Saya hanya ingin sedikit membahas bagian terakhir dr
email bung fadli. Terutama masalah arti pepatah yang
didramatisir sebagai kata2 kasar, dan masalah Hansip
Milist.
Kalau peserta milist ini hanya memfokuskan pada
kalimat terakhir tersebut, apalagi mendramitisrnya,
saya malah ingin brtnya. Apakah cara2 spt itu sama
artinya dengan provokator? Dan kemudian orang yang
merasa di bidik ingin menjadi hansip dg cara melacak
ip seseorang?
Trmakasih bung fadli, Bung telah membantu saya dari
rasa takut dikejar hansip. Saya punya pengalaman buruk
dengan hansip. Mdh2an hansip itu hanya menggertak,
seperti waktu saya kecil dulu. Dengan pentungan di
pinggang, saya sampai lari tungganglanggang agar tdk
ditangkap. 
Hansip di sini pakai apa ya?

Hal lain, saya juga sepakat dg bung fadli. 
Ketika bung fadli mengemukakan pendapat, maka yang dia
utarakan adalah bagian dari mengkritik diri sendiri.
Saya pun spt itu. Saya bisa saja termasuk yang asbun
dan sotoy seperi yg saya gambarkan terdahulu.

Kalau di email saya sblm ini ada yang tersinggung dg
istilah sotoy dan asbun, itu bukan urusan saya. Itu
artinya dia tau diri dg siapa dia. Jd tak perlu main
ancam segala lah. Banyak juga orang yg pintar IT, tapi
tidak untuk menakut2 i orang lain. 

Jadi. Untuk urusan pepatah yang membuat bnyak org
marah dan tersinggung dengan "arti" sebuah kata, saya
minta maaf.
Tapi kalau ada yang marah dg cap sotoy dan asbun, saya
tdk akan minta maaf. ini kan bagian dari dinamika
orang minang. Artinya sedikit dari budaya nenek moyang
itu sudah saya dapatkan

itu tanggapan saya
wass
hasnul 27 th

--- Fadli Z <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   Tido Karuah Nan Tak Tajaniahkan, Patenggangkan Juo
> Patenggangkan
>    
>   Terlebih dahulu saya pohonkan maaf jika postingan
> saya kali ini dirasa menyinggung dan menyindir para
> warga milis RantauNet ini, baik yang statusnya
> petinggi, administrator, orang lama, orang tua,
> orang muda ataupun orang baru dan orang lewat.
>   Saya yakin selain saya banyak juga warga RN yang
> prihatin dengan kondisi politik akhir-akhir ini di
> republik RN. Saya sempat melakukan kritik dengan
> gaya sindiran (yang sekaligus saya lakukan untuk
> menyindir diri saya sendiri), berikut saya kutipkan
> lagi :
>    
>   Urang Nan Ampek Jinih dalam Nagari RN
>    
>   
>    Kaum Sabana Sigap,      ciri-ciri no : mambaleh
> posting sacapek kilek, indak paralu mambaco     
> mukasuik tulisan, lansuang jawab sasudah mancaliak
> judul sajo, potong sagalo      nan indak sasuai
> dihati (mumpung awak urang lamo nan bakuaso), kritik
>      sagalo nan indak katuju, semba sado nan lewat
> (mumpung awak urang bagak      baladiang).
>    Kaum Rajin Sangaik,      ciri-ciri no : forward
> sinan forward siko, copy sinan copy siko, iklan     
> sinan iklan siko, promosi sinan, promosi siko,
> mamanuah manuahan inbox      sajo.
>    Kaum Banyak Pikia,      ciri-ciri no : postingan
> sapanjang tali baruak, kok sadang baruntuang lai    
>  ado nan mananggapi, hobi ota ka maota, carito nan
> diawang awang, indak ado      nan ka indak mungkin
> kecek wee.
>    Kaum Baliang Baliang,      ciri-ciri no : semba
> sipak kian kamari, kok suko suko bana, kok banci    
>  basalahan bana. Badebat ndak kenal waktu, nan
> penting awak nan nomor satu.
>    
>   Tetapi apa yang terjadi, entah karena kiasan tidak
> lagi mempan sebagai sarana bercermin diri bagi orang
> Minang atau sebab lain yang saya tidak tahu,
> postingan ini ditanggapi secara responsif oleh
> seorang warga dengan menyerang saya. Sebenarnya saya
> tidak terlalu mempermasalahkannya, karena didalam
> postingan itu saya juga meniatkan mengkritik diri
> saya sendiri. Tapi sudahlah, yang berlalu biar
> berlalu.
>   Pada kesempatan ini saya ingin sedikit memaparkan
> hasil cermatan saya tentang kenapa kaba yang beredar
> di milis ini berkembang menjadi kabagalau .
> Rata-rata penyebab sebenarnya adalah sebagai
> berikut:
>   
>    Kadang-kadang kita terlalu responsive     
> menanggapi tulisan orang lain, tanpa perlu
> menyisakan waktu untuk sedikit      memahami
> maksudnya barang beberapa waktu. Ini terlihat dari
> betapa      cepatnya sebuah post dibalas. Bahkan
> terkadang post yg sebenarnya cukup      detail
> dibalas sekenanya saja. Dan post-post yang
> sebenarnya sudah jernih      ini berpotensi terhapus
> atau      dihapus.
>    Ada      sebagian kita yang memang senang
> membelokkan arah suatu post.
>    Sebagian kita ternyata lebih menikmati     
> perdebatan ketimbang contentnya, jarang yang
> benar-benar membaca. Ini      bahkan lebih mirip
> chatting saja.
>    Kadang-kadang kita kehilangan pikiran utama     
> dari suatu post (yang dibutuhkan untuk menarik
> kesimpulan) karena terlalu      cepat dihapus. Untuk
> kasus ini saya contohkan yang dilakukan saudara     
> Chaidir Latif terhadap post saya tentang Jaringan
> Pasar Rakyat Muamalat. Saudara Chaidir langsung     
> menghapus post saya yang panjang itu dan
> menggantinya dengan tulisan "Ide      saudara cukup
> bagus dari sisi non saudagar". Saya melayangkan
> keberatan, karena      saudara Chaidir posisinya
> persis setelah saya dalam membalas post ini, dan    
>  sebelum post saya, masih ada 3 post lagi yang
> sebenarnya lebih memenuhi      prioritas untuk
> dihapus. Jawaban saudara Chaidir "cukup cerdik",
> "Anda      tidak lihat peraturannya? Hapuslah bagian
> yang dianggap tidak penting".      Saya yang bodoh
> ini berpikir alangkah bijaksananya saudara Chaidir,
> karena      menurut ybs tulisan saya tidak penting
> maka langsung dihapus. Peduli amat      posisinya
> masih baru atau sudah di bottom.
>    Sebagian kita merasa menjadi hansip dan     
> polisi. Mengeluarkan ancaman melacak IP, identitas
> atau jenis pembunuhan      karakter secara halus
> atau terang-terangan. Secara etika ini sudah tidak  
>    benar. Padahal yang diserang oleh saudara Hasnul
> sendiri sebagai goblok      adalah fiktif
> (orang-orang yang asbun itu). Tapi pihak yang
> menanggapi      hanya memelototkan matanya pada kata
> "goblok" itu saja, dan memicingkan      mata
> terhadap content dari kritikan.
>   Itulah hal-hal yang saya lihat di milis ini.
> Solusi saya, hendaknya kita menjunjung tinggi
> kembali etika dan saling menghargai. Bahasa kitanya
> "patenggangkan". Jangan sedemikian gampangnya
> menunjuk hidung orang lain, empat jari mengarah
> kekita.
>   Btw, mudah-mudahan post ini tidak dihapus pula
> oleh "urang bagak".
>    
>   Salam Hangat,
>   Fadli ZF (umua 24 tahun)
>    
>   http://zulfadli.wordpress.com
>   http://laguminanglamo.wordpress.com
>    
>    
>    
>   
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
>
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's 
Comedy with an Edge to see what's on, when. 
http://tv.yahoo.com/collections/222


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke