Untuk Indonesia memang masih banyak warganya yang kurang peduli dengan Insurance. Selain penghasilan mereka yang terbatas juga cukup banyak yang akhirnya bermasalah dengan perusahaan insurance kalau mereka nanti akan menclaim sesuatu yang jadi objek insurance tsb. Mereka sering dipersulit dan harus melengkapi berbagai data kalau ingin mengurus apa yang menjadi haknya. Selain itu kurs Rupiah terhadap USD yang belum stabil memaksa mereka harus selalu menggunakan rate Rupiah. Sehingga misalnya untuk program beasiswa anak ada nilai 10 juta rupiah yang jadi hak mereka nanti . Setelah susah payah disetorkan untuk waktu yang kadang lebih dari 10 tahun, sewaktu akan digunakan anak hanya cukup untuk membayar uang pangkal kuliah saja. Bukan untuk membiayainya semaksimal mungkin seperti yang di iming-iming para sales. Karena mereka para sales itu selalu menyatakan , kita akan merasa tenang nanti karena biaya kuliah anak akan dicover asuransi yang sudah kita setor selama belasan tahun tsb Memang ada juga asuransi yang menggunakan sistem index dengan menggunakan perhitungan tertentu, selain yang bertahan dengan perhitungan menggunakan USD dengan segala risiko turun naiknya rupiah terhadap dolar. Business Insurance yang agak laku mungkin hanya untuk kendaraan bermotor dan kebakaran saja . Apalagi banyak warga yang memiliki kendaraan melalui kredit via bank atau leasing, sehingga harus di asuransikan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk asuransi kebakaran selain rumah tinggal juga toko banyak yang diasuransikan. Tapi sayangnya untuk lokasi tertentu cukup banyak toko yang tidak bisa diasuransikan, mungkin pihak asuransi sudah memperkirakan komplek pertokoan itu sudah mulai kumuh dan siap untuk diremajakan. Walau banyak disinyalir kebakaran dikomplek perdagangan sering direkayasa, karena kalau pertokoan akan dibangun kembali berarti ada proyek baru beserta izin dan segala tetek bengek lainnya yang harus ditanggung pemilik bangunan , sehingga rupiah akan mengalir ke saku birokrat dan developer. Kondisi ini memaksa masyarakat Indonesia lebih menyukai hanya menabung via property rumah/ tanah karena untuk jangka panjang akan sangat berarti manfaatnya. Ambo sendiri kalau didatangi berbagai sales yang menawarkan berbagai produk baik untuk beasiswa anak, jaminan hari tua atau kesehatan , selalu ambo jawab : Ambo ikuik asuransi ka Allah sajolah dulu, sagalonyo tergantung dan sudah diserahkan kapado Allah. Itu karano adonyo berbagai keraguan seperti hal diatas. Kalau dijaman mbah kito dulu ado istilah : Memasyarakatkan Asuransi dan mengasuransikan masyarakat. Mungkin untuk kondisi Indonesia sekarang memang belum bisa terlaksana daIam segala bidang yang bisa diasuransikan tsb. Wassalam TR- 52
________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Idris Talu Sent: Friday, July 27, 2007 2:51 PM To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Kru Trans 7 Diperas Warga Jembatan Akar Ambo ingin berkongsi maklumat dengan para millis semua, dari segi asuransi misalnya (ambo ambil life premium saja) bagi tahun 2004 untuk perbandingan:- Singapura: Rakyat = 4 juta , jumlah asuransi USD6,459 millions Malaysia: Rakyat = 24 juta, jumlah asuransi USD4,208 millions Indonesia: Rakyat = 242 juta, jumlah asuransi USD1,626 millions source: http://www.internationalinsurance.org Dari angka-angka di atas, kita nampak ketidakseimbangan yang nyata tentang kesadaran melindungi diri dan keluarga di antara ketiga-tiga negara tasabuik. Mohon maoh kerna kesuntukan masa. Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, Idris Talu (56) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2. ========================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
