Kalo Nanang ingin Nyelam atau snorkeling di Padang atau Mentawai bisa kontak adiak2 nan ado di LSM Minang Bahari, Yayasan Minang Bahari ko berdiri ateh kumpulan pencinta selam dan bahari tahun 1995 sebanyak 27 orang samaso kami masih kuliah di UBH, dan kini dikelola oleh adiak nan ado di Padang. Alamat nyo sekarang :
Kontak person : Sam, Kanti, Yaser Yayasan Minang Bahari (SANARI) Jl. Tanjung Indah Blok C.20 Lapai-Nanggalo 25142 Padang-Sumatera Barat Telp/Fax : (0751)443016 http://www.geocities.com/minangbahari/ --- "asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tarimo kasih atas responnya Uda Yoel, > tadi ambo sudah buka webnya Univ. Bung Hatta, > mungkin publisnya ke khalayak ramai yang belum. > Mudah2an bilo ambo Ke Padang ambo akan sambangin > Kumpulan kawan2 pencinta bahari di Padang dan > melakukan dive bersama. Mana tahu bisa > didokumentasikan keindahan bawah air dan kalau > mungkin bisa bikin buku diving di ranah minang > > Salam, > > Nanang > > ----- Original Message ---- > From: uda yoel <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, July 31, 2007 11:31:38 AM > Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Benarkah Pariwisata > Merusak Lingkungan? > > > untuk suara2 kelestarian terumbu karang dan > penelitian > di Sumbar bisa baca di artikel2 : > > http://www.bung-hatta.info/content.php?article.cat.34 > http://www.geocities.com/minangbahari/ > http://www.zmt.uni-bremen.de/files/projects/Indonesia/index.html > > Salam > > Yul Spa > > > --- "asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal > nanang, nanang, nanang, nanang" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > di Padang ada institusi pendidikan tinggi yang > > mempunyai program perikanan (kalau ndak salah > Univ. > > Bung Hatta), ambo ndak paham apo itu program > > perikanan air tawar atau laut. Tetapi yang > > dibutuhkan adalah suara2 bagi kelestarian terumbu > > karang, karena terumbu karang merupakan satu paket > > dengan keindahan pulaunya. Tetapi > ..........suaranya > > mana.....? > > > > Suara2 mungkin ada, tetapi belum kedengaran peran > > kawan2 untuk menyuarakan kehancuran turumbu karang > > di sekitar pulau2 yang indah tersebut. > > Mari kita bangun lingkungan kita bersama-sama. > > > > Wasallam, > > > > Nanang > > (36, arsitek) > > > > ----- Original Message ---- > > From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> > > To: [email protected] > > Sent: Tuesday, July 24, 2007 4:59:39 PM > > Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Benarkah Pariwisata > > Merusak Lingkungan? > > > > Satu contoh lingkungan yg rusak sebelum pariwisata > > berkembang adalah di Sikuai dan Pagang situ. Ambo > dg > > Asfarinal dan bbrp kawan mancubo Snorkling disitu. > > Hampir 2 jam kita keliling mencari lokasi yg > tepat, > > tapi tak satupun "karangnya yg hidup" dan menarik. > > Krn sudah tuntas, tas, tas... diambilin oleh > > penduduk sekitar. Waktu itu pun kito masih basuo > jo > > penduduk yg sedang mengambil karang... > > > > Menurut kito, kalau pariwisata maju di Sikuai > dan > > Pagang situ, mungkin penduduk tidak berani > mengambil > > karang suka-sukanya seperti itu... > > > > Salam, > > Nofrins > > > > Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Ada baiknya tulisan ini untuk sekedar mengingatkan > ( > > sedia payung > > sebelum hujan) dalam membentuk konsep wisata yang > > terpadu, penulis dan > > obyek tulisan adalah Bali sebagai daerah > > wisata maka cukup relevan > > untuk diperhatikan. > > > > > > Wassalamu'alaykum wr.wb > > > > Arnoldison > > > > -------------------------- > > > > > http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/2/28/o2.htm > > > > > > Benarkah Pariwisata Merusak Lingkungan? > > Oleh Ketut Gede Dharma Putra > > > > BEBERAPA penelitian yang komprehensif > memperlihatkan > > betapa pariwisata telah > > memberikan kontribusi nyata pada peningkatan > > kualitas hidup masyarakat Bali. > > > > Namun pada sisi yang lain, pembangunan > > kepariwisataan ternyata menyisakan > > dampak negatif. > > > > ---------------------- > > > > Masyarakat Bali baru sadar setelah menikmati > > keindahan gemerlap dunia > > pariwisata yang memabukkan, ada beberapa hal yang > > harus segera diantisipasi > > agar kenikmatan yang pernah dirasakan dulu, tetap > > dapat dirasakan juga oleh > > generasi berikutnya. > > > > Dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan > hidup > > telah diuraikan oleh World > > Tourism Organization (WTO) pada tahun 1996, yang > > harus > > secara cermat dipikirkan > > oleh masyarakat di daerah tujuan wisata seperti > > Bali. > > > > Keramaian wisatawan memberikan dampak kepada > > perubahan perilaku binatang yang > > ditunjukkan dengan tingkah agresif yang seringkali > > membahayakan. Pembangunan > > fasilitas kepariwisataan (akomodasi, dan sarana > > penunjang lainnya), selain > > menyebabkan kerusakan bentang alam, potensi > > peningkatan longsor dan banjir, > > ternyata memunculkan daerah-daerah kumuh di > > sekitarnya. Hal ini sebagai akibat > > datangnya pencari kerja yang tidak memiliki > > keterampilan yang terjebak dengan > > mimpinya tentang keindahan dunia gemerlap > > pariwisata. Namun, setelah sadar > > dengan kesukaran lapangan kerja tidak berani > pulang > > karena malu. Akhirnya > > mereka menyambung hidup dengan tinggal di daerah > > kumuh dan terperangkap dengan > > pekerjaan yang amoral. > > > > Pembukaan daerah rekreasi, wisata alam, wisata > > bahari dan berbagai wisata minat > > khusus lainnya seperti rafting, scuba diving, > > hiking, > > bersepeda, dan panjat > > tebing ternyata memberikan gangguan besar terhadap > > kehidupan flora dan fauna > > liar. Bahkan, atraksi memberi makan binatang di > > daerah tertentu, akhirnya > > memberikan dampak kepada peningkatan kebuasan > > binatang liar tersebut yang > > sangat berbahaya bagi manusia. Penjualan > > barang-barang suvenir yang dibuat > > sesuai dengan keunikan suatu kawasan melalui > > keunikan benda budaya, flora dan > > fauna, akhirnya memberikan dampak kepada kerusakan > > alam yang dilakukan oleh > > oknum yang ingin menjual benda suvenir dari bahan > > asli dari alam. > > > > Pencemaran Lingkungan > > > > Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat lokal > > yang tinggal di suatu > > kawasan wisata adalah pencemaran lingkungan. > > Transportasi serta sistem > > manajemen lalu lintas yang jelek adalah sumber > utama > > polusi udara dan > > kebisingan. WTO (1996) memperkirakan lebih dari 4 > > juta ton bahan bakar > > digunakan setiap tahun yang menghasilkan 850 juta > > gas yang merusak lapisan ozon > > > > dan menghasilkan 3,5 juta ton bahan kimia di udara > > yang menyebabkan terjadinya > > hujan asam berbahaya bagi kehidupan. Pencemaran > air > === message truncated === Lautan Sati Rantau Batuah Sutan Palito Alam 33 th ____________________________________________________________________________________ Pinpoint customers who are looking for what you sell. http://searchmarketing.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2. ========================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
