Assalam'alaikumwarahmatullahiwabarkaatuh.

Makasih mak lembang Alam atas ceritanya yang cukup
menarik. Kota Istanbul, Turki ini mengingatkan saya
berapa tahun yang silam, Juli atau Agustus 93(sebelum
saya menikah bulan September thn 93). Saya pulang ke
Indonesia transit di Turki selama dua hari, dengan
memakai penerbangan Malaysia, jadi semua biaya hotel
selama di Turki ditanggung oleh penerbangan Malaysia.

Rencana kepulangan saya adalah bersama-sama rombongan
Mahasiswa/i Malaysia yang akan pulang ke Malaysia.
Tapi  takdir menetukan lain, mereka ngak jadi
berangkat, tinggallah saya sendiri dengan seorang
mahasiswa Al Azhar, dari Malaysia yang akan pulang
juga.Dia lebih dahulu check in barang,sementara saya
datang terlambat, karena dasarnya saya ingn mengcancel
kepulangan saya, sampai waktunya tepat dengan
rombongan mahasiswi lainnya, teapi tidak bisa lagi,
kecuali potong berapa persen dari tiket saya, yah mau
tak mau saya pulang juga.

 Saya ketemu dengannya setelah dibangku pesawat saja,
kebetulan dia duduk disamping saya.Saya ngak tau,
kalau dia inilah teman saya yang akan transit di hotel
Turki selama dua hari itu.

Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan, saya buta
dengan kota Turki(begitupun mahasiswa ini), bingung,
syukur kami bisa bahasa Arab/Inggris, jadi komunikasi
dengan orang Turki ngak begitu sulit, bila perlu.

Mahasiswa ini dah tau aja, kalau saya mahasiswi Al
Azhar, rupanya dia sudah dipesankan oleh orang travel
untuk menjaga dan memperhatikan saya selama dalam
perjalanan sampai ke Malaysia itu.
Bingung, berjalan bersama orang Malaysia yang ngak
dikenal sama sekali, dan perjalanannyapun ketempat
yang belum pernah dikunjungi sama sekali, dapat
dibayangkan betapa kacau balaunya saya berjalan
bersama seorang mahasiswa yang tak dikenal, sementara
kepulangan saya sebenarnya dalam rangka akan menikah
dengan suami saya yang sekarang, dikarenakan beliau
masih di Saudi, saya berangkat lebih awal.

Syukurnya mahasiswa ini cukup baik, selama di Turki
kemana sajapun tempat wisata bersama dia.Mulanya orang
hotel menduga kami suami istri, tapi mereka heran
karena hotel koq dua kamar. Kami bilang saja kami
bukan suami istri, tetapi mahasiswa Kairo, yang
kebetulan sama pulangnya dan sama transit melalui
Turki. Tetapi luar biasa ketakutan saya nginap baru
pertama sekali dihotel seumur hidup saya. Bayangan
saya dah macam2, ada yang akan buka pintu
sayalah,beginilah, begitulah, pokonya ngak bisa tidur
selama dua malam, kecuali dalam keadaan duduk di
kursi, ngak berani tidur dikasur.Dan kondisi saya ini
rupanya diketahui mahasiwa itu, karena paginya pas
sarapan dia melihat saya mata masih merah, tanda
begadang semalaman.

Selama dua hari di Turki, memang kesan saya Turki kota
yang unik, dan cewek2nya cantik2, mirip juga dengan
cewek Mesir, tetapi mereka lbh cantik lagi, agak
kurusan, beda dengan Mesir ceweknya sering gemuk(kalau
yg dah kawin terutamanya).

Ketika akan berangkat ke Malaysia, nasib saya memang
lagi ngak baik. Ada masalah dengan orang di air port,
entah memang masalah atau masalah yang dicari2
mereka.Saya bukan penduduk Malaysia, tetapi ngak ada
visa transit di Malaysia(kala itu kenegara tetangga
harus pakai visa). Saya bilang, saya ngak singgah di
Malaysia, transit sebentar saja, trus langsung ke
Indonesia. Dia tanya "mana tiket ke ndonesianya?".
Saya bilang "yah dibeli di Malaysialah".

Wah..ngak ada visa Malaysia, dan belum beli tiket ini
rupanya yang jadi masalah bagi orang Turki. Saya
disuruh tinggal di Turki dulu sampai ada visa dan
tiket ke Indonesia untuk beberapa hari di Turki,
sementara yang mahasiswa silahkan berangkat dengan
jadwal penerbangan yang ada.

Waduh, "matilah saya", saya pikir. Saya bilang sama
mahasiswa itu:"Kamu ngak boleh pulang ke Malaysia,
tanpa bersama saya, saya ngak mungkin tinggal di Turki
ini sendirian, bisa-bisa bahaya nasib saya, takut
dijadikan TKWlah, perempuan liarlah, pokonya pikiran
dah macam2 saja.Ini mahasiswa ketawa lebar melihat
ketakutan saya. Dia bilang:"Tak adalah yang akan
tinggalkan ukhti"(dengan logat Malaysianya yang
kental).

Akhirnya dialah yang kesana kemari ngurus visa dan
tiket saya, sampaipun membawa barang, serta membayar
kelebihan timbangan bagasi saya.(saya punya hutang
sama dia, syukurnya pas ketemu kembali di kairo, Allah
mempertemukan kami, entah kenapa dia kekuliyah bagian
perempuan, dan ketemu dengan saya, saya langsung
bilang, "saya punya hutang dengan kamu".)Dia bilang,
ngak usah dibayar, saya ikhlas koq,anggap saja
pemberian kakak sama adiknya.

Saya bilang, "Tapi jumlahnya kan banyak, tiket ke
Indonesia, bayar visa, dan juga bagasi?".(dia hanya
tersenyum saja menanggapinya). Sampai saya tanya ke
travel tempat saya beli tiket di Kairo, apa orang
travel yang bayarkan atau uangnya pribadi. Orang
travel bilang uangnya pribadi."Wah, ini kejadian Turki
sengsara membawa nikmat namanya saya pikir"

Subhanallah, sudahlah orangnya baik, sopan, dan alim
selama dua hari bersamanya, meski berjalan bersama,
tetapi dia ngak banyak omong, jalanpun dia berada
didepan, atau saya didepan, tidak pernah jalan
berdampingan. Benar2 sopan dan baik mahasiswa malaysia
itu saya pikir. Sampai sekarang saya sulit melupakan
kejadian di Turki kota bersejarah juga, dengan segala
macam pengalaman yang tersimpan.Saya ceritakan kisah
ini sama suami saya, dan saya sampaikan juga, bahwa
namanya mirip juga dengan nama suami. Suami
Abdurrahim, beliau Abdurrauf, yang artinya
senada,"hamba yang penyayang dan lembut".

Wassalam'alaikum. Rahima.

--- Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> 4.   SELAMAT DATANG DI ISTAMBUL
>  
> Pemandu wisata kami seorang yang ramah dengan bahasa
> Inggeris yang baik. Seorang wanita yang lebih
> kelihatan Eropah dari Asia. Dia mengawali ucapan
> selamat datangnya dengan memperkenalkan namanya,
> Lale. Bukan Lela (Laila), karena Lela sudah tinggal
> di Dubai katanya melucu. Istambul adalah kota yang
> unik, terletak di benua Eropah dan Asia. Yang di
> bagian Eropah adalah kota lama dibagian selatan yang
> berbentuk tanduk disebut juga sebagai the Golden
> Horn yang adalah merupakan pusat kota lama, dan
> bagian utara yang disebut daerah Galata. Di seberang
> laut terletak bagian kota di benua Asia yang
> merupakan kota moderen. Kedua sisi kota dipisahkan
> oleh selat Bosporus. Penduduk kota berjumlah sekitar
> 15 juta orang dari sekitar 70 juta penduduk Turki.
> Sekitar satu di antara lima orang Turki tinggal di
> Istambul. 
>


       
____________________________________________________________________________________
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows. 
Yahoo! Answers - Check it out.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke