliah jo tanang aman, damai tanpa bantuan baliau-baliau ko. Tapi itulah,
indak panah nan sarupo iko di tertibkan di nagari awak.
Masih diparantian oto juo, kok awak baru tibo, ado kopor atau aa sajo di ateh
tenda nan ka turun. Nan maonyok-an dari ateh atok oto sitokar, tapi nan ka
manarimo di bawah ado sajo patugeh nan indak disuruah. Katiko ka mambayia biko,
musti batangka sabab 'pareman' ko mamintak jo nan kalamak di paruik no sajo.
Musti dilawan, sabab kalau indak, kalau awak babaso basi, alamaik ka cayia awak
di no.
Di Biaro, 7.5 km dari Bukiktinggi, buliah pulo awak manyetop oto baiak untuak
pai ka Padang atau ka pai ka Pakan Baru. Sumbarang oto bisa baranti kalau
memang iyo masih ado tampek duduak. Tapi katiko awak alah naiak, indak ado
bagai nan manoloang an awak manyetop oto do, alah tibo sin agen surang, mintak
komisi ka supir. Dan supir indak panah maraso bahaso iko sabagai pamanguaan do.
Alah baitu aturan mainno, baitu jano supir.
Co itulah sabagian masyarakaik awak nan sanang manembak di ateh kudo. Sato
manang di satiok kasempatan. Alias mamangua tadi tu. Dan urang-urang awak nan
sarupo itu alah ado saja ambo ketek-ketek dan tatap ado sampai kini sabab awak,
di kampuang memang iyo alah tabiaso jo nan sarupo itu.
Tabayang-bayang di ambo, baralah ka takekeh-kekeh galak 'kamanakan' ajo Duta
nan mambao pitih cepek nan partamu. 'Alah di Ameghika bana ghantao-e, dapek juo
di awak mamangue kepeng e indak ghako dimintak bagai'.
Ilimu dasar pareman taluak di nagari awak tu samo, Nan tajumbai makanan
guntiang, Nan lalok makan nan jago, nan amuah dipangua musti di pangua. Tapi
cubolah agak garetak-i saketek, sarupo nan ambo caritoan, jo caro nan batua
pulo sarupo mamintak kuricih parkir, biasono banyak nan agak gugup. Apo lai
kalau dipakai ilimu psikologi sederhana saketek, katiko mangecek jo pareman
taluak tu, di caliak matono, dan awak basungguah-sungguah, alah bara kali ambo
cubo, maanggau juo no. Tapi kalau diajak baiyo-iyo, dibao maota, awak capek
dianggapno konco lamo nan siap untuak dipagarak-ino.
Wassalamu'alaikum
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---