MELAWAT KE DUBAI DAN ISTAMBUL
 
1.   JAKARTA - DUBAI
 
Suatu petang, ketika kami berbincang-bincang santai, istriku mengatakan bahwa 
tahun ini 'ibu-ibu (istri karyawan) Total' akan pergi berdarmawisata ke 
Istambul, Turki. Darmawisata seperti itu biasanya menggunakan biaya sendiri 
dengan sedikit subsidi dari kantor. Yang disubsidi hanya biaya fiskal dan visa 
negara yang dituju. Aku tidak terlalu menanggapinya ketika itu dan istriku juga 
tidak berharap untuk ikut pergi, karena dia tahu aku tidak akan mengizinkannya 
pergi tanpa aku.
 
Beberapa bulan kemudian, di awal Agustus yang lalu, ketika kami 
berbincang-bincang lagi di suatu saat, pembicaraan kami menyinggung tentang 
Turki. Dan istriku mengatakan bahwa rombongan ibu-ibu yang akan ke Turki, kali 
ini akan disertai juga seorang bapak, pensiunan karyawan Total. 'Kok ada 
bapak-bapak diizinkan ikut, bukankah biasanya pesertanya hanya ibu-ibu saja?' 
aku bertanya. Rupanya karena peminat dibawah quota, maka pesertanya diperlebar 
dengan membolehkan suami ataupun anak-anak untuk ikut.
 
Di ujung pembicaraan, aku bertanya kepada istriku, apakah dia berminat untuk 
ikut. Dia melongo keheranan mendengar pertanyaan seperti itu. Aku memperjelas, 
tentu saja kalau aku juga boleh ikut, dan kita pergi bersama-sama. Istriku 
sangat surprise dan sangat senang. Tapi masih mungkinkah bisa mendaftar? Karena 
rombongan itu akan berangkat tanggal 13 Agustus. Istriku segera sibuk mencari 
informasi. Mulanya, sepertinya kami sudah tidak bisa ikut karena setiap anggota 
rombongan sudah mendapatkan tiket pesawat pulang pergi serta visa Turki. Kami 
menunggu hampir seminggu, untuk mendapat kepastian mendapatkan tiket. Kepastian 
itu baru datang, pada tanggal 7 Agustus, enam hari sebelum berangkat. Barulah 
kami pergi mengurus visa Turki, yang tidak sulit mendapatkannya. Artinya kami 
siap untuk ikut dalam rombongan wisata itu.
 
Tanggal 13 Agustus itu kami berangkat dari rumah sebelum jam setengah enam 
sore, karena semua peserta diminta sudah hadir di Bandara jam tujuh. Waktu yang 
kurang aku sukai untuk berangkat meninggalkan rumah karena hanya 30 menit 
sebelum waktu magrib.  Kami akhirnya shalat magrib di perjalanan ke bandara 
yang langsung kami jamak dengan shalat isya. Jam tujuh lebih kami sampai di 
bandara, dan ternyata kami adalah yang paling akhir di antara peserta. Mereka 
sangat antusias dan berhati-hati rupanya untuk perjalanan jauh ini. Aku yakin, 
ini adalah keberhati-hatian yang berlebihan mengingat pesawat kami baru akan 
berangkat jam sepuluh nanti.
 
Benar saja, ketergesa-gesaan itu sebenarnya tidak terlalu perlu. Kami menunggu 
sekitar tiga jam sebelum keberangkatan pesawat. Perjalanan itu menggunakan 
pesawat Boeing 777 dari maskapai penerbangan Emirat, yang berangkat jam sepuluh 
malam dari bandara Soekarno - Hatta. Kami transit sekitar satu jam di Kuala 
Lumpur, dan jam dua belas tengah malam (menurut jam Jakarta) melanjutkan 
penerbangan ke Dubai.  Pesawat berbadan lebar ini cukup menyenangkan, 
dilengkapi dengan segala pernak-pernik peralatan audio visual untuk dinikmati 
sepanjang perjalanan. Aku perhatikan sebahagian besar pramugarinya berkulit 
putih dan berbicara dengan aksen Inggeris British. Meski ada juga yang 
bertampang Asia (Philipina atau Cina atau Korea) dan sedikit sekali yang 
bertampang Timur Tengah. Dari brosur yang terdapat dikantong kursi dihadapanku 
terbaca bahwa maskapai penerbangan ini menjelajah hampir ke segenap pelosok di 
lima benua. Mereka mempunyai 90 buah pesawat berbadan
 lebar sejenis Boeing 777 ini. Garuda pasti jauh tertinggal di belakang Emirat.
 
Penerbangan ke Dubai ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam.  Aku berhasil tertidur 
sebentar dalam rentang waktu itu. Jam empat subuh waktu Dubai kami mendarat di 
bandara Dubai. Belum masuk waktu subuh. Temperatur di luar saat itu dilaporkan 
40 derajat. Ini adalah musim panas. Kami melalui pemeriksaan imigrasi karena 
kami akan transit sekitar 10 jam di kota ini. Ketika sedang antri di loket 
imigrasi terdengar azan subuh. Sesudah melalui loket tersebut kami mencari 
mushala untuk shalat subuh. 
 
 
                                                                         *****

 
St. Lembang Alam
http://lembangalam.multiply.com
http://360.yahoo.com/stlembang_alam


       
____________________________________________________________________________________
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. 
Yahoo! Answers - Check it out. 
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke