Terima kasih Sanak Nanang atas pujian dan kritikannya. Dari hari ini dan kedepannya, saya mengharapkan semoga Sanak Nanang dan Arsitek-arsitek muda bisa konsisten berpegang pada konsep atau prinsip disiplin ilmu perancangan atau "konsep" Arsitektur.
Rusaknya tata ruang, adalah diakibatkan si Arsitek yang hanya mau menerima saja dan menuruti kemauan dari si owner, Tata ruang kota Bukittinggi, seperti yang Sanak Nanang ungkapan itu telah dirusak oleh arsitek yang tidak konsisten dengan keilmuannya. Contoh, Jam Gadang yang seharusnya dilindungi vistanya, pertama kali dirusak oleh kemauan orang si arsitek itu sendiri tidak berani "takut kehilangan proyek", (tanda kutip) untuk mengemukakan prinsip yang sebenarnya, sehinnga merancang atau mendidirikan "Hotel Novotel", dan "Pasar Atas yang bertingkat" yang jelas-jelas sudah melanggar konsep tata ruang kota (maaf saya menyampaikan ini ditinjau dari disiplin ilmu yaitu konsep "vista landmark" jangan diplesetkan, apalagi akan menimbulkan petentangan dengan pihak yang punya kepentingan). Benar, era sudah berganti masa sudah berubah, namum konsep (=matematis) dan prinsip masih tetap sama dan tidak boleh berubah, apakah konsep 2 + 2 = 4, akan kita rubah ? Mohon maaf bagi Sanak yang merasa tersinggung dalam hal ini, saya murni menyampaikan "konsep" dalam arsitektur tidak ada maksud lain untuk menyinggung kepentingan pihak-pihak lain. Sanak Nanang saya mohon maaf, selamat berkarya, semoga sukses selalu. Wassalam, Z. Rky. Mulie. ----- Original Message ----- From: asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang To: [email protected] Sent: Saturday, September 22, 2007 1:47 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Konsep Perencanaan Objek Wisata dalam Teori Arsitektur - Membangunkembali Ranah Minag sebagi Industri Otak. Kalau melihat hasil karya bapak, posisi bapak sangat mempengaruhi karya2 arsitektur di Sumatera Barat baik dalam bentuk single building maupun penataan kawasan. Karena karya2 tersebut menjadi simbol bagi kota/kabupaten. Bapak orang yang hebat dan karya bapak harus didokumentasikan. Masa yang gemilang bagi angkatan pertama dari tampat bapak kuliah. Tetapi era telah berganti pak, lahan yang banyak dengan arsitek yang sedikit berbeda dengan sekarang, sekarng sebaliknya dari yang dulu. Saya sangat tergugah juga dengan jempatan penyeberangan tersebut. Secara estetis bagus dan secara fungsi juga bagus dapat memperpendek jarak. Cuma saya sangat tidak menikmati pemandangan yang luar biasa bagusnya, yaitu pemandangan jam gadang dari arah Medan Ke Bukittinggi. Bila kita berhenti pada lampu merah pertama sebelum kampung cina. Keberanian yang luar biasa saya rasa, Belanda menata kota Bukittinggi begitu bagusnya dan kampung cina sebagai daerah komersial. Dari satu area ke area lain sudah demikian di pikir kan ahli2 belanda. Ahli tersebut sudah membagi bukittinggi beberapa zone, antar zone tersebut diikat oleh janjang yang sangat bagus. ------- saya potong -------- --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
