-----Original Message-----
From: Boy Mass'AbeedDeen [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 30 Agustus 2007 22:35


RIDHA ALLAH

Oleh Buya H. Mas'oed Abidin

Tujuan kita sudahlah jelas. 
Wijhah itu adalah satu. 
Yaitu "keridhaan Allah" semata. 

Keridhaan Allah itu lah bagi kita yang menjadi motivasi bagi mewujudkan amal
nyata "membentuk masyarakat utama" (khaira ummah) yang memotivasi kita untuk
memilih berbuat atau tidak berbuat, bahkan memotivasi untuk bertindak dan
kalau perlu adamasanya mesti diam. 

Mencari keridhaan Allah yang di pegang oleh setiap mukmin, adalah menjadi
tujuan hidup dan menjadi tujuan mati, dan menjadi ikatan pemersatu ummat. 

Sebelum satu program yang dihasilkan bisa diwujudkan dalam satu langkah oleh
satu ummat di dalam Persyarikatan Muhammadiyah, kerja nomor satu adalah
menyatukan wijhah yakni keredhaan Allah.
Bukan keredhaan orang lain. Bukan pula asal aku senang, atau juga tidak
karena demi golongan. Perlu disimak kembali pesan Bapak M. 
Natsir, "carilah keredhaan Allah Yang Satu, supaya kita dapat bersatu". Dan
Ki Bagus Hadikusumo, 50 tahun silam mengatakan, "jangan cari benda benda
bertebaran, nanti kita akan bertebaran lantarannya". Ini suatu agenda besar
bagi "ummat utama", yakni Ummat Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam. 

Apabila perpegan¬gan ini tetap adanya dalam setiap tindak tanduk perjuangan,
Insya Allah akan terhindar dari perpecahan (tafarruq) dan terjauh pula dari
tanazu' (sikut menyikut). 

Yang akan lahir adalah perlombaan sehat dan jujur (fastabiqul khairaat). 

Ada lagi yang berbahaya, berobah niat ditengah perjalanan. 
Apa yang tadi telah dirumuskan semula menjadi kabur tak terbaca. 
Pada awalnya hendak menanam "cinta dan Takut kepada Allah" berubah menjadi
"cinta kekuasaan dan takut mati". Yang diniatkan pada awalnya "dakwah
Ilallah" (mengajak ummat utama kepada Allah), berobah tumbuh menjadi "dakwah
ghairullah (kepentingan diri, jual tampang untuk aku). 

Perbuatan 'aku isme" atau "ananiyah" akan menyuburkan tafarruq dan tanazu'
itu. 

Ada beberapa tindakan yang mungkin dilakukan segera.

Pertama. 
Melakukan introspeksi di kalangan kita sendiri. 
Mulai dari kelompok yang terkecil, bahkan keluarga. 
Masihkah prinsip prinsip utama masih dipertahankan. 

Kedua. 
Masing masing berusaha mengambil inisiatif dan aktif untuk mengikat kembali
tali ukhuwah, kekerabatan dan keke¬luargaan di antara keluarga tanpa gembar
gembor, namun secara jujur dalam mengatasi satu dua persoalan di tengah
ummat yang kita pandu. 

Ketiga,
Memelihara kesempatan kesempatan yang ada dan tersedia dalam melakukan
tatanan kekerabatan di tengah "keluarga" kita, dengan memperbesar frekwensi
pertukaran fikiran secara informal dalam berbagai masalah ummat, dalam
suasana jernih, tenang dan bersih serta tidak berprasangka. 

Keempat,
Berusaha mencari titik titik pertemuan (kalimatun sawa) di antara kalangan
kita, antara kalangan dan pribadi pribadi para intelektual muslim (zu'ama),
para pemegang kendali sistim *umara), dan para ikutan ummat utama, para
ulama dan aktifis pergerakan baik tua maupun muda, dalam ikatan iakatan yang
tidak tegang dan kaku, karena kekuatan terletak pada keluwesan pikiran dan
keteguhan prinsip.

Kelima,
Menegakkan secara sungguh dan bertanggung jawab Nizhamul Mujtama' 
(tata hidup bermasyarakat) diatas dasar 'Aqidah Islamiyah dan Syari'ah,
dengan memelihara mutu ibadah di kalangan ummat utama, Mu'amalah (sosial,
ekonomi, siyasah) dan Akhlak (pemeliharaan tata nilai melelui pendidikan dan
kaderisasi yang terarah). 

Ummat utama tidak bisa ditegakkan dan dibentengi secara dadakan. 
Hanya mungkin dilakukan melalui didikan, latihan, ujian lahir dan bathin,
setaraf demi setaraf. 
Mengutamakan perbaikan dari dalam.***

Wassalam, Buya H.Mas'oed Abidin


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke