EMAS DAN PERMATA
  Suatu ketika … / seorang pemuda mendatangi seorang guru yang terkenal dan 
bertanya/
  "Guru/ saya tak mengerti mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa 
adanya / amat sangat sederhana// Bukankah di masa seperti ini berpakaian 
sebaik-baiknya amat perlu/ bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk banyak 
tujuan lain"//

Sang guru hanya tersenyum/ ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya / 
lalu berkata
  "anak muda / akan kujawab pertanyaanmu / tetapi lebih dahulu lakukan satu hal 
untukku// Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana / bisakah 
kamu menjualnya seharga satu keping emas?"

Melihat cincin gurunya yang kotor itu / pemuda tadi merasa ragu
  "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."//

"Cobalah dulu… sobat muda// Siapa tahu kamu berhasil."/ guru itu berusaha 
meyakinkan//

Mendengar hal itu / pemuda itu pun bergegas ke pasar// Ia menawarkan cincin itu 
kepada pedagang kain / pedagang sayur / penjual daging dan ikan / serta kepada 
yang lainnya// Dan memang benar / ternyata … tak seorang pun berani membeli 
seharga satu keping emas// Mereka menawarnya hanya satu keping perak / tentu 
saja…pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak//
  Lalu ia kembali ke padepokan sang guru dan melapor
  "Guru… seperti yang aku katakan tadi …/  tak seorang pun berani menawar lebih 
dari satu keping perak”//

sang guru… sambil tetap tersenyum arif… berkata
  "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini// Coba perlihatkan 
kepada pemilik toko atau tukang emas di sana// Jangan buka harga / dengarkan 
saja bagaimana ia memberikan penilaian"//

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud / dan ia kembali kepada Zun-Nun 
dengan raut wajah yang lain// Ia kemudian melapor…
  "Guru/ ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari 
cincin ini// Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas / rupanya 
nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para 
pedagang di pasar”//

mendengar laporan pemuda itu / sang guru tersenyum simpul sambil berujar lirih 
/ 
  "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi anak muda / seseorang tak bisa dinilai 
dari pakaiannya// Hanya "para pedagang sayur/ ikan dan daging di pasar" / yang 
menilai demikian// Namun tidak bagi "pedagang emas"// Emas dan permata yang ada 
dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke 
kedalaman jiwa//

Diperlukan kearifan untuk menjenguknya… anak mdua / dan itu butuh proses wahai 
sobat mudaku// Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang 
kita dengar dan lihat sekilas / seringkali yang disangka emas ternyata loyang 
dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas”//
   
   
   
  Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke