quote :
1. "Sajak gunuang marapi sagadang talua itiak"
    (Sejak gunung marapi sebesar telur itik)
  Ini maksudnya adalah gunung marapi yang terlihat masih jauh dari 
tengah laut (dari atas kapal), yang dilihat oleh para imigran pertama 
nenek moyang orang Minang yang diperkirakan datang dari sekitar India 
Selatan dan Langgapuri (Ceylon/Srilanka)

-------

Sanak Fadli Z - ado nan jadi agak mengganjal dek ambo saketek.  Karano 
satahu ambo gunuang marapi di ranah ado di Bukittingi, indak ka mungkin  
nampak dari tangah, tapi atau bahkan padang sekalipun. Ntah kok dari 
tampek nan agak tinggi di Padang ten. :)

Kaduo, nan mambedakan Pagaruyuang jo  kerajaan lain adolah inyo indak 
talatak di daerah aliran sungai, tapi lauik dan semisal itu. Hal nan 
samo nan di tarangankan dalam buku Sumatra Barat hingga Plakat Panjang.

Jadi apokah nenek moyong kito ko sangajo dari jauh-jauh datang untuk 
masuak ka Pagaruyuang  ( baca:pedalaman, karano indak di daerah aliran 
sungai atau tapi pantai). Manga indak di tapi lauk, pantai Padang, 
Pariaman , pesisir selatan sen nenek moyong kito tu  tingga?

Mohon pencerahan sanak ....

CMIIW

--
Afda Rizki
PS:mokasih Mak Ansori untuak buku nan bermanfaat tu

*************
Fadli Z wrote:
> Terimakasih atas apresiasinya.
> Dalam mencermati tambo, hal yang perlu sekali kita perhatikan adalah 
> karakter dari bahasa tambo itu dan karakter bangsa penulisnya 
> sendiri.Ini mirip metodologinya dengan belajar bahasa Arab untuk 
> memahami alquran dan hadist.
> Untuk tambo versi bahasa indonesia bisa dibaca di link ini 
> <http://mataharigading.blogspot.com/2007/08/alam-mingkabau.html>.
>
> OK, sekarang kita mulai. Orang Minang dari dahulu sampai sekarang 
> terbiasa menggunakan kiasan, perumpamaan dan analogi. Ini telah saya 
> ulas pada frase
> bugih lamo = kain lama = bekas istri = janda
> Selain itu kalau anda perhatikan di tambo, ada gelar-gelar seperti 
> Kucing Hitam, Harimau Campo, Kambing Hutan dan Anjing Mualim yang 
> sebenarnya manusia juga.
> Untuk menterjemahkan kiasan, salah satu metode yang dipakai adalah 
> mencari frase yang menggunkan kosakata yang sama dengan kalimat yang 
> akan ditafsirkan.
> Kemungkinan perbedaan tafsiran pasti ada, namun tidaklah akan terlalu 
> besar penyimpangan artinya.
> OK, sekarang saya cuplikkan dua buah kasus.
>
> 1. "Sajak gunuang marapi sagadang talua itiak"
>     (Sejak gunung marapi sebesar telur itik)
>   Ini maksudnya adalah gunung marapi yang terlihat masih jauh dari 
> tengah laut (dari atas kapal), yang dilihat oleh para imigran pertama 
> nenek moyang orang Minang yang diperkirakan datang dari sekitar India 
> Selatan dan Langgapuri (Ceylon/Srilanka)
>
> 2. "Bundo Kanduang, Dang Tuanku dan Putri Bungsu mangorok kelangit"
>  (Bundo Kanduang, Dang Tuanku dan Putri Bungsu 
> menghilang/terbang/moksa kelangit)
> Kalimat ini ditemukan dalam Kaba Cindua Mato. Bisa dibaca dahulu di 
> link ini <http://zulfadli.wordpress.com/2007/08/15/cindua-mato/>.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke