salamualaikum pak zur...
   
  tentang sumbar..
   
  klo dalam buku heidi toeffler d third wafe... effisiensi dan efektifitas 
informasi... salah satunya tentang birokrasi, e-book, net world, minim 
structurize, etc... 
   
  dan ada yang perlu ditambhakan yakni optimum energy... 
   
  sumbar, secara geografis yg desentralistik... 
  ternyata potensi energi sumbar juga desentralistis... 
  potensi mikrohidro terbesar di indonesia... 
   
  biomass, bisa belajar dari kanada bagaimana memaksimalkan potensi hutannya 
dalam pembangkitan energi...
   
  satu usulan saya, jangan sampai ada yg membuat rumah atau bangunan ditepi 
danau atau laut... karena akan mempersulit akses kesana... untuk mempercepat 
akses maninjau bisa dengan pesawat amphibi dll...
   
  susu, seperti swiss sangat potensial di minangkabau, tetapi sayangnya masih 
susu kerbau tradisional yang dikonsumsi masyarakat...
   
  sumbar bisa memilih menjadi negara maju agraris seperti swiss, dengan 
mempertimbangkan banyak hal dalam effisiensi pemanfaatan lahan untuk faktor 
industri, dll... 
   
  mungkin baru ini yang bisa saya share... semoga membantu... 
   
  salam,
  jabok

Ade Zur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    


 

 http://www.biofir.com/?id=zurade
    http://www.biofir.com/zurade
   

Dusanak netter,

Pertemuan dengan Gubernur Sumbar (Minangkabau?) dan stafnya bersama tokoh 
masyarakat perantau Minang, dalam rangka memdapatkan bahan-bahan untuk membuat 
rencana jangka panjang, 25 tahun mendatang nampaknya cukup kreatif dan 
produktif. Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para hadirin untuk 
memberikan masukan saran dan tanggapan dari 3 orang panelis yaitu ketua Gebu 
Minang Bapak Asril yang kawakan, pengusaha minang Sofian Wanandi dan ketua DPD 
kita G Irmani  

Tentu saja dalam menyusun Pembangunan jangka panjang pertama kali kita bicara 
konsep.   Kita membangun berbasis sumberdaya yang kita miliki yaitu sumberdaya 
alam (SDA), sumberdaya manusia (SDM) dan budaya da agama. Kita tidak punya 
banyak kekayaan seperti propinsi2 sekitar sumbar yang tadinya tergabung dalam 
propinsi Sumatera Tengah, seperti Riau, Kepri, Jambi. Tapi sumberdaya yang kita 
miliki adalah budaya, khususnya budaya dengan garis keturunan matriachat (garis 
Ibu) yang sangat terkenal itu, agama, dan View (pemandangan) yang indah. Kita 
tidak punya BBM, gas, batubarapun sudah habis, dan lainnya yang serba sedikit. 

 

Bila dilihat dari sumberdaya yang dominan, kelihatannya tepat sekali bila 
propinsi Sumbar itu fokus pembangunannya adalah Pariwisata, atau lengkapnya 
Propinsi Taman Wisata, atau Ekotourism, Agro Tourism, Heritage Tourism  atau 
apapun namanya... sasarannya jasa, rekreasi,   menikmati pemandangan yang 
indah, budaya dll semua aspek dapat tercover pada  Pariwisata. Banyak sekali 
lokasi-lokasi yang indah-indah, seperti ngarai Sianok, Danau Singkarak, danau 
Maninjau dengan kelok 44, jam dagang dengan janjang 40, danau kembar (Diatas 
dan dibawah), dan saya pernah lihat dari atas pesawat terbang view yang sangat 
menarik dari danau kembar itu ada satu lagi didekat danau itu agak melingkar 
.... belum lagi bukit barisan, Simabur, Gn Merap jo Gn Singgalang nan tagak 
manjago, dan lainnya masih sangat banyak lagi .....

 

Sebagus apapun pogram itu sangat tergantung kepada SDM. Kita punya SDM yang 
malu kalau ndak pandai....Perlu ada REFORMASI BIROKRASI (sekarang ini adalah 
peninggalan penjajahan dan orde baru,   sangat tidak sesuai karena, seharusnya 
pj itu adalah fasilitator bukan penguasa yang selalu minta dilayani)  korupsi 
dan KKN hapus sama sekali, penegakan hukum harus jalan... hal ini kan Sumbar 
sudah menjadi pionir dan menjai contoh bagi propinsi lainnya  .... Semuanya ini 
bias terjadi tentu melalui REFORMASI PENDIDIKAN, perbaikan dalam hal guru, 
dosen; pembelajaran dan metoda (PBM), kurikulum, manajemen,  dan keterbukaan 
..............sehingga dapat menghasilkan SDM yang kreatif, produktif, 
inovatif, dapat bersaing, percaya diri, dan mempunyai kearifan lokal. Kalau 
sudah terwujud pantaslah propinsi Sumbar berganti nama menjadi propinsi   
MINANGKABAU

 

Sudah ada contoh seperti kotamdya Sawahlunto yang pernah diperbincangkan dalam 
miling kita ini, kok bisa membangun waterboom, pacuan kuda, peternakan, 
perbaikan jalan-jalan dll padahal tidak punya apa-apa. Mereka sudah mulai 
reformasi birokrasi, walikotanya tidak korupsi, punya komitmen... nah bisa kan 
membangun... Memang negeri kita ini kaya dan subur, lempar tongkat mungkin bisa 
tumbuh, kan ada lagu... "cubo-cubo mananam mumbang sia tau jadi kalapo" .. ..

 

Tarimo kasih

 http://www.biofir.com/?id=zurade
    http://www.biofir.com/zurade




  
---------------------------------
  Try it now! Live Search: Better results, fast 




       
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >200KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke