Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh,

Mengapa orang Indonesia menjadi inferior terhadap orang asing

1. Faktor external, yaitu karena hembusan informasi yang dikeluarkan
oleh kalangan mereka sendiri bahwa mereka itu memang bangsa yang lebih beradab, 
memiliki pengetahun yang
lebih,  berkehidupan yang berkemakmuran sehingga membuat minder
orang-orang lokal terhadap orang asing. Peran media menjadi sangat
dominan

2. Faktor internal,
-  Belum  habis  terkikis  sisa  peninggalan penjajah yang menanamkan
   perasaan sebagai bangsa inlander.
   Menghilangkan perasaan dan mental ini adalah dengan mempelajari
   sejarah dengan cara yang betul, pemahaman akan makna penjajahan, sebab
   timbul paham imperialisme yang menyebabkan dorongan untuk
   mengeksploitasi bangsa lain.
   Pelajaran sejarah sekarang hanya mengajarkan tentang peristiwa untuk
   dihapalkan oleh anak didik, kurang dipelajari sebab yang
   melatarbelakanginya.

-  Masih tersisa pengaruh peninggalan ajaran  agama Hindu dan Budha yang 
membentuk
pengkastaan (hirarkhi) terhadap kelompok manusia, membentuk mental
yang mempercayai memang ada perbedaan derajat antara manusia yang
merupakan takdir dari sang maha kuasa.
Agama Islam mengajarkan tentang pembebasan terhadap penyembahan
manusia terhadap manusia , mengajarkan kesejajaran, mengklarifikasikan
perbedaan suku bangsa menjadi suatu bentuk keharmonisan.



Arnoldison


Friday, August 3, 2007, 4:44:33 AM, you wrote:

jm> Assalammu Alaikum warahmatul Llah hi wabarokatuh,

jm> Watak terunggul dalam keperibadian Minang atau keMinangan yang saya 
pelajari dalam sesingkat masa ini ialah ketidak-adaan nilai dan watak 
kebolehjajahan /colonializability. Apa itu
jm> kebolehjajahan/colonializability ini? Saperti yang kita semua sudah ketahui 
yaitu menurut pandangan Ibn Khaldun, dalam buku teragungnya, Muqaddimah, bangsa 
yang dijajah cenderung untuk meniru
jm> bangsa yang menjajah. Adakah kekuatan sipenjajah maka satu bangsa atau 
negara itu mudah di jajah? Atau kerna kelemahan yang ada pada dan dalam bangsa 
atau negara yang dijajah itu sesungguhnya
jm> membuat mereka mudah di kalahkan hingga terjajah? Malek BenNabi, saorang 
pejuang, diplomat, filosof, dan pemikir/visionary Algeria bersetuju dengan 
soalan kedua. Menjawabnya, beliau mencipta
jm> ungkapan colonializability. Bagi beliau bangsa yang terjajah kerana bangsa 
itu membenarkan jiwa mereka di jajah. 

jm> Jiwa kebolehjajahan ini banyak puncanya. Punca utama yang menyedia tapak 
kebolehjajahan ini, saya kira, ialah apa yang di nukilkan oleh Malik bennabi- 
civilizational bancruptcy. Bangkrup tamaddun
jm> ini telah amat kita terasai sekali. Rasa rendah diri ini/inferiority 
complex adalah salah satunya. Adakah kedua dua ungkapan ini telah menjelma 
dalam jiwa dan keMinangan orang Minang sekarang
jm> ini? Yang jelas lagi, ketidak-adaan feudalisme Minang mengukuh lagi 
penolakan faham kebolehjajahan ini.  

jm> Minang duhulu dan keMinangan yang tertulis dalam ABS-SBK tidak membenarkan 
colonializability maupun civilizational banckruptcy. Dari kajian sejarah 
Minangkabau, saya melihat watak Minang itu
jm> tidak mahu melakukan penjajahan dan sekali gus menolak di jajah apatah lagi 
kebolehjajahan. Walaupun dijajah, mereka terus melawan (lawan tetap lawan) dan 
pantang mundur dan kalau mundur kerna
jm> tuntutan strategi dalam medan peperangan. Walaupun dijajah jiwa mereka 
tetap menolak penjajahan Belanda bedebah. Semasa dijajah mereka memilih dari 
yang terbaik dari sistem nilai Belanda dan
jm> disesuaikan agar mengukuh lagi peradaban Minang itu sendiri.  Cerdik pandai 
Minangkabau telah menjadi powerhouse semasa gerakan merebut kemerdekaan 
Indonesia. Dasar powerhouse ini kerna jiwa
jm> menolak faham kebolehjajahan ini.   

jm> Dalam era desentralisasi dan otonomi daerah Minangkabau pantas menggerak 
langkah memperbaiki kerosakan kerosakan yang menimpa Ranah. 
Memperkukuh-sempurnakan ABS-SBK sangat sangat di utamakan.
jm> Usaha memperkukuh-sempurnakan ini memantapkan lagi penolakan Minang 
kontemporer akan sikap kebolehjajahan ini. 

jm> Minang Rantau atau berdagangnya orang Minang itu bermottokan dimana bumi 
dipijak, disitu langit di junjung. Satu peribahasa yang menjelaskan sikap 
menolak menjajah dan dijajah. Satu konsep dan
jm> amalan mahukan kebebasan dan merdeka. 

jm> WaalLlah hu 'Alam.

jm> Afda Rizki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
jm> Suai Da Arnold :)


  
       
jm> ---------------------------------
jm> Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!
jm> 



-- 
Best regards,
 Arnoldison                            mailto:[EMAIL PROTECTED]




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >200KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke