Nanda Benni dan para sanak sapalanta,

Saya senang Nanda menayangkan tulisan Rhenald Kasali ini, yang mengingatkan 
kita bahwa sesungguhnya tanda tangan itu menunjukkan siapa kita sebenarnya. 
Sejak beberapa lama saya sudah membaca buku-buku kecil tentang masalah 'hand 
wrting' ini, yang oleh sebagian penulis disebut sebagai 'mind writing'. 
Artinya, kita bisa membaca jalan  pikiran serta watak seseorang dari tulisan 
tangan dan tanda tangannya.

Dapat saya sampaikan bahwa sejak kecil tanda tangan saya sudah 'bergaya 
Amerika', he he, terus terang, terbuka, tidak tedeng aling-aling, lugas, dan 
tidak pandai berputar-putar. [Rasanya itulah watak saya].

Wassalam,
Saafroedin Bahar

----- Original Message ----
From: benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, August 3, 2007 2:15:33 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] LOW TRUST SOCIETY

Artikel menarik dari Rhenald Kasali, semoga berkenan
*********
LOW TRUST SOCIETY                                                           

 Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai 
akhir Mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang mencantumkan 
nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga. Tak ada satu pun nama 
yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan saya pada 
peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun silam ketika baru saja 
memulai program doktoral saya di Amerika Serikat.
 Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya membuka bank account di 
bank mana saja di kota itu. Saya pun menurutinya. Maklum, tanpa punya buku cek, 
hidup di Amerika akan terasa sulit. Hampir semua transaksi dilakukan melalui
 pos. Bayar listrik, telepon, air,tagihan kartu kredit, beli buku, bayar pajak, 
kena tiket lalu lintas (tilang), sampai bayar uang sekolah. Semuanya 
menggunakan cek. Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.
 Setelah punya bank account dan mulai berbelanja dengan menggunakan cek, 
ternyata saya pun mengalami kesulitan. Pasalnya, petugas bank memanggil saya 
karena mengalami kesulitan membaca tanda tangan saya. Saya mencoba 
menjelaskannya bahwa itu benar tanda tangan milik saya, dan saya melakukannya 
kembali di depan petugas itu. Petugas tetap menolak dan mengatakan itu bukan 
tanda tangan. Kalau bukan tanda tangan lantas apa? "Itu urek-urek!"ujarnya 
sambil tersenyum.
 Sejak itu saya pun mulai berlatih membuat tanda tangan baru, yaitu tanda 
tangan yang namanya mudah teridentifikasi. Maka, sejak saat itu saya mulai 
terbiasa memiliki dua jenis tanda tangan. Saya menyebutnya satu tanda tangan 
lokal (yang dikatakan urek-urek tadi) dan satu lagi tanda
 tangan Amerika. Kalau Anda pernah hadir dalam seminar saya dan meminta saya 
menandatangani buku saya yang Anda baru beli, Anda pasti ingat bahwa saya 
selalu mengatakan itu adalah tanda tangan Amerika: mudah dibaca dan 
diidentifikasi. Ada juga pembaca yang minta dua-duanya, dan ada kalanya saya 
pun meluluskannya. Tanda tangan lokal itu biasanya hanya saya gunakan untuk 
urusan bank Dan menandatangani transkrip nilai mahasiswa. Dalam salah satu 
seminar saya pernah meminta agar para peserta menggoreskan tanda tangannya di 
atas kertas dan meminta rekan di sebelahnya yang baru dikenalnya mengenali nama 
mereka. Ternyata tak banyak di antara mereka yang dapat mengenali nama orang 
dari tanda tangannya.Ketika ditanya mengapa mereka membuat tanda tangan seruwet 
itu, semuanya menjawab bak koor: "Biar tidak mudah ditiru orang lain." Mengapa 
kita semua melakukan hal yang sama? Mudah ditebak jawabnya.
 Sejak kecil Kita telah diajari orang-orang tua dan guru-guru Kita agar tidak
 mudah percaya pada orang lain. "Buatlah tanda tangan yang tidak mudah ditiru 
agar jangan sampai dipalsukan orang lain." Kita menurutinya, dan tanpa kita 
sadari roh-roh ketidakpercayaan ini sudah melekat dalam pikiran kita. "Trust," 
kata Francis Fukuyama, adalah "the social virtues and the creation of 
prosperity." Rasa percaya adalah suatu ikatan sosial yang penting untuk 
menciptakankemakmuran. Kalau tidak ada rasa percaya, mestinya tidak ada bisnis. 
Bagaimana mungkin kita berbinsis dengan orang yang tidak Kita percaya? Rasa 
percaya itu pula yang akan menentukan bangunan organisasi perusahaan saudara. 
Makin rendah rasa percaya kita terhadap orang lain, makin banyak pula kita 
melibatkan sanak saudara kita, teman sealmamater, sesuku dan sebagainya 
terlibat dalam bisnis kita. Kita makin menutup pintu bagi orang lain. Dan 
akibatnya potensi kita untuk menjadi besar akan terhambat.
 Pengalaman lainnya yang saya dapatkan di Amerika barangkali dapat menjelaskan 
betapa
 berbedanya tingkat rasa percaya. Menjelang pulang ke tanah air, setelah 
menyelesaikan program studi, saya pun melakukan moving sale melego 
barang-barang yang nilai bukunya masih cukup tinggi. Misalnya saja Ada sebuah 
dish washer (mesin pencuci piring) elektrik yang usianya baru tiga tahun Dan 
nilainya masih cukup tinggi namun harus dilepas dengan harga yang sangat murah. 
Pembelinya tentu saja masyarakat komunitas tempat tinggal kami, yang umumnya 
adalah keluarga muda atau para mahasiswa asing yang dari mancanegara. Kalau 
calon pembelinya datang dari negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, Ceko, 
Turki, Portugal, Brazil, Irak, Pakistan, India, atau negara-negara Afrika, 
biasanya transaksi berjalan tersendat-sendat. Mereka umumnya tidak percaya 
terhadap kualitas mesin (apakah masih tetap baik) dan harga yang ditawarkan. 
Mereka mengutak-atik mesin, menghabiskan waktu berjam-jam, mengajukan 
pertanyaan, lalu menawar di bawah separo dari harga yang
 ditawarkan. Prosesnya sama
 seperti Anda menawar harga sepasang sepatu di pasar Senen atau pasar lainnya 
di Indonesia. Dan akhirnya pun dapat diterka: tidak ada transaksi. Hal yang 
berbeda dialami kalau pembelinya berasal dari negara-negara yang barangkali 
dapat kita sebut sebagai high trust society, seperti Amerika, Inggris, 
Finlandia, bahkan Jepang yang rata-rata sudah lebih makmur hidupnya. Mereka 
cuma bertanya tiga hal: mengapa dijual, apakah ada kerusakan, dan berapa 
harganya. Kalau mereka suka, mereka tidak menawar, langsung angkat. Dalam 
kepala mereka, kalau barang ini rusak maka mereka akan kembalikan segera. 
Mereka percaya bahwa orang lain dapat dipercaya, dan kalau mereka menipu mereka 
akan ditangkap polisi, diadili, dan dijatuhi hukuman.
 Pembaca, apakah implikasi melakukan kegiatan bisnis di sebuah low trust 
society? Mudah-mudahan Saudara sudah dapat menangkapnya: jangan langsung 
melakukan transaksi. Selalu mulailah dengan membangun rasa percaya dari 
lawan-lawan bisnis Anda.
 Jangan sesekali melakukan penawaran kalau lawan bisnis Anda di sini belum 
mengenal betul Anda. Kalau ada jalan pintas yang dapat ditawarkan, barangkali 
cuma satu ini: carilah jembatan melalui orang-orang yang sudah dikenal dan 
dipercaya oleh lawan bisnis Anda. Tanpa itu, Anda cuma melakukan upaya sia-sia. 
Saya merindukan, kelak anak-anak kita akan membuat tanda tangan yang namanya 
dapat dibaca oleh orang lain.

 
      
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.











       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >200KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke