Topik ini sebenarnya  di dunia perminyakan  Indonesia merupakan Topik
Lama yang seolah Baru. Dari Ilmu Geologi Perminyakan lapangan Caltex
(dulu) sekarang berganti nama menjadi Chevron Pasific Indonesia (Benar
Pak Eltaf?)  berada di Cekungan Central Sumatra  dan "Singkarak' ini
berada pada cekungan 'Ombilin'. Sehingga pendekatan 'play concept' atau
'petroleum system' juga berbeda, dengan demikian bila pun 'resources'
minyak dan gas nya ada, tapi tentu dominant akan berbeda jenis
dibandingkan dengan Lapangan Minyak di area Riau.
 
Secara hak Pengelolaan Blok Singkarak ini yang dulu tahun 80-an memang
merupakan bagian dari Caltex, tapi setelah Pemboran Sumur Sinamar
tersebut, Caltex melepaskan Blok tersebut yang berarti secara ekonomis
atau secara teknis atau kedua-duanya Lapangan tersebut tidak layak
dikembangkan. 
 
Secara Teknis dapat diartikan  tidak terbukti adanya minyak atau gas
disitu, Secara Ekonomis artinya keberadaan Migas terbukti tapi tidak
ekonomis bila dilakukan 'lifting' atau produksi migas di wilayah
tersebut, bisa jadi karena 'reserve' nya tidak layak  untuk dilakukan
produksi karena hanya ditemukan 'tracing' nya saja atau memang biaya
produksi tidak mencukupi dari produksi yang mungkin atau memang
fasilitas produksi dan pendukung  waktu itu tidak memungkinkan untuk
dilakukan pengangkatan minyak dari 'sub surface'.
 
Dengan telah dikembalikannya Blok Singkarak itu ke Pemerintah, maka yang
mempunyai kewenangan dalam kelanjutan pengelolaan Blok itu berada di
tangan MESDM cq Ditjen Migas. 
 
Mengenai Cadangan Terbukti (Reserve) pada Sumur  Sinamar-1 dan Sumur
Sinamar South-1 yang menghasilkan  725 barel dan 43 BCF, ini ada satu
kejanggalan. 725 barel itu sebenarnya adalah angka untuk lifting atau
produksi, sedangan 43 BCFG itu menunujukkkan Angka Cadangan, karena
untuk Produksi Gas biasanya dalam MMCFD. Di Sumatera ada satu sumur yang
menghasilkan 60 MMCFGPD,  angka sebesar ini kalau di Australia di
Distrik  Cinccilla City dapat menghidupkan Power Mini Plant yang
menghidupkan Kota  duahari sdumalam.
 
Setelah saya cek dengan kolega yang lain , Sumur di Sinamar tidak
menghasilkan (dry well), tapi mungkin ada dokumen lain yang menyatakan
Hasil Test (DST) saat Completion, perlu penjajakan lebih lanjut. Bila
Produksi 725 barel walaupaun pada waktu itu harga minyak 19 USD/Barel
percayalah untuk sebuah sumur eksplorasi, maka akan dilakukan
pengembangan Lapangan Minyak Singkarak waktu itu. 
 
Mengenai Pembentukan Perusahaan Minyak Lokal, saya ingat waktu kita
diskusi dengan DPRD Karawang dan Bekasi beberapa tahun di belakang,
dimana mereka bersemangat akan membuat juga Perusahaan Minyak Lokal,
setelah kita nyatakan berapa biaya satu sumur minyak dan biaya
pengembanganya yang bahkan melebihi dari APBD Kota, mereka akhirnya
berpikir ulang, tapi tentu ada 'pemain lain yang juga dapat memanfaatkan
situasi ini dengan mendekati Pemda setempat, yah itu bisnis lah.
Sebagai catatan saat ini Bekasi merupakan salh satu penghasil Minyak
penting di Jawa Barat setelah ditemukannya lapangan Minyak Tambun dan
Pondok Tengah.
 
Jadi kalau begitu, mari cari info lebih jauh, yang pasti ikan bilih
Singkarak itu pasti sebagai 'reserve' atau cadangan pasti yang segera
bisa dimanfaatkan dan dikembangankan yang pasti ekonomis
 
Pak Eltaf yang dari Chevron mungkin bisa menambahkan
 
Dedi Yusmen
Geoscientist & Business Analyst
PT. PERTAMINA Exploration & Production
Kwarnas Building Fl 10th 
Jl. Medan Merdeka Timur No.6  
Jakarta Pusat 10110 - Indonesia
Ph   +62 21 3502150 ext 1590
Fax +62 21 3508022
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Nofend St. Mudo
Sent: Wednesday, October 24, 2007 9:27 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Minyak Melimpah di Blok Singkarak
 
Kok Iyo lai, mari kito tunggu prosesnyo....
 
Gasnya Bagus dari Natuna, Minyak Melimpah di Blok Singkarak 
Rabu,24 Oktober 2007
Padang , Singgalang
Di tengah harga minyak yang mencapai US$92/barel, diketahui Sumbar
memiliki potensi minyak mentah 725 ribu barel dan 43 miliar kubik kaki
gas . Bahkan pada tahun 1983, Caltex sudah melakukan pemboran sedalam
9.902 feet. Pemboran diresmikan Guber-nur Azwar Anas dan Ketua Dewan
Direksi Caltex, Haroen al Rasjid. Namun karena minyak mentah itu harus
dipipakan ke Minas, maka dinilai waktu itu, tidak ekonomis. Apalagi
harga minyak hanya US$17/barel. Saat ini harganya justru US$92/barel,
karenanya amat layak untuk dieksplorasi (pemboran) Blok Singkarak
terletak di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Sawahlun-to/Sijunjung, Dharmas
Raya dan 50 Kota . 
"Benar, kami sudah bertemu dengan petinggi Caltex (sekarang bernama
Chevron Fasific Indonesia) sebelum Lebaran guna membicar-akan hal itu,"
kata Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadigue kepada Singgalang , kemarin.
Terakhir diadakan pertemuan di rumah Waliko-ta Padang yang dihadiri oleh
orang-orang Caltex, penghubung Makmur Hendrik, Walikota Padang Fauzi
Bahar dan bupati yang termasuk blok Singkarak. Kepada Dinas Pertambangan
dan Enegeri Sawahlunto Sijunjung Syam-suriezal, kemarin membenarkan
adanya potensi minyak di wilayahn-ya. Bupati Tanah Datar Shadiq
Pasadigue telah menulis surat pada gubernur Sumbar pada Juli 2006 silam.
Dalam suratnya itu, dise-butkan, pada 8 mei 2006, ia telah berkunjung ke
Caltex yang difasilitasi oleh Makmur Hendrik. Pihak Caltex membenarkan
telah dilakukan eksploirasi di Blok Singkarak. Dari sana , ia Shadiq
juga menemui pejabat Pertamina Karsani Aulia di Jakarta. Karsani
menyebutkan, Blok Singkarak layak untuk dikaji lebih lanjut. 
Shadiq kemudian disarankan pula menemui Direktur Teknik pada Dirjen
Minyak dan Gasi Bumi Departemen Enegeri dan Sumber Daya Mineral,
Indrajana Chaidir. Keduanya bertemu pada 1 Juni 2006. Pejabat ini
menyarankan agar gubernur Sumbar menulis surat . Pada 18 Juli 2006,
Gubernur Gamawan Fauzi menulis surat kepada Dirjen Minyak dan Gas Bumi
Dept Enegeri dan Sumbar Daya Mineral di Jakarta. Gubernur informasi
lengkap soal Blok Singkarak. 

Tahun 1983
Blok Singkarak telah dibor pada tahun 1983 dengan upacara peres-mian
besar-besaran. Pengeboran dilakukan sejak 23 November 1983 sampai 12 Mei
1984. Di Blok Singkarak ada Sumur Sinamar-1, Sina-mar South-1,
Lantjang-1, Tangkulim-1. Buletin interen Caltex Tahun ke XXI Nomor 16
tahun 1983 menurun-kan sebuah reportase tentang itu. Juga pada nomor 20
dan 22 tahun 1983. Ditulis: "Setelah melalui kegiatan rintis dan
pengujuan seismikj sejak April 1981, akhirnya bulan November lalu,
Proyek Singkarak di Sumatra Baratm memasuki tahap pemboran eksplorasi.
Tombol peresmian ditekan oleh Gubernur Sumbar Ir.Azwar Anas didampingi
Ketua Dewan Direksi Haroen al Rasjid... " Upacara itu digambarkan meriah
sekali, sebuah era baru untuk Sumbar telah dimulai. Namun kemudian
terhenti, bak batu jatuh ke lubuk. 
Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Egergi Sawahlunto Sijunjung
Syamsuriezal, di daerahnya ada tiga sumur minyak yaitu Sinamar-1,
Sinamar South-1 di Pal X dan di Sawah Darek Jorong Sungai Gemur-uh,
Padang Laweh serta sumur Lantjang-1 di Sikaladi, Lubuk Tarok Sumur
Sinamar-1 telah dibor sedalam 9.902 feet oleh Caltex pada 23 November
1983 sampai 12 Mei 1984. Di sini ditemukan kandungan minyak 725 barel
dan 43 BCF atau 43 miliar kubik kaki gas. Juga sudah dibor sumur Sinamar
South-1 sedalam 3.800 feet pada 14 Oktober sampai 15 November 1994.
Berikut sumur Lantjang-1 di Sikaladi dibor sedalam 7.971 feet pada 6
Juni sampai 2 Juli 1982. Menurut buletin Caltex untuk membawa alat-alat
ekplorasi itu diperlukan 196 truk. berat seluruh peralatannya mencapai
600 ton. 
Harus dikelola
Setelah 23 tahun berlalu, ternyata minyak bumi harganya meng-giurkan.
Menurut Makmur Hendrik, ia memberikan informasi kepada Shadiq bukan
bermaksud apa-apa, tapi sayang, jika kekayaan alam sebanyak itu,
dibiarkan tidur bertahun-tahun. "Makin lama kandungan minyak makin
banyak, apalagi gasnya lebih bagus dari gas Natuna," kata dia. Awalnya,
kata Makmur, wartawan senior di Padang yang sekarang jadi anggota KPu
Riau itu, ia bertemu dengan Irawadi "Codot" Uska di Pekanbaru. Karena
Codot anggota DPRD, ia menyampaikan ada dokumen soal Blok Singkarak di
Caltex. Tapi kemudian Codot me-ninggal dunia, meski sebelumnya ia sempat
diajak Makmur ke Cal-tex. Hal yang kemudian disampaikan kepada Bupati
Tanah Datar Shadiq Pasadigue. Makmur kemudian mengajak Shadiq ke Caltex.
Lalu di Padang diadakan pertemuan di rumah dinas Walikota Padang , Fauzi
Barar. 
Riau Petrolium
Informasi yang didapat, dalam waktu dekat akan diadakan didirikan
perusahaan di Sumbar, kemudian berpatungan dengan PT Riau petro-lioum.
Keduanya perusahaan ini akan melanjutkan pemboran sumur di Blok
Singkarak. Dengan demikian tidak perlu dibangun pipa dari Blok Singkarak
ke Minas, Riau, tapi cukup dikerjakan di Blok Singkarak, kemudian
diangkut dengan armada truk ke Minas. "Di Riau hal serupa telah
dilakukan," kata Makmur pula. o 003/217 
 
http://www.hariansinggalang.co.id/24okto_utm_gas.htm


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke