Maaf salah ketik
  Harusnya 7 Nov 1994
  Toh 7 nov 2007 belum datang
   
  Makasih telah baca tulisan hanifah
   
  Salam
   
  Hanifah Damanhuri

Andi Rasad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          kalau boleh saya bertanya sedikit, menyangkut penggunaan tanggal

7 Nopember 1994
6 Nopember 1994, dan
7 Nopember 2007

terimakasih

Salam dan Maaf
Andirasad

  ----- Pesan Asli ----
Dari: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 30 September, 2007 2:46:03
Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: Waktu Enam Jam Yang Sangat Panjang

  Jelang Mama di Operasi 
  ( 7 November 1994 di RSUP Padang )
   
  Aku Lupa percisnya 
  Rasanya 3 minggu jelang operasi
  Ketika itu adikku yang kuliah di Padang
  Menelpon dari Payakumbuh
  Dia bilang sambil berbisik 
  " pulanglah, mama sakit parah
  Aku tidak bisa ngomong kencang-kencang
  Tuh mama ikut mendengarkan kita "
   
  Aku bingung sendiri
  Kok mama sakit parah?
  Bukankah mama baru dari Jakarta ?
  Melepas kakaknya menemui sang Khalik ?
  Kakak yang dianggap seperti ibu sendiri
  Karena sejak kecil mereka sudah piatu
   
  Kuhubungi rekan-rekan sesama ngajar
  Aku tinggalkan semua pekerjaan 
  Sampai batas waktu yang tidak kutentukan
  Aku pulang bawa gadis kecilku umur 3 tahun
  Ke rumah kakakku yang membawa mama dan papa ke PYK
   
  Ketika aku sampai di Payakumbuh
  Mama sudah dirawat di Bukittinggi
  Mama tersenyum bahagia menyambutku
  Aku dipeluk dan diciumi
  Kulihat mama enggak sakit tuh
   
  Kakakku bercerita tentang penyakit mama
  Bagaimana mulanya ketauan
  Sampai akhirnya didiagnosa di RSUP Bukittinggi
  Mama di vonis kangker usus stadium tiga
  (Tapi sampai akhir hayatnya mama tidak pernah tau sakitnya)
   
  Adikku Abduh juga nyusul pulang
  Kakakku ngajak kami berembuk
  Dimana sebaiknya mama di operasi
  Pilihan jatuh ke RSUP Padang
  Mama di pindah ke Padang
  Aku, gadisku, Abduh dan adikku yang bungsu siap menjaga mama
  Kami menjaganya se akan-akan liburan di rumah sakit
  Mama masih bisa mandi sendiri dan nyuci baju sendiri
  Aku tidur di tikar
  Paginya aku sudah pakai selimut mama
  Ketika habis mandi
  Susu Sustagen yang muahal bagiku sudah tersedia untukku
  Makanan lain juga enak-enak
  Tadinya aku agak kurus berangsur jadi gemuk
   
  Adikku yang bungsu kadang tiduran di kasur mama
  Mama duduk di pinggiran
  Kadang yang datang bingung
  Siapa yang sakit
   
  Jelang hari operasi yang sempat tertunda
  Kakakku yang dari Jakarta juga datang
  Wah tambah rame
  Tanggal 6 November 1994
  Semua kami bersaudara ngumpul di kamar mama
  Masing-masing tanpa pasangan
  Hanya gadisku tambahannya
  Papa tak bisa hadir
   
  Sesudah magrib semua keluar cari makan malam
  Aku dan mama mengaji surat Yassin
  Begitu selesai mengaji
  Mama kupaskan mangga arum manis
  Kemudian kami makan berdua
  Saking nikmat mama sampai keringatan
   
  Tak lama saudaraku datang
  Kami seperti anak kecil lagi
  Apalagi sudah lama tidak berkumpul
  Malam itu terasa indah sekali
   
  Pagi hari 7 November 2007 
  Walau mama bisa mandi sendiri
  Si bungsu yang memandikan mama
  Setelah mama didandani
  Semua berkerilahan dengan mama
  Taklupa aku minta maaf
  Apalagi diantara semua 
  Aku yang paling nakal
  Semua berdoa 
  Supaya Allah memberikan yang terbaik untuk mama 
   
  Setelah berkerilahan
  Mama kami bawa ke ruang operasi
  Tak ada lagi senyum diantara kami
  Semua sudah gelisah tapi tetap tenang
   
  Kecuali kakakku yang tua
  Kami hanya bisa ngantar sampai pintu masuk
  Aku lihat mama
  Mama menatapku dengan tatapan yang sulit ku lupa
  Tatapannya jauh sekali
  Sama seperti papa menatapku yang terakhir kali
   
  Operasi diperkirakan memakan waktu 6 jam
  Setelah kami antar mama
  Kami cari sarapan pagi
  Setelah itu kami kembali lagi
   
  Kalau ada keperluan mama
  Mereka memanggil " keluarga Jasidar "
  Terakhir mereka memanggil " dokter fatma "
  (sebelumnya kakakku walau boleh masuk tapi tak berani)
  Kami bertatapan kok uni yang di panggil
  Lalu aku lari ke kamar
  Saat itu aku merasakan badanku melayang
  Ku sambar AlQuran
  Aku ngaji
  Aku ngaji dengan perasaan tak menentu
  Tak lama berselang kakakku datang
  Dia pegang pundakku lalu berkata
  " Mama kita telah tiada "
  Aku terpekik histeris
  Innalillahi Wa Innalillahi Rajiun
   
   
  Bengkulu, 30 September 2007
   
   
  Hanifah Damanhuri
   
  
Hayatun Nismah Rumzy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Assalamu Alaikum W. W.
  Nanda Darwin, Kemarin tanggal 24 September bundo ke Banda Aceh basuo Nofen 
keceknyo Darwin ado di Banda Aceh tapi kesempatan indak ado untuak basuo karano 
bundo hanyo sehari disiko dan waktu abih dek maliek sisa2 Tsunami.
  Perasaan menunggu yang kita sayangi sedang diruang Operasi Harapan Kita telah 
bundo jalani waktu ayah di by pass di RSHP bulan Juni 2002. Jadi bundo bisa 
membayangkan perasaan Win dan Kur saat2 itu. Kalau kita mengenang masa2 sulit 
yang kita lalui seperti kita berada ditempat tinggi melihat kebawah dan sangat 
mengerikan.
  Mohon dipabanyak maaf Salamaik Bapuaso 
  Wassalam 
  Hayatun Nismah Rumzy (69 tahun kurang 2 bulan tapi kalau dihitung dengan 
tahun Qamariyah  21 Ramadhan 1357 nanti 21 hari puasa menjadi 71 tahun)
  

 
  ----- Original Message ----
From: Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, September 29, 2007 12:03:06 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Waktu Enam Jam Yang Sangat Panjang

  Alhamdulillah, berkat perhatian dan perjuangan Pak Jonathan Lemuel, 
Manager Divisi Teknologi Lingkungan tempat saya ditempatkan di Biro 
Konsultan tersebut,perusahaan menyumbang lima juta rupiah. Sisa dua 
juta rupiah saya dapat berupa sumbangan pribadi dari pakar teknologi 
lingkungan, Alm Prof Dr. H. Soetiman, Vice President yang membawahkan 
divisi tersebut, yang selama 14 tahun saya bekerja di sana sudah 
bagaikan orang tua saya sendiri.

Dan saat-saat mengantar Ira ke lift yang akan membawanya ke ruang 
operasi di RS Harapan Kita adalah momen yang tidak akan pernah saya 
lupakan seumur hidup saya, terutama pada saat Ira mengatakan: "Pah, 
Dede takut," ketika saya menciumnya sebelum saya keluar dari lift 
yang pintunya akan segera akan ditutup,  yang membuat arwah saya 
serasa terbang dan lantai tempat saya berpijak serasa runtuh. Apakah 
buah hati saya itu akan kembali ke zal anak tempat ia dirawat 
sebelumnya, atau....

Lalu enam jam berikutnya, saya rasakan waktu yang sangat panjang 
sekali yang saya isi dengan zikir dan doa penuh harap agar buah hati 
saya diselamat Allah SWT. Saya dan Kur malah sempat menangis berbagi 
duka dengan ibunya Rizal, yang menangis histeris, ketika mengetahui 
Rizal anak lelakinya teman sekamar Ira yang lincah dan tampan yang 
usianya 2 atau 3 tahun lebih muda dari Ira, yang dioperasi bersamaan 
dengan Ira, tetapi tidak terselamtkan nyawanya oleh para Dokter. Saya 
dengar orang tua Rizal, yang ayahnya hanya seorang karyawan "biasa" 
di sebuah BUMN besar di Aceh  butuh waktu lama mengurus surat 
menyurat agar Rizal dapat dioperasi dengan biaya perusahaan di RS 
Harapan Kita Jakarta, sehingga kondisi jantung Rizal sudah sangat 
parah.     

Bagaimana kalau Ira yang terlambat, bukan Rizal? Bagaimana kalau saya 
tidak punya atasan seperti Pak Jonathan Lemuel, Alm Prof Soetiman dan 
atasan-atasan saya lainnya di Biro Konsultan itu, sebut saja Direktur 
Umum Setiati Amin Singgih, dan tentu saja Presdir/CEO Pak Ari Mochtar 
Pedju   yang setuju saya dibantu, karena tidak ada aturan perusahaan 
tersebut mengenai hal itu?

Tidak kuasa saya menjawabnya. yang jelas hampir dipastikan, tidak 
akan ada SMS yang saya terima tidak lama setelah saya menyelesaikan 
makan sahur pekan lalu di kosan saya di Banda Aceh, yang sebagaimana 
ayah-ayah lainnya di dunia, sangat  membahagiakan saya di saat-saat 
seperti itu.

Sekarang baik Meila dan Ira sudah bekerja. walaupun gaji mereka baru 
cukup untuk mereka sendiri, malah kadang-kadang masih disubsidi oleh 
Kur, tetapi mereka selalu berusaha memanjakan saya dengan hal-hal 
kecil, tetapi sangat berarti bagi saya. 

Sebagai seorang yang beriman, saya percaya, bahwa semua itu merupakan 
rakhmat dan karunia Tuhan. Tetapi tentu saja Tuhan tidak menurunkan 
begitu saja rakhmat dan karunia-Nya dari langit, tetapi melalui 
manusia-manusia yang dalam hatinya selalu terpelihara sikap welas 
asih, dan keinginan yang kuat untuk membantu sesama yang yang 
bernasib malang atau kurang beruntung.

Tetapi kenapa orang tua Rizal tidak dirakhmati Tuhan? Tidak, Insya 
Allah Tuhan merakhmati-Nya dengan cara-Nya sendiri. Yang pasti tidak 
dirakhmati Tuhan adalah manusia-manusia kesat hati atau mati rasa, 
yang sebenarnya bisa mempercepat Rizal dikirim ke RS Harapan Kita 
untuk dioperasi, sehingga kemungkinan besar nyawa Rizal dapat 
tertolong, tetapi tidak mereka lakukan.

Dan bagi saya tidak ada keraguan, bahwa Rizal sudah berada di surga 
saat ini.

Tidakkah kita dapat dikatakan kesat hati atau mati rasa, jika kita 
sebenarnya dapat membantu, sesama yang yang bernasib malang atau 
kurang beruntung, padahal kita punya kemampuan untuk melakukannya?

Dalam ajaran Islam,sesuai dengan sabda Nabi s.a.w., malahan membantu 
sesama  itu diwajibkan dalam keadaan sempit dan lapang.

Dan ketika saya membaca laporan Kang Suryana di Apakabar sekitar 2 
tahun yang lalu bahwa Bakti Sosial milis Apakabar (BSA) ikut membantu 
biaya transportasi pasien operasi jantung seorang dari keluarga 
kurang mampu, kenangan sejak Ira saya diketahui mengidap cacad 
jantung sampai saya tahu bahwa operasi Ira berjalan dengan lancar, 
kembali terbayang dalam sanubari saya.    

Wassalam, H. Darwin Bahar St Bandaro Kayo (64)
 



  
  
---------------------------------
  Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games

  





  
---------------------------------
  Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers




       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke