Setuju sanak,
Sebaiknya dimaksimalkan sajo wadah nan alah ado.

Salam

DST
  ----- Original Message ----- 
  From: Rahmatullah Sjamsudin 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, September 14, 2007 3:17 PM
  Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Puasa, Seorang Pendosa, dan Kanjeng Nabi yang 
Tertawa (2)


  Dari pada berpolemik mendingan upayakan karya nyata. 
  Setiap saya pulang ke Padang semakin sedih melihat banyaknya anak-anak 
jalanan dan orang tua terlantar yang jadi pengemis di jalan-jalan dan mesjid. 
Menyedihkan dan memalukan. Untuk itu saya punya usul untuk mengurangi/menghapus 
gelandangan dan anak terlantar di kota Padang sbb: 

  1. Peserta milis rantau net, beserta masyarakat lain saya ajak mengumpulkan 
dana zakat, sadakah, sumbangan dll  (nanti ditampung dalam wadah yayasan atau 
bentuk lain, pakai yayasan yg sudah ada juga boleh), yang jelas tujuannya untuk 
: 
  a. Memberi maka (dapur umum) dalam bentuk nasi bungkus sederhana bagi fakir 
miskin Kalai bisa 3 x sehari syukur atau 2 kali sehari.
  b. Membuat atau mengontrak bangunan sebagai rumah singgah (untuk tidur hanya 
malam hari)

  2. Menyekolahkan kembali anak-anak terlantar tersebut ke sekolah negeri.

  3. Program ini perlu kerjsama dengan Pemda baik dalam pendanaan, maupun 
pelaksanaan nan yang paling penting di dukung oleh Perda untuk melarang 
pengemis di Kota Padang (ini untuk permulaan/pilot project). Masak negeri 
tetangga bisa kita nggak bisa. 

  Dengan demikian usul singkat saya. Detailnya bisa dibahas kalau banyak yg 
mendukung ide ini (terutama setelah persoalan damapk gempa dapat diatasi). 
  Yang penting, dari pado maota dan berpolemik ayo bikin karya nyata. Jaan 
ikuik pulo nagari awak bacilapuik bantuan nagari urang. Banyak contoh nan baik 
nan patuik ditiru. Kito bisa baraja ka donsanak nan hidup di Malaysia atau 
baraja ka Angku Duta di nagari Oom Bush. 


  Wassalam,
  Rahmatullah Sjamsudin




   
  On 9/14/07, deddy_s <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
    Astaghfirullah....

    Zina, pelacuran sampai kapan dan dengan dalih apapun tetap Dosa.
    Korupsi di Depag, dimanapun oleh siapapun dan dengan dalih apapun tetap 
    Dosa.

    Negri ini sudah rusak, please dech jangan ikut-ikut tambah bikin rusak.
    Mari sama-sama kita bermuhasabah di bulan yang penuh rahmah ini.
    Apakah dakwah kita sudah menyentu semua lapisan masyarakat? atau baru 
    sekadar retorika diatas mimbar sehingga begitu banyak hal yang rusak dinegri
    ini.
    Karena kewajiban dakwah melekat pada setiap pribadi muslim, konon lagi para
    Ustadz, Kyai, Buya, Tuan Guru, Guru Besar, guru kecil dll. 

    Kembali ke postingan, dalihnya sangat gampang ditebak.
    Ujung-ujungnya pasti urusan perut, bangsa ini begitu bodohnya hanya untuk
    makan sebagian rakyatnya melacurkan diri. mungkin para pembesar negri ini
    sudah buta mata hatinya. 
    Atau kita masyarakat bangsa ini yang sudah sakit sehingga tutup mata dengan
    tetangga sebelah rumah, tetangga RT, tetangga RW, tetangga Kelurahan
    ........ yang tidak makan alias kelaparan, anak-anak putus sekolah dan 
    seabrek permasalahan yang lain.

    Apakah kita masih tega makan kenyang dengan lauk yang bervariasi yang cuma
    makan secuil sisanya dibuang karena basi.
    Apakah kita masih tega tidur lelap dengan kasur empuk dan kamar ber AC 
    sementara saudara seiman kita tidur beralaskan tanah beratapkan langit?
    Apakah kita masih tega memburu keshalehan pribadi sementara banyak dari
    masyarakat yang butuh pencerahan?
    Waallahu'alam

    Wassalam 

    DST - tapian maninjau -
    


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke