NINOK LEKSONO
 
Kompas, Rabu, 10 Oktober 2007
 
"Menatap langit, dari milenia ke milenia, telah memperlihatkan sejumlah 
kapasitas umat manusia yang paling menentukan dan memuliakan: rasa ingin 
tahu, kemampuan rasional, dan kemampuan mencipta teknologi".
 
(Edward Hudgins, Astronom Amatir, Direktur Objectivist Center, Washington)
 
Tampaknya tak terhindarkan lagi bahwa pada tahun 1428 Hijriah ini 
masyarakat Indonesia akan merayakan Idul Fitri dengan berbeda tanggal, 
ada yang Jumat, 12 Oktober, dan ada yang Sabtu, 13 Oktober. Seperti 
tahun-tahun lalu, manakala terjadi perbedaan, saran yang diberikan 
adalah agar perbedaan jangan dibesar-besarkan. Yang perlu dikembangkan 
adalah sikap tasamuh (toleran).
 
Seperti telah banyak diulas, perbedaan muncul karena metode yang 
dipergunakan berbeda. Muhammadiyah menggunakan sistem hisab atau 
perhitungan, sedangkan Nahdlatul Ulama menggunakan sistem rukyat atau 
pengamatan. Yang ingin diamati adalah piringan tipis Bulan yang disebut 
hilal.
 
Terlepas dari soal keyakinan, di negeri dengan rentang geografis seluas 
Indonesia memang dimungkinkan terjadi dua situasi, yaitu hilal belum 
terlihat di Merauke, tetapi sudah terlihat di Jakarta atau Banda Aceh. 
Hal ini disebabkan Bulan "melaju" ke timur lebih cepat daripada rotasi 
Bumi. Ini juga fenomena yang menjelaskan mengapa Bulan selalu terlambat 
terbit sekitar 50 menit setiap hari.
 
Berpusar pada Bulan
 
Penetapan 1 Syawal tak diragukan lagi telah menimbulkan minat masyarakat 
terhadap ilmu astronomi. Khususnya menyangkut metode hisab, orang harus 
memahami salah satu cabang astronomi yang penting, yakni yang terkait 
dengan pergerakan benda-benda langit, atau mekanika benda langit 
(celestial mechanics).
 
Sementara itu, mekanika benda langit berlaku pada tataran yang sublim, 
tidak kasatmata, pandangan pengamat lebih mudah terpesona oleh sosok 
Bulan. Namun, mekanika benda langit yang banyak bertumpu pada gaya 
gravitasi inilah yang ikut membantu penalaran fisikawan Inggris, Isaac 
Newton, dalam melahirkan Hukum Gravitasi yang termasyhur itu. Newton 
menyimpulkan bahwa hukum alam yang mengatur jatuhnya sebuah apel ke 
tanah juga berlaku pada pergerakan Bulan mengelilingi Bumi.
 
Bulan, yang pada saat terjadi gerhana dan menjelang 1 Syawal banyak 
diperbincangkan ini, pada masa lalu banyak dikupas dari sisi 
asal-usulnya. George Darwin—putra teoretikus evolusi Charles 
Darwin—berteori bahwa Bulan adalah bagian Bumi yang lepas saat berputar 
cepat.
 
Ada pula teori penangkapan, yang menyebut Bulan sebenarnya benda 
independen yang tertangkap oleh Bumi saat melintas dekat Bumi. Pada 
teori ketiga, Bulan dan Bumi terbentuk seiring dari material awan 
(nebula) Matahari.
 
Selain itu, masih ada teori lain yang dikembangkan pada dekade 1980-an. 
Namun, Bulan kini justru sedang menjadi target eksplorasi angkasa 
bangsa-bangsa maju. Hari-hari ini, wahana Kaguya—Putri Bulan dalam 
legenda Jepang—yang diluncurkan pertengahan September lalu kini sudah 
mengorbit Bulan.
 
China juga merintis program Chang’e yang akan berpuncak pada pendaratan 
taikonot China tahun 2022. Rusia melalui Roskosmos juga sudah menyatakan 
tekad untuk mendaratkan warganya ke Bulan tahun 2025. Adapun AS yang 
sudah berpengalaman dalam pendaratan Bulan melalui program Apollo juga 
sudah punya program kembali ke Bulan.
 
Tampak bahwa sementara kita masih sibuk mencari kepingan Bulan dari 
jarak jauh untuk menetapkan 1 Syawal, bangsa-bangsa maju sudah berencana 
menjadikan benda langit yang jadi rujukan kalender Hijriah itu sebagai 
koloni dan pos depan untuk misi berawak ke planet Mars dan yang lebih jauh.
 
(dipotong)


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke