Mungkin sudah saatnya saudagar Minang mulai berpikir sedikit modern dan 
kapitalis. Menyikapi kemajuan Tionghoa yang begitu ekspansif dan agresif 
meminggirkan pebisnis Minang, ada baiknya kita juga menempuh jalan seperti 
mereka. Namun berhubung permodalan tentu kita tidak akan bisa membuat mall-mall 
seperti jaringan Pasaraya Grande nya Abdul Ltief atau Suzuya nya Basrizal Koto.
  Usulan saya masih terkait Minang Trade Center namun dari sisi mulainya ada 
baiknya dibentuk dahulu sebuah badan usaha yang memiliki saham publik. Jadi 
jika dana telah terkumpul cukup, maka carilah tempat yang akan dibikin menjadi 
Trade  Center. Mungkin nama yang cukup bagus adalah Pasar Rakyat Muamalat. 
Bentuk lahan usaha ini mirip seperti mall namun diisi oleh pedagang kaki lima 
yang telah tertata. Mungkin bisa dibayangkan seperti ITC Cempaka Mas, namun 
dengan area berbentuk stand, bukan kios.
  Kita bisa bekerja sama dengan Bank Muamalat untuk investasi awal. Selain ini 
jaringan Pasar Rakyat Muamalat ini juga bisa dikembangkan ke bentuk minimarket. 
Dengan konsep ini, orang Minang yang bukan saudagar pun bisa ikut berinvestasi 
karena saham Pasar Rakyat Muamalat dilepas ke publik. Selain itu, jaringan ini 
juga bisa menembus pasar-pasar tradisional. Pedagang yang bergabung dengan 
jaringan Pasar Rakyat Muamalat dapat memasang sticker khusus di kiosnya.
  Anggota dari Jaringan Pasar Rakyat Muamalat juga dilindungi asuransi dan 
dengan mekanisme tertentu bisa mendapatkan permodalan dengan cara bagi hasil 
atau sistem syariah lain. Dengan cara ini, seiring berkembangnya kapital, dapat 
dibangun Trade Center lainnya di kota-kota lain.
  Intinya adalah, Pasar Rakyat Muamalat diharapkan dapat menjadi percontohan 
reformasi bisnis pada orang Minang. Sehingga posisinya bukan lagi Cuma 
menumpang di pasar orang yang rentan dibakar, namun mendirikan pasar sendiri 
dengan berbekal pelanggan setia.
   
  Sekian
  Fadli ZF 
  http://zulfadli.wordpress.com
  http://laguminanglamo.wordpress.com
   
   
  
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... chaidir latief
    • ... Rasyid, Taufiq (taufiqr)
  • ... ASLIM NURHASAN
    • ... Ronal Chandra
      • ... Ronal Chandra
        • ... Akhir, Zainul (zainula)
  • ... chaidir latief
    • ... Yulisman Tanjung
  • ... chaidir latief
  • ... ASLIM NURHASAN
    • ... Fadli Z
      • ... M. Zaki S
        • ... Ronal Chandra
          • ... Fadli Z
            • ... muhammad syahreza
      • ... Ronal Chandra
    • ... hanifah daman
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... benni inayatullah
      • ... Boby Lukman
  • ... chaidir latief

Kirim email ke