Mohon maaf, saya ikutan dalam diskusi ini.
Cerita tentang Imam Bonjol yang berbau seperti ini, sudah sering saya dengar
dan saya baca. Biasa lah itu dalam sejarah, banyak sudut pandang. Cerita
reformasi 1998 saja yang masih sangat segar diingatan, sudah memunculkan
bermacam versi.
Cuma satu yang menggelitik saya tentang Imam Bonjol. Rekam jejak cerita Imam
Bonjol kenapa tidak banyak muncul dalam tradisi lisan adat minangkabau. Dalam
pasambahan-pasambahan dan ritual adat lain (atau bahkan sebagai cerita
pengantar tidur) yang saya lihat dan saksikan, sejarah Imam Bonjol tidak pernah
menjadi bagian. Ketika mengacu kepada sistem agama, acuan dalam pasambahan
masih mengacu kepada tuan kadhi, rajo ibadat dan seterusnya. Apakah ini masih
warisan konflik kaum adat dengan kaum paderi, ataukah ini karena kontrol
pemerintah hindia belanda. Karena seperti yang saya tahu, perang paderi
menghasilkan jabatan-jabatan baru di minangkabau seperti Angku Lareh, Damang
dan sebagainya. Siapa tahu, engku-engku ini memang berbuat over acting dalam
upaya menutup-nutupi cerita perang paderi.
Versi lainnya, jangan-jangan Perang Paderi memang tidak pernah mendapat tempat
di hati masyarakat minangkabau. Karena selentingan yang saya dengar
(mudah-mudahan salah), Imam Bonjol dan kaumnya berperilaku tak ubahnya seperti
sebuah kelompok yang pernah menghancurkan gedung tempat majalah playboy
berkantor.
Mungkin ada mamak, etek dan dunsanak yang bisa menjelaskan..
Salam
Mantari/28
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search
that gives answers, not web links.
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---