Tambahan Info dari Singgalang di Kampuang mengenai Subjek diatas.

Telusuri Dokumen Blok Singkarak

Jumat,26 Oktober 2007
Padang , Singgalang
Potensi minyak mentah 725 ribu barel dan 43 miliar kubik kaki gas di
Blok Singkarak memang sudah diketahui Gubernur Sumbar, H. Gamawan
Fauzi. Dia mengakui, juga sudah mengirimkan surat ke Dirjen Minyak dan
Gas Bumi Departeman Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta. "Sejauh
ini belum ada respon dari Dirjen atau Menteri," aku Gubernur Gamawan
kepada Singgalang Kamis (25/10) sekaitan dengan surat yang dilayangkan
tanggal 18 Juli 2006 tersebut. Karena belum ada respon, gubernur
didesak untuk menelusurinya. "Gubernur harus telusuri surat itu.
Sekaligus melakukan pendeka­tan untuk merealisasikan hal ini," kata
Ketua Kadinda Sumbar, H. Asnawi Bahar sore kemarin.

Potensi itu menurut pria yang akrab disapa Ucok itu harus segera
digarap. Apalagi gubernur pernah menekankan agar jangan bicara hal-hal
kecil, tapi bicara hal yang besar. "Nah, potensi ini sangat besar yang
harus diwujudkan segera. Tapi Sumbar jangan sampai terjebak dengan
berbagai kepentingan yang mungkin saja muncul seiring realisasi itu,"
pesannya. Bila pemerintah pusat tak merespon, maka Sumbar harus
berupaya untuk meniru Riau dengan membuat perusahaan sendiri. "Saya
sudah membicarakan dengan sejumlah bupati, malah rencananya tanggal 5
November ini saya akan ke Riau untuk mencari informasi bagaimana
mereka mengembangkan perusahaan minyak dimaksud," tegasnya sambil
berharap masyarakat memberikan dukungan terhadap potensi terse­but.
Gubernur menyebutkan, potensi minyak itu dulunya memang dipandang
kurang ekonomis bila digarap. Harga minyak yang rendah dan masih
banyaknya cadangan minyak di sejumlah daerah di Indonesia , menja­di
pertimbangan batalnya dilakukan eksploitasi terhadap minyak mentah dan
gas bumi di Blok Singkarak.

Seiring dengan tingginya harga minyak dunia, rencana ini kembali
diapungkan. Malah menurut Gubernur, dia terus mencari investor yang
akan melakukan eksploitasi tersebut. "Kita terus mengupaya­kannya.
Bila nanti ada investor kita akan memfasilitasi perizi­nannya kepada
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral," sebutnya. Meski tak
menyebutkan harapannya terhadap PT Caltex (sekarang bernama Chevron
Fasific Indonesia/CFI) yang pernah melakukan eks­plorasi terhadap
potensi tersebut, Gubernur menyebutkan, bila tetap Caltex sebagai
investor maka langkah untuk mengeksploitasi akan bisa segera
diwujudkan. "Kalau investor baru, mereka pasti mencek lagi kandungan
minyak dan gasnya," duga Gubernur. Walau demikian dia menekankan, akan
terus mencarikan investor untuk bisa mengeksploitasi potensi tersebut.
Meski potensi itu belum bisa disebut dapat mematahkan anggapan Sumbar
miskin Sumber Daya Alam (SDA), setidaknya bisa menjadi sumber
pendapatan baru bagi daerah ini. "Kita nantinya bisa dapat royalty,
ada lapangan kerja baru bagi masyarakat dan efek positif lainnya,"
tukasnya.

Soal CFI sendiri menurut Gubernur berencana bertemu dengannya selepas
Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijriah ini. Sayangnya, kata Gubernur, dia
belum dihubungi kembali untuk pertemuan tersebut. Sementara itu,
Manajer Komunikasi dan Hubungan Media PT CFI, Hanafi Kadir yang
dihubungi Singgalang membenarkan pihaknya pernah 'mengerjakan' Blok
Singkarak sekitar tahun 1980-an. "Tapi potensinya belum berimbang
dengan harga minyak yang relatif rendah kala itu, makanya kami
putuskan untuk membatalkan kerjasa­ma," paparnya. Soal kelanjutan
kerjasama itu saat ini ditegaskannya belum ada. Sebab perusahaan yang
baru beberapa tahun terakhir berganti nama tersebut kini tengah
konsentrasi untuk memperlambat laju penurun­an produksi pada
perusahaan yang sudah ada. "Jadi memang belum ada rencana
mengembangkan sayap ke sana ," tegasnya sambil menye­butkan dia tak
tahu ada pihak CFI yang berjanji akan bertemu Gubernur Sumbar Gamawan
Fauzi.

Sementara dari informasi yang diterima Singgalang , perusahaan minyak
berskala besar lainnya, Riau Petrolium berencana melakukan investasi
di blok Singkarak yang terdapat di wilayah Kabupaten Tanah Datar,
Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Kabupaten Dharmas­raya, Kabupaten Agam
dan Kabupaten 50 Kota. Konon, perusahaan itu akan berkolaborasi dengan
pemerintah membentuk sebuah perusahaan baru yang akan saling
menguntungkan kedua belah pihak. Sebagaimana diberitakan Singgalang,
(24/10) diketahui Sumbar memiliki potensi minyak mentah 725 ribu barel
dan 43 miliar kubik kaki gas . Bahkan pada tahun 1983, Caltex sudah
melakukan pembor­an sedalam 9.902 feet. Pemboran diresmikan Gubernur
Azwar Anas dan Ketua Dewan Direksi Caltex, Haroen al Rasjid. Namun
karena minyak mentah itu harus dipipakan ke Minas, maka dinilai waktu
itu, tidak ekonomis. Apalagi harga minyak hanya US$17/barel. Saat ini
harganya justru US$92/barel, karenanya amat layak untuk dieksplorasi
(pemboran) o 104 http://www.hariansinggalang.co.id/26okto_utm_telu.htm

Pada tanggal 25/10/07, Dedy Yusmen <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>
>
>
> Topik ini sebenarnya  di dunia perminyakan  Indonesia merupakan Topik Lama 
> yang seolah Baru. Dari Ilmu Geologi Perminyakan lapangan Caltex (dulu) 
> sekarang berganti nama menjadi Chevron Pasific Indonesia (Benar Pak Eltaf?)  
> berada di Cekungan Central Sumatra  dan "Singkarak' ini berada pada cekungan 
> 'Ombilin'. Sehingga pendekatan 'play concept' atau 'petroleum system' juga 
> berbeda, dengan demikian bila pun 'resources' minyak dan gas nya ada, tapi 
> tentu dominant akan berbeda jenis dibandingkan dengan Lapangan Minyak di area 
> Riau.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke