Ikan Bilih

Orang  Minang  terkenal dengan masakan dan makanannya. Rendang daging,
jangek  (kerupuk  kulit  sapi),  lepat  pisang,  hingga  bubur kampiun
(semacam  campuran  bubur  kacang  hijau  dengan  bubur kacang hitam).
Apapun  bisa  menjadi  santapan yang lezat di tangan mereka. Bagaimana
dengan ikan?

Rupanya, selain ikan laut dan ikan air tawar (sebagian wilayah Sumatra
Barat  adalah  air)  yang  selalu  tersedia  dalam  keadaan  segar  di
pasar-pasar,  Ranah  Minang  juga  menyimpan  potensi  ikan  khas yang
endemik di Danau Singkarak. Ikan tersebut adalah ikan bilih.

Sepintas,  fisik ikan bilih mirip dengan ikan teri ukuran sedang. Ikan
bilih  memang  sejenis  ikan teri. Namun berbeda dengan ikan teri dari
Medan  misalnya,  ikan  bilih  memiliki  tekstur dan ukuran tubuh yang
lebih besar dan renyah.

Ikan  ini  memiliki  daging lebih banyak dibandingkan ikan teri biasa,
juga  tidak asin. Dagingnya yang cukup tebal itu sangat lezat. Panjang
ikan  bilih  sebetulnya  bisa  mencapai jari tangan orang dewasa, tapi
akibat  penangkapan  yang  semakin  meningkat saat ini ikan bilih yang
dijual lebih banyak berukuran kecil.

Di daerah asalnya, tepian danau Singkarak, banyak kedai (warung, Red.)
yang  menjual  ikan bilih ini untuk dimakan atau dibawa pulang sebagai
oleh-oleh.  Umumnya  ikan-ikan  itu  segera dimasak setelah ditangkap.
Jika  Anda  berwisata  ke  Danau  Singkarak  maka Anda dapat menikmati
pemandangan danau yang indah disertai suguhan nasi berlauk ikan bilih.

Di kota-kota di Sumatra Barat, ikan bilih dapat ditemui di pasar-pasar
hingga  di toko-toko yang khusus menjual makanan khas untuk oleh-oleh.
Mencarinya  tidak terlalu sulit. Cukup bertanya sedikit, maka akan ada
orang yang menunjukkan lokasi penjualan ikan yang rasanya sangat gurih
tersebut.

Harga  ikan  bilih  bermacam-macam,  tergantung  lokasi  pembelian dan
keberhasilan menawar. Bila kita membeli langsung dari Danau Singkarak,
tentu  harganya  lebih  murah. Di pasar di kota Padang, masih ada toko
yang  menjual  satu  plastik ikan bilih (sekitar satu kilogram) dengan
harga  Rp.  10.000.  Di daerah Bukittinggi, harganya lebih bervariasi,
antara 25.000 hingga 50.000. Semuanya sudah dimasak.

Ikan   bilih  (masak)  dapat  langsung  dimakan  tanpa  bumbu  apapun.
Biasanya,  ikan  ini  menjadi  salah satu opsi lauk bagi pencinta alam
untuk  makan  selama mendaki gunung. Untuk acara piknik keluarga, ikan
ini juga sering menjadi pilihan makanan.

Makan  nasi  dengan  ikan bilih (saja) cukup mengenyangkan. Namun ikan
bilih  akan  lebih  lezat  jika  dimakan  bersama sambal atau dicampur
bersama lauk lain.

Opsi  campuran  untuk  ikan  bilih  (jangan  lupa diberi sambal/cabai)
adalah  irisan  panjang  kentang;  tempe;  tahu;  hingga  telur puyuh.
Hidangkan bersama nasi hangat. Hmmm...!!! Rasanya makin nikmat!



Labels: Oleh-oleh : Makanan Khas
posted by Hannie at 11:25 PM  | Permalink |




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke