PUASA MENURUT AL-QURAN
oleh Dr. M. Quraish Shihab
Al-Quran menggunakan kata shiyam sebanyak delapan kali, kesemuanya
dalam arti puasa menurut pengertian hukum syariat. Sekali Al-Quran
juga menggunakan kata shaum, tetapi maknanya adalah menahan diri untuk
tidak bebicara:
Sesungguhnya Aku bernazar puasa (shauman), maka hari ini aku tidak
akan berbicara dengan seorang manusia pun (QS Maryam [19]: 26).
Demikian ucapan Maryam a.s. yang diajarkan oleh malaikat Jibril ketika
ada yang mempertanyakan tentang kelahiran anaknya (Isa a.s.). Kata ini
juga terdapat masing-masing sekali dalam bentuk perintah berpuasa di
bulan Ramadhan, sekali dalam bentuk kata kerja yang menyatakan bahwa
"berpuasa adalah baik untuk kamu", dan sekali menunjuk kepada
pelaku-pelaku puasa pria dan wanita, yaitu ash-shaimin wash-shaimat.
Kata-kata yang beraneka bentuk itu, kesemuanya terambil dari akar kata
yang sama yakni sha-wa-ma yang dari segi bahasa maknanya berkisar pada
"menahan" dan "berhenti atau "tidak bergerak". Kuda yang berhenti
berjalan dinamai faras shaim. Manusia yang berupaya menahan diri dari
satu aktivitas --apa pun aktivitas itu-- dinamai shaim (berpuasa).
Pengertian kebahasaan ini, dipersempit maknanya oleh hukum syariat,
sehingga shiyam hanya digunakan untuk "menahan diri dar makan, minum,
dan upaya mengeluarkan sperma dari terbitnya fajar hingga terbenamnya
matahari".
Kaum sufi, merujuk ke hakikat dan tujuan puasa, menambahkan kegiatan
yang harus dibatasi selama melakukan puasa. Ini mencakup pembatasan
atas seluruh anggota tubuh bahkan hati dan pikiran dari melakukan
segala macam dosa. Betapa pun, shiyam atau shaum --bagi manusia-- pada
hakikatnya adalah menahan atau mengendalikan diri. Karena itu pula
puasa dipersamakan dengan sikap sabar, baik dari segi pengertian
bahasa (keduanya berarti menahan diri) maupun esensi kesabaran dan
puasa.
Hadis qudsi yang menyatakan antara lain bahwa, "Puasa untuk-Ku, dan
Aku yang memberinya ganjaran" dipersamakan oleh banyak ulama dengan
firman-Nya dalam surat Az-Zumar (39): 10.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan
pahalanya tanpa batas. Orang sabar yang dimaksud di sini adalah orang
yang berpuasa.
--------------------------------------------------------------------------------
Artikel ini diambil dari buku WAWASAN AL-QURAN Tafsir Maudhu'i atas
Pelbagai Persoalan Umat, karangan Dr. M. Quraish Shihab, M.A. Penerbit
Mizan, Jln. Yodkali No.16, Bandung 40124
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---