Orang Minang Masih Dominan Jum'at, 19-Oktober-2007, 09:52:57
Telah dibaca sebanyak 8 kali
Padang, PadekSetiap zaman memiliki tantangan yang berbeda
pula. Namun dalam setiap zaman orang Minang tetap eksis di berbagai lapangan
kehidupan. Sebenarnya, hingga sekarang orang Minang tetap survive, terutama di
sektor bisnis. Namun tidak seluruhnya terpublikasi, ujar tokoh Minang,
H Irman Gusman, kepada Padang Ekspres, di Padang, kemarin. Wakil Ketua DPD RI
tersebut menyebut bahwa orang Minang masih dominan di berbagai sektor seperti
perhotelan, restoran masakan tradisional, penerbitan, pendidikan tinggi,
perkapalan, tekstil dan otomotif.
Bahkan, para saudagar Minang masih menguasai Tanah Abang, Cipulir dan Melawai.
Di perdagangan emas, orang Minang merupakan yang terbesar setelah orang Cina.
Begitu pula pada usaha Rumah Makan masakan radisional, 50 persen dikuasai orang
Minang. Selama ini cukup dikenal RM Natrabu yang memiliki cabang hingga ke
Bali, RM Sederhana, RM Garuda, Simpang Raya dan Sari Ratu. Di usaha percetakan,
ada percetakan Galia yang merupakan milik orang Minang. Di bidang pendidikan
tinggi, ada Universitas Borobudur, Universitas Jaya Baya dan STIA. Banyaknya
orang Minang melahirkan tokoh di berbagai bidang, kata Irman, tak terlepas dari
produk budaya Minangkabau yang menganut sistem demokrasi.
Kondisi ini sangat kontradiktif di saat era Orba yang feodalistik. Di era itu,
sulit tumbuh para saudagar yang tangguh, inovatif dan kreatif. Saudagar Minang
muncul jika iklimnya sehat dan transparan, ujar pria kelahiran Padangpanjang,
11 Februari 1962. Menurut dia, Silaturrahmi Saudagar Minang (SSM) yang akan
dibuka Wapres Jusuf Kalla Jumat ini, merupakan langkah awal untuk membangkitkan
kembali spirit saudagar Minang. Dalam konteks ini, Pemprov Sumbar bersama
masyarakatnya mesti membangun kesadaran kolektif untuk mendorong lahirnya
saudagar-saudagar baru. Ia merujuk kepada kemajuan China dan India. Dua negara
itu bisa jadi pusat pertumbuhan dunia karena digerakkan para perantaunya.
Karena itu, perlu komunikasi intensif antara ranah dan rantau. Perlu dibuat
semacam blue print, road map atau semacamnya dalam membangun sinergisitas ini.
Selama ini peranan perantau lebih banyak dalam konteks sosial keagamaan. Ke
depan, mesti diarahkan pada kegiatan ekonomi produktif, sarannya. Pemprov di
Sumbar, mesti menyatukan visi. Perantau harus didorong untuk memberikan pancing
ketimbang ikan. Apalagi, di saat Sumbar tengah dijauhi investor luar. Para
perantau mesti menjadi pelopor atau pionir untuk investasi di kampung. Apalagi,
potensi perantau Minang yang sangat besar di berbagai bidang jasa seperti
teknologi, kesehatan, telekomunikasi, perhotelan, rekreasi dan restauran.
Selama ini, ada semacam kekhawatiran dari perantau bahwa investasi di kampung
akan mematikan usaha yang sudah ada. Padahal, hal seperti itu tidak akan
terjadi. Karena itu success story mesti diperbanyak. Orang di ranah harus
welcome dengan perantau. Harus ada kesamaan visi untuk mempercepat akselerasi
pembangunan, apalagi Sumbar sedang ditimpa bencana, jelasnya.
Ia menekankan, di era desentralisasi dan otoda , orang minang menemukan
momentumnya untuk bangkit. 20 tahun mendatang, katanya, pantai barat akan jadi
pintu gerbang perdagangan. Dalam waktu tidak lama juga akan dibuka penerbangan
dari India dan Timur Tengah.( Karena itu, ke depan kebijakan pembangunan Sumbar
jangan lagi berorientasi ke Jakarta, namun ke Singapura dan Kualalumpur.Kita
melihat ajang SSM ini merupakan kick off, bagi pembangunan Sumbar. Ke depan
yang mesti disadari adalah bahwa potensi ekonomi yang dikembangkan adalah yang
berbasis ilmu pengetahuan. Orang rantau bisa saja membawa strategic
partner-nya. Yang penting, bagaimana mensinergikan kampung rantau ke dalam
Minangkabau incorporated, demikian Irman Gusman. (ope)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---