Bulan Ramadan adalah bulan penuh rakhmat. Tetapi Ramadan hampir selalu tidak berpihak kepada orang-orang malang yang sering disebut "sampah masyarakat" seperti pelacur jalanan, waria, dan kepada mereka yang mengais kehidupan di tempat yang umumnya disebut "tempat maksiat", tetapi juga pedagang-pedagang kecil makanan, pedagang-pedagang nasi yang berjualan dengan gerobak, yang hasilnya bahkan tidak cukup untuk makanan sehari-hari. "Apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih terhormat dan bermartabat," sergah para ustadz dan ustadzah yang hampir tidak pernah menaruh kuping di tanah sehingga cenderung menyederhanakan masalah, kepada perempuan-perempuan yang bekerja di tempat-tempat "maksiat" seperti bar, pub, panti pijat dan tentu saja rumah-rumah bordil. Sebahagian mungkin menyukai pekerjaan tersebut, tetapi sebagian karena tidak punya pilihan, tidak punya ijazah, kecuali wajah. Perut mereka, anak-anak mereka harus diisi, bahkan tidak jarang para suami yang hanya bisa mencetak bayi, pun mengantungkan makan, rokok dan botol demi botol bir yang mereka tenggak dari hasil keringat dan bahkan tidak jarang----maaf---dari 'lendir' yang dihinakan lelaki-lelaki lain ke dalam rahim sang isteri. Untuk menghormati Ramadan, sudut-sudut Kota harus dibersihkan dari "sampah masyarakat". Tempat-tempat maksiat: bar, disko, panti pijat, pub dan sejenis harus ditutup. Di sini, terlihat sekali pemberian predikat "maksiat" sangat dangkal dan hanya menyentuh kulit. Departemen Agama, tempat banyak orang-orang yang hapal ayat yang mengembat uang rakyat dan umat, adalah tempat mulia belaka serta tidak perlu diapa-apakan untuk memulyakan bulan puasa. Dan para "Pembela Tuhan", yang berjubah atau bukan, sudah siap untuk mengamankan. Pertanyaannya kemudian ialah, di mana wajah Nabi pada perilaku umat waktu ini yang dengan tertawa menyuruh seorang pendosa yang sangat miskin agar menggunakan sekeranjang kurma yang beliau hadiahkan kepada sang pendosa membayar kifarat atas perbuatannya melakukan hubungan badan dengan isterinya yang merupakan perbuatan yang dilarang dalam bulan puasa, agar pendosa itu dan keluarga tidak kelaparan. Tetapi kenapa?
Seperti pernah saya kemukakan dalam salah satu kolom saya di Superkoran yang berasal dari posting saya pada sebuah diskusi di milis Apakabar, kita sepertinya terperangkap pada teologi langit, "Teologi yang memberhalakan Tuhan, sehingga melakukan tindakan yang dianggap "menyenangkan" atau "memulyakan" Tuhan sah-sah saja, mulai dari hingar bingar pengeras suara setiap subuh yang melafdzkan ayat-ayat Al Quran, wirid, bahkan kasidahan di sebagian besar masjid di Indonesia (hal-hal yang tidak akan pernah terdengar di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah), menzalimi jemaah Ahmadiyah, merusak rumah ibadah penganut agama lain, membunuh orang-orang tidak bersalah, termasuk yang seagama seperti yang terjadi di Pakistan, Irak dan Darfour, Sudan". Dan kita juga menyangka kita "memulyakan" Tuhan ketika menguber-nguber dan mengelandang para waria dan pelacur jalanan, menyumbat rezeki orang-orang lemah dan terpinggirkan karena "salah mereka sendiri" memilih pekerjaan, setiap Ramadan kok mau bekerja di sana. Tentu saja bukan berarti kita harus cuek saja terhadap para perempuan jalanan, jenis-jenis usaha yang tidak layak berdekatan dengan tempat-tempat ibadah dan pemukiman, membiarkan kaum perempuan mencari nafkan dengan menghinakan dirinya, tetapi jelas hal-hal tersebut tidak mungkin dipecahkan dengan terapi "obat anti masuk angin" seperti itu. "Wes, uwes, uwes, bablas angine!" Yang jelas negeri tanpa tempat maksiat hanya ada di dunia utopia. Dan Tuhan Pencipta dan Penguasa Semesta Alam, adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Tapi apalah awak ini Selamat berpuasa Ramadan bagi yang menjalankan, dengan keprihatinan yang sangat dalam atas bencana gempa yang kembali menimpa Bengkulu dan sekitarnya. Wassalam, Darwin Banda Aceh, untuk Superkoran. Catatan: Bakucikak (bahasa Minang)=Bercanda [*] Daging kurban hasil sembelihan Jemaah Haji sekarang ini dikalengkan dan dikirim ke negeri-negeri miskin di Afrika. ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
