Terimakasih atas tanggapan para dunsanak.
Ahh, andaikan saja saya seorang pengusaha atau saudagar tentulah akan lebih 
mudah saya menjawab pertanyaan ini dan memberikan step by step darimana kita 
akan mulai melangkah.
Malangnya saya cuma seorang buruh IT, sehingga secara awam saya tidak bisa 
memaparkan langkah-langkahnya.
Harapan saya justru ada dunsanak yang lebih berpengalaman untuk mewujudkan ide 
ini ketahap rencana kasar (masterplan).

Hmm, berikut sedikit usulan saya sebagai orang awam:

Jaringan Pasar Rakyat Muamalat pertama sekali didirikan bukan diatas asas 
modal, walaupun dianya nanti kita rencanakan akan mengikuti strategi 
kapitalisme, namun pada awalnya akan dibentuk diatas dasar semangat dan dan 
rasa saling percaya.
Ini diwujudkan secara konkretnya terlebih dahulu dengan berserikat.

Pertanyaan selanjutnya siapa yang berserikat dan berserikat secara bagaimana?
Anggota serikat tentulah para pedagang siapa yang mau dan memiliki semangat 
untuk itu, tidak peduli besar kecil, mapan atau amatir, lama atau baru.
Darimana mulai berserikat?
Mulailah dari lingkungan terdekat misalnya, sesama pedagang pasar Tebet, atau 
sesama pedagang korban kebakaran pasar Blok M, Palasari atau Pasar Turi.

Apa yang akan dikerjakan dalam perserikatan?
Tentu pertama sekali rasa saling percaya. Modal saling percaya ini dipergunakan 
untuk membentuk kepengurusan kegiatan semacam arisan julo-julo dan sistem 
penjaminan dana talangan (ini mengadopsi konsep grameen bank nya Muhammad 
Yunus, penerima Nobel dari Bangladesh).
Konkritnya seperti apa?
Sebelum kita memikirkan manajemen badan usaha dengan saham yang go publik, 
bentuklah terlebih dahulu manajemen sederhana seperti manajemen masjid. Bukalah 
satu rekening perserikatan di Bank Muamalat yang nantinya akan digunakan 
sebagai dana talangan bersama jika ada musibah. Saya yakin dunsanak pedagang 
sekalian telah terbiasa dengan konsep manajemen seperti ini.
Sepertinya sederhana? Lalu apa bedanya?
Memang sederhana, memang cuma julo-julo, memang cuma arisan dan rekening bank. 
Tapi coba perhatikan, ini adalah cikal bakal manajemen modern yang akrab dengan 
manajemen resiko. Terlebih lagi dibangun atas rasa saling percaya. Metode ini 
akan meningkatkan keberlangsungan usaha, sehingga ketika terjadi musibah (baik 
disengaja atau tidak) dalam waktu tidak terlalu lama bisa bangkit kembali.

Kalau cuma perserikatan? Bukannya sudah banyak jenisnya?
Disinilah peranan SSM 2007, saya mengharapkan nantinya 
perserikatan-perserikatan yg akan dibangun pada tahap komunitas kecil ini perlu 
konsep yang seragam, sehingga antar perserikatan nantinya bisa menjalin 
koordinasi dan membentuk federasi perserikatan.
Misalnya Perserikatan Pasar Rakyat Muamalat wilayah Tanah Abang berkoordinasi 
dengan Perserikatan Pasar Rakyat Muamalat wilayah Cipulir.

Setelah masing-masing perserikatan mulai kuat, baru direncanakan tahap 
kapitalisme, misalnya :
Dibangun sebuah ITC di daerah Lebak Bulus, maka perserikatan-perserikatan 
menunjuk anggotanya yang cukup mapan menempatkan wakilnya sebagai pioneer di 
tempat baru tersebut dengan tetap membawa nama Jaringan Pasar Rakyat Muamalat.
Pada tahap ini terjadi kenaikan strata dari pedagang pasar tradisional ke 
bentuk yang lebih tertata.

Dan jika dana telah cukup memungkinkan, beberapa perserikatan bukan tidak 
mungkin dapat bersekutu mendirikan sebuah Trade Center yang akan dikelola oleh 
sebuah perusahaan yang dibentuk kemudian sebagai administratur, dan dengan 
perkembangan selanjutnya melepas saham go publik sehingga warga yang non 
saudagar bisa ikut berinvestasi.

Paparan diatas adalah salah satu skenario.
Banyak skenario lain yang bisa dilakukan, misalkan dengan strategi top down 
(yang agak kecil kemungkinannya) yaitu meminta pengusaha besar semacam Abdul 
Latief mencarikan/membuat trade center baru dengan sistem bagi hasil yang akan 
ditempati pedagang kaki lima.


Salam Hangat,
 Fadli ZF  
 http://zulfadli.wordpress.com
 http://laguminanglamo.wordpress.com




Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ide Bagus,...

Trus terang saya tidak tau harus menjawab apa dipertanyaan dibawah ini, tapi 
satu hal yang pasti, saya akan hadir saat SSM 2007 digelar dan saya akan 
usulkan ide dibawah ini dikerjakan.

Saat puncak acara harus terbentuk Organisasi Saudagar Minang kalau emang 
seluruh masalah bisnis urang awak dari yang paling kecil sampai yang paling 
besar ingin selesai dan ingin maju kedepan.

Kalau indak dan cuma untuk Maota Ka Maota Juo Lai, iyo tapaso awak samo samo 
katokan saat itu "Maaf Panitia Cukup Sampai Disini Sajo Acaro SSM 2007 Ko". 
tidak perlu ada pertemuan kedua dan seterusnya.

Regards
ROnal Chandra

"M. Zaki S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:     Pak Fadli
 Ide yang Bagus 
 Usulan  saya masih terkait Minang Trade Center namun dari sisi mulainya ada  
baiknya dibentuk dahulu sebuah badan usaha yang memiliki saham  publik
 Cuma disini menurut saya (mohon maaf jika salah)  permasalahannya siapo nan 
akan memulai..
 itu sajo...
  
 Salam
 Zaki
  
---------------------------------
 From: [email protected]  [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Fadli 
Z
Sent:  Thursday, August 30, 2007 1:47 PM
To:  [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Jaringan Pasar Rakyat  Muamalat, Usulan Orang Awam 
untuk SSM 2007


 
 Mungkin  sudah saatnya saudagar Minang mulai  berpikir sedikit modern dan 
kapitalis.  Menyikapi kemajuan Tionghoa yang begitu ekspansif dan agresif 
meminggirkan  pebisnis Minang, ada baiknya kita juga menempuh jalan seperti 
mereka. Namun  berhubung permodalan tentu kita tidak akan bisa membuat 
mall-mall seperti  jaringan Pasaraya Grande nya Abdul Ltief atau Suzuya nya 
Basrizal  Koto.
 Usulan  saya masih terkait Minang Trade Center namun dari sisi mulainya ada  
baiknya dibentuk dahulu sebuah badan usaha yang memiliki saham publik. Jadi 
jika  dana telah terkumpul cukup, maka carilah tempat yang akan dibikin menjadi 
 Trade  Center. Mungkin nama yang  cukup bagus adalah Pasar Rakyat Muamalat. 
Bentuk lahan usaha ini mirip   seperti mall namun diisi oleh pedagang kaki lima 
yang telah tertata. Mungkin bisa  dibayangkan seperti ITC Cempaka Mas, namun 
dengan area berbentuk stand, bukan  kios.
 Kita  bisa bekerja sama dengan Bank Muamalat untuk investasi awal. Selain ini  
jaringan Pasar Rakyat Muamalat ini juga bisa dikembangkan ke bentuk  
minimarket. Dengan konsep ini, orang Minang yang bukan saudagar pun bisa ikut  
berinvestasi karena saham Pasar Rakyat Muamalat dilepas ke publik. Selain  itu, 
jaringan ini juga bisa menembus pasar-pasar tradisional. Pedagang yang  
bergabung dengan jaringan Pasar Rakyat Muamalat dapat memasang sticker  khusus 
di kiosnya.
 Anggota  dari Jaringan Pasar Rakyat Muamalat juga dilindungi asuransi dan 
dengan  mekanisme tertentu bisa mendapatkan permodalan dengan cara bagi hasil 
atau  sistem syariah lain. Dengan cara ini, seiring berkembangnya kapital, 
dapat  dibangun Trade  Center lainnya di kota-kota  lain.
 Intinya  adalah, Pasar Rakyat Muamalat diharapkan dapat menjadi percontohan  
reformasi bisnis pada orang Minang. Sehingga posisinya bukan lagi Cuma 
menumpang  di pasar orang yang rentan dibakar, namun mendirikan pasar sendiri 
dengan   berbekal pelanggan setia.
 
 Sekian
 Fadli ZF  
 http://zulfadli.wordpress.com
 http://laguminanglamo.wordpress.com

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

    • ... Ronal Chandra
      • ... Ronal Chandra
        • ... Akhir, Zainul (zainula)
  • ... chaidir latief
    • ... Yulisman Tanjung
  • ... chaidir latief
  • ... ASLIM NURHASAN
    • ... Fadli Z
      • ... M. Zaki S
        • ... Ronal Chandra
          • ... Fadli Z
            • ... muhammad syahreza
      • ... Ronal Chandra
    • ... hanifah daman
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... benni inayatullah
      • ... Boby Lukman
  • ... chaidir latief
  • ... ASLIM NURHASAN
    • ... hanifah daman

Kirim email ke